CINTA SUCI TERKOYAK

CINTA SUCI TERKOYAK
EPS 16


__ADS_3

ketika rindu yang berkata


saya hanya diam menutup mata


mengizinkan angan menyatu dengan asa


ketika hanya namamu yang tersisa


tak ada lagi debu kepingan rindu


karena duniaku berpusat padamu


biar


biarlah rindu mengudara


sampai kapan ia harus dipenjara

__ADS_1


ia butuh kebebasannya


— Lenata Beatrix.


“ Baiklah, aku pulang dulu Mom, Dad ” jawab Nara menyudahi ngobrol nya dengan tersenyum, Nata yg tidak rela berpisah dari kembarannya pun memeluknya dengan sangat erat, Nara hanya bisa membalas nya dengan lembut.


“ kak.. Kapan-kapan datang ke rumahku ya, biar ngobatin kangen gitu ” jawab Nara dengan kekehan kecil, Nata hanya tersenyum kecil mendengarnya dan mengacak-acak rambut Nara dengan gemas, Nara pun memajukan bibirnya dengan cemberut ketika rambutnya berantakan.


Nara pun melangkahkan kakinya keluar dari mansion, Nata pun mengambil Hpnya dan membuka sebuah pesan, Ia terkejut dengan pesan tersebut “ Paman.. tante, aku pergi dulu ada urusan, nnti munggkin pulang nya agak larut ” tutur Nata sambil menyambar tas nya dan melangkahkan kakinya terburu-buru.


“ Leo, bagaimana perkembangan nya? ” tanya Nata The point ke seseorang itu yang ia sebut dengan nama Leo, pria bernma Leo itu memberikan sebuah Berkas di meja tersebut, Nata pun membuka Berkas itu dengan wajah telitinya, Ia sedikit terkejut atas berkas tersebut. “ Kanada, kau ke kanada secepatnya Leo dan tanggap pelaku ini, meski ia memakai nama samaran akan ku tangkap dia meski di ujung dunia sekali pun, dia tidak akan bisa lolos dari kita ” ucap Nata sambil menampakan senyuman dinginya.


“ Baiklah Lena akan ku usahakan menangkapnya ” tutur Leo dengan wajah tampa Ekspresi, Leo memanggil Lenata dengan nama depan nya Lena saja. Nata tidak mempermasalahkan semua itu, Leo dan Nata bersahabat pada saat di sel penjara, Ia sama juga dengan kisah nata tragis, ia di penjara di tuduh karena membunuh sang pacar, tapi kenyataannya sang pacar lah yang menjebaknya dan sang pacar pergi bersama selingkuhan nya. Orang tua Angkat Leo sangat menyayangi Leo, bahkan berkat orang tua angkatnya ia bisa bebas dari penjara dan Leo pun menyuruh Papa angkatnya untuk membebaskan Nata.


“ Baiklah cukup sampai di sini saja, aku lelah ingin istirahat Le ” jawab Nata dengan wajah lesu dan berinjak dari duduknya, Leo hanya tersenyum samar di balik maskernya, Nata pun keluar dari restoran “ aku lapar, tapi resto ini sudah tutup, apa aku pergi ke supermarket untuk belanja ya? ” gumam Nata dalam hati.


Nata pun melajukan mobilnya menuju ke Supermarket, sayangnya Supermarket tersebut sama-sama tutup, Nata Prustasi karena perutnya sangat lapar, jika ia pulang ke rumah tidak munggkin kan merepotkan Paman dam bibinya?, Nata pun mulai melajukan mobilnya ke sebuah Club.

__ADS_1


Nata memakai masker dan kacamatanya, supaya musuh dari Papanya tidak mengenali dirinya, di Club tersebut sangatlah rame, bahkan Nata melihat kedua insan sedang bercumbu tampa rasa malu di Club itu, ia melangkahkan kakinya menuju ke Brander dan memesan sebuah minuman untuk ruang VIP tampa sengaja Nata menabrak seseorang lelaki bertubuh kekar.


Brukk.


“ aw ” suara indah Nata terdengar merdu di gendang telinga pria tersebut, pria itu menatap dalam Nata, tampa sengaja juga kacamata Nata terjatuh, pandangan mereka terkunci satu sama lain.


“ Aurora.. ” gumam Pria itu sambil mengelus masker Nata yang di pakai, Nata masih terbengong melihat pria itu, hingga akhirnya pria itu berhasil membuka Masker nata hingga memperlihatkan wajah nya dengan keseluruhan.


“ Sky ” gumam Nata tidak percaya dengan apa yang ia lihat, tanpa dia sadar bahwa maskernya sudah di buka oleh Sky yang telah di hadapannya sekarang. tubuh Sky membeku melihat wajah Nata, sky langsung memeluk erat tubuh nata dengan terisak.


“ maafkan aku ra maafkan aku hiks.. aku minta maaf ” ucap Sky sambil bernada bergemetar dan memeluk tubuh Nata dengan sangat erat, karena Nata tidak tega dengan keadaan Sky yany mabuk, akhirnya memapah nya keluar dari Club.


_____________________


“ sayang.. Uda pulang? ” tanya Calvin dengan tersenyum ke Nara yang terlihat sangat bahagia di wajahnya, awalnya Nara ingin becerita tentang keluarganya, tetapi sebelum ia masuk kamar ia di ajak bicara dulu dengan Kakek dan menyuruhnya untuk waspada dengan suami nya dan tidak mudah percaya dengan sekitaran.


“ ya, kita tidur ya capek ” jawab Nara dengan acuh dan merebahkan dirinya di kasur, Nara mulai memejamkan matanya dan memikirkan apa maksut dari kakek tadi? Apakah cucunya dan kakek sedang menyembunyikan rahasia? Ntahlah hanya kakek yang tau.

__ADS_1


__ADS_2