Cinta Senja

Cinta Senja
Tugas dan Tanggung Jawab Baru


__ADS_3

Waktu pendidikan pun telah dimulai, hari demi hari sena lalui dengan semangat. teman sena banyak dari berbagai daerah, beberapa diantara nya sampai ada yang menaruh hati kepada sena. Namun sena tidak terlalu menerima perasaan cowok, sena hanya sebisa mungkin berusaha berbuat baik kepada siapapun. Meskipun terkadang ada yang mengiri kepada sena, namun sena tetap berusaha menjadi baik.


Hari pun berganti bulan, sena telah menyelesaikan pendidikannya. Saat pelantikan pun kedua orang tua sena datang, semua letting sena terkaget saat mengetahui ternyata sena adalah anak seorang jendral. tidak bisa dipungkiri semakin banyak orang yang mengaguminya. Salah satunya adalah Bagus, ia selalu diam2 memperhatikan sena, meskipun ia tidak pernah mengungkapkan rasa sukanya kepada sena, namun ia selalu baik kepada sena.


Bagus pun menyapa kedua orang tua sena, dengan welcome kedua orang tua sena menyambut dengan baik semua teman2 sena. Sena juga mengenalkan teman sekaligus sahabatnya semasa pendidikan, yaitu Dinar dan Tyas. mereka berdua berteman tulus dengan sena seperti halnya Arin yang selalu baik padanya.


Setelah selesai pelantikan sena diberi cuti 2 minggu, sena menghabiskan cutinya diJakarta. Ia mulai sibuk dengan dunianya, bahkan mantan yang pernah menykitinya pun dia sudah perlahan hempaskan. Sekarang diwajah sena semakin terpancar kecantikan karena rajin tersenyum.


Sesekali sena mengajak kedua orang tuanya untuk makan malam atau sekedar liburan bersama. Sena selalu dimanjakan dalam rumahnya, meskipun sekarang dia adalah seorang perwira perlakuannya tidak berbeda.


Hari pun berlalu begitu cepat sena kembali lagi kehomebas, siang itu setelah apel.


"Sen, mau penempatan dimana?" tanya Tyas


"enggak tau lah, mana2 saja sya mah oke2 saja" jawab sena sembari menggantung pakaian dinasnya.

__ADS_1


"kamu sen enak, profesi dokter pasti gak jauh2lah dari rumah sakit" ujar Dinar sembari menjelajah di hp nya.


"Semua profesi itu bagus, disyukuri saja. Jadi tentara itu harus siap sedia ditempatkan dimana saja. Siap tidak siap harus siaplah" nasehat sena kepada teman2nya.


"Siap Danton" jawab Dinar dan Tyas bersamaan bercandai sena.


mereka bertiga terkekeh bersama, tiba2 datng senior masuk ke barak. semua dalam ruangan spontan berdiri tegap dan menghadap kepada seniornya.


"Apel malam" ujar seniornya tersebut


"Apel malam woooiii, apel woiii" ujar letda ika sembari ala2 gelandotan😂.


Spontan seisi ruangan ketawa ngekek sembari memakai seragam dinasnya untuk apel malam.


Setelah apel malam sena membuka Hpnya, ia sudah berganti nomer dan hp baru. Ia menerima telepon dari papanya, setelah melepas rindu sena segera bersiap untuk tidur.

__ADS_1


Setelah apel pagi dan giat pagi, sena menjemur pakaiannya yang subuh tadi belum sempat dia jemur.


"enak kamu sen, papamu jendral, ibumu pengusaha, keluargamu punya saham yg besar dibatu bara. mau kamu ditempatkan dimana saj bisa minta semaumu sen" ujar Tyas.


Sena hanya melihat kearah temannya, yang selalu mengeluh dari beberapa hari kemarin.


"Sudahlah yas, Jangan mengeluh terus" timpal Dinar yang mulai kesal dengan keluhan2 Tyas.


Sena hanya geleng2 kepala melihat kearah kedua temannya.


Bulan demi bulan berlalu begitu cepat, penentuan penempatan tugaspun sudah keluar. Sena masih tertahan di Rumah Sakit tentara yang ada diJakarta, sedangkan teman2nya sudah ditempatkan dimasing daerah lain.


Sena belajar dan terus belajar dalam kedokterannya, dia sekarang mengemban tugas sebagai seorang perwira polisi dan juga seorang dokter. Meskipun berat ia tetap menjalani dengan tenang, dan penuh wibawa.


Sena selalu berusaha mengajukan pemindahan tempat ke Malteng ia ingin berdekatan dengan kakak2nya, meskipun begitu selalu gagal dan tidak di Acc.

__ADS_1


__ADS_2