
“ Sya. Kamu kemana aja tadi sayang aku kaget lho kamu tiba-tiba menghilang “ Ujar Calvin dengan nada Khawatir.
“ lho mas, maaf bikin mas khawatir deh, aku cuma jalan-jalan lihat-lihat siapa tau ada yang aku suka ” Jawab ilsya dengan tersenyum.
“ Lain kali Izin dulu ya sayang, Mas bener-bener takut lhoo. ” Ingat Calvin dengan lembut.
“ Ya mas.. Ayoo kita jalan-jalan lagi mas, aku ingin makan bakso ” Ujar Ilsya sambil menarik tangan Calvin ke sebuah pedagang Bakso di sebrang sana.
“ pak baksonya 2 mangkuk ya! ” Ujar Ilsya dengan tersenyum lalu duduk di depan Calvin.
“ Ini mbak, mas ” Ucap Mas Bakso sambil menyodorkan Baksonya.
“ makasi pak ”
“ Sama-sama ”
___________________
Plakk.
Plakkk.
Plakkk.
Plakk.
Suara tamparan mengema di ruangan tersebut, dan terdengar suara isakan kecil di ruangan sunyi tersebut.
Isakan tersebut memecahkan keheningan dari ruangan, seseorang gadis tertunduk di lantai dengan air mata berkucuran di wajahnya dan bekas merah yang terlihat jelas.
__ADS_1
Terlihat juga pria yang menatap tajam ke arah gadis itu dengan membawa botol Alkohol di tangannya.
“ Ga usah kamu nyatur hidup gue! ” Suara pria itu begitu dingin dan memecah keheningan tersebut.
Sang gadis hanya terisak dan dalam hatinya tertawa kecil, isak gadis itu semakin menjadi dan membuat pria itu geram seketika dan mencengkam leher gadis itu sehingga gadis itu merasakan kesulitan bernafas dan mulai membatin.
“ jika aku sudah di surga tolong maafkan kesalahan suami saya. ” Batin Gadis itu dengan tersenyum manis ke pria yang bersetatus suaminya itu mencekik nya dengan kuat dan kesadaran nya mulai menghilang secara perlahan.
Kesadaran gadis itu pun mulai menghilang dan tubuhnya mulai jatuh ke lantai, sementara pria itu hanya terkekeh kecil melihat sang istri yang sudah sekarat.
Pria itu pun langsung pergi tampa menolong gadis itu yang nyawanya hampir di tangan sang pencipta.
____________________
“ maa aku pulang!. ” Teriak Ilsya dengan keras di rumahnya membuat semua orang yang di ruang tamu menoleh ke arah Ilsya dan Calvin.
“ nahh anak-anak mama udah pulang? Gimana tasi habisin waktu berdua?. ” ujar sang mama dengan nada menggoda.
“ udahlah sinta jangan goda pengantin baru kita, mereka nanti jadi ilfil lho. ” ujar sang Kakek memperingati sinta untuk tidak menggoda Ilsya dan Calvin.
“ Ya.. Udah dehh, kalian pergi ke kamar istirahat lah pasti kalian capek, jangan lupa datang untuk makan malam. ” ucap sinta mengalah dan tersenyum lembut ke menantu dan anaknya.
“ Ya ma... Kalo gitu Nara ke kamar sama mas vin dulu ya ma, nek, kek. ” ujar Ilsya dengan menampakan senyuman indahnya.
Memang Ilsya adalah sesosok lambut, ramah, baik, cerdas, dan murah senyum kepada orang lain, bahkan ketika Ilsya senyum ke pria lain saja Calvin merasa sangat cemburu dan mulai merajuk.
“ Ya, jangan lupa buatkan mama cucu, mama ga sabar pengen nimbang cucu. ” ucap sinta dengan gembiranya.
Sementara Ilsya dan Calvin hanya tersenyum paksa dengan sikap sinta yang terlalu heboh.
__ADS_1
******
Sesampainya di kamar Ilsya merebahkan diri nya ke kasur sambil memejamkan matanya sementara Calvin ke kamar mandi karena tubuh nya lengkat.
Ilsya pun bergumam pelan “ lelah sekali hari ini. ” mata Ilsya terpejam sambil menguap berkali-kali pertanda bahwa ia akan masuk ke alam mimpi.
Beberapa menit calvin pun selesai mandi dan mengenakan pakaiaan nya, Ia menatap Ilsya yang sedang tidur di kasur dengan puasnya.
Calvin pun berjalan ke arah kasur dan mulai mengangkat tubuh Ilsya ke samping kasur untuk membuat ilsya lebih nyaman ketika tidur.
Ia pun memandang wajah cantik Ilsya dan mengecup sekilas bibir Ilsya yang terlihat menggoda baginya
“ kamu adalah jiwaku Sya, sampai kapan pun aku tidak akan melepaskanmu sayang. ” beo Calvin tersenyum simpul dan mulai bengkit dari jonggkoknya.
Ia pun naik ke atas kasur samping Ilsya, dan menatap Ilsya kembali sebelum tidur, ia merebahkan tubuhnya ke kasur dan mulai menyusul ilsya ke dalam mimpi.
***********
“ kenapa kamu restui pernikahan nara sama Calvin dad?. ” tanya seseorang perempuan berparas cantik menanyai seseorang pria yang sedang menghisap kopinya dengan tenang.
“ tidak istri ku, nara ku restui dengan dia karena aku ingin tau seberapa besar cinta yang di miliki calvin untuk putriku ” jelas pria itu dengan tenang dan tersenyum lembut.
“ tapi dad, bagaimana jika nara menderita di sana? aku tidak sanggup ketika nara menagis karena ulah bocah tengik itu dad.. ” keluh kesah perempuan itu dengan mengeluarkan air mata.
“ Jangan khawatir istriku, calvin tidak mempunyai suatu derajat yang tinggi maka jika suatu saat ia menyakiti putri ku akan ku hancurkan ia dalam segejab ” ucap lucas dengan tenang.
“ huft..... Baiklah aku akan menurut padamu suamiku, Inget janjimu ya luc aku tidak ingin putri satu-satu ku terluka. ” ujar Karin dengan wajah sendunya.
“ kau tenang saja rin, aku sangat suka permainan ” kekeh lucas dengan senyuman menghiasi wajah tampannya meski umur nya sudah 40 tahun.
__ADS_1
Bersambung.