
Malam kembali datang menyapa,
tapi kali ini berbeda, ia datang bersama hujan,
anginnya pun berhembus sangat kencang,
dan menerbangkan sekilas bayangan.
Dinginnya angin malam membawa ragaku pada ketenangan,
tapi tidak dengan pikiran,
ia riuh memenuhi isi kepala tanpa ada jeda,
aku tak tahu apa yang dibicarakan di dalamnya,
sebab suaranya tak bisa aku cerna.
Aku hanya bisa diam, membiarkan dia mengobrak-abrik isi kepala,
dan aku tak tahu kapan berakhirnya.
Sebenarnya aku ingin berteriak
sekencang-kencangnya
tapi, apalah daya?
__ADS_1
leherku dicekik oleh masa, dan dikunci untuk tidak bersuara.
Hingga akhirnya hanya air mata yang menjelaskan semuanya.
— Aurora..
_______________________
1 minggu kemudian, Aurora menjadi hari-hari nya di penjara meski bukan dia yang melakukan nya, tetapi Ia Ihklas dalam menerima semua takdir dari tuhan, satu minggu ini juga Sky kekasih hati nya tidak pernah bertemu dengan nya, kasih kabar saja tidak pernah, lelah rasa nya.
“ aku lelah tuhan ” gumam Aurora sambil memeluk tubuhnya yang menggigil dan penuh dengan kemerahan, Ya... Selama di penjara Aurora sering di siksa oleh teman di sel nya.
David sedikit emosi ketika ia pulang dari kota ia mendengar kabar bahwa Aurora telah masuk penjara, Ia yakin bahwa itu adalah ulah dari Sky, Tara dan Gavin. david pun menuju di mana tara dan Sky sedang di mansion mereka.
“ SKY ALEXANDER! TARA ROBETO! ” teriak David dengan emosi memuncak ke Sky dan tara, Ia sudah Benar-benar tidak peduli lagi Sky adik nya atau bukan! Ini sudah di luar batas.
“ Kalian memang Bejat! Kalian memangfaatkan gadis polos demi keuntungan klian! Dasar Iblis sialan! ” bentak David dengan aura yang sangat tajam dan pekat.
“ kau apaan si kak!, Keluarga Aurora lha yang membuat Mommy meninggal kak ” teriak Sky dengan emosi.
“ cihh ” decih David menatap tara dan Sky dengan tatapan hina, kemudian ia pun melangkahkan kaki nya ke luar dari mansion Sialan itu. David pun mulai menuju ke arah di mana penjara.
“ Aurora Vanse ada yang ingin menjengguk anda ” jelas seseorang polisi perempuan dengan ramah membuka besi penjara itu dengan senyuman. Aurora hanya menurut dan melangkahkan kakinya ke area pertemuan.
Grepp..
Dengan cepat David memeluk tubuh munggil Aurora dengan menahan tangis nya, sementara Aurora yang belum siap ketika di peluk pun kaget seketika. David pun menangkup wajah cantik Aurora dengan tatapan sendu “ kamu baik-baik saja? ” tanya David sambil mengelus Pipi Aurora yang sedikit membengkak.
__ADS_1
Aurora hanya menggelengkan kepalamya pelan dan menatap balik ke David. “ kita duduk dulu, aku mau bicara ra ” ujar David dengan suara parau.
“ Ya kak.. ” lirih Aurora dengan wajah cantik di mana ia memberi senyuman ke David.
“ kamu tau siapa yang membuat kau di penjara ra? ” tanya David dengan seksama. Aurora hanya menggelengkan kepala nya membuat David semakin geram kepada adiknya.
“ kekasih tercinta mu itu ra yang memasukan kamu ke sini.. ” jawab David dengan nada geram dan sorot mata yang tajam. Aurora yang mendengarkan penjelasan dari David pun tidak bisa berkata apa-apa lagi, ia sangat terkejut dan mulai menahan tangisnya.
“ K-kenapa Sky tega dengan ku kak? ” ucap Aurora dengan bibir bergetar dan menahan tangis nya, David yang tau jika sekarang ini Aurora sedang Syok pun memeluk Aurora dan menjelaskannya.
“ Sky Alexander anak ke dua dari keluarga Alexander, David Alexander adalah anak pertama , dan Cinta Alexander adalah istri dari Xander Alexander, Awal nya keluarga kami bahagia sekali dan lahir seseorang adik bernama Liliana Alexander yang sangat cantik ”
“ beberapa tahun kemudian Cinta mama ku di bunuh menunggunakan pisau dan pistol di depan mata ku dan Sky, aku berusaha untuk menolong mommy tapi nass tidak bisa, di situ aku nelawan Syok ku untuk adik ku yang masih kecil dan Syok juga akibat pembunuhan di depan rumah itu.
“ Setelah kejadian 20 tahun lalu, Sky menjadi seseorang pria yang dingin, kejam, acuh dan, psikopat karena ia telah di hasut oleh temen masa kecil nya tak lain Adalah tara Robeto dan Gavin Robeto.
“ tara dengan mu aurora mempunyai wajah yang mirip persis sekali, tetapi sangat di sayangkan sikap tara berbeda dengan mu, tara psikopat , kejam, dan sudah membunuh banyak orang. Oleh karena itu tara menjadi incaran polisi.
“ tara dan Gavin menghasut Sky bahwa keluarga mu adalah dalang dari Kematian mommy kami, awal nya Sky syok kaget bahwa kekasih nya adalah yang membunuh Mommy nya, ia pun bertekat untuk membalas dendam, dan jadilah akhir kisah ini balas dendam yang salah alamat ra.. Maafkan kesalahan adik ku ra ” jelas David dengan menahan air matanya yang hampir mengalir. Aurora hanya menggelengkan kepala nya dengan tidak percaya nya, ia pun mengepalkan tangan nya sangat erat dan tidak mengubis perkataan maaf david.
“ Maaf waktu telah habis! Silahkan kita kembali Nona Aurora ” jelas seseorang penjaga dengan ramah, Aurora pub menoleh dan mulai berjalan ke luar tetapi tangan nya di cengkal oleh David. Aurora kaget ketika tangan nya di cekal dengan David yang mata nya sayu “ Aku mencintaimu Aurora ” jawab David dengan wajah sayu nya. Lagi-lagi Aurora kaget dan memalingkan wajah nya, tidak mengubis perkataan cinta dari David.
Sesampai nya di Sel, Aurora melamun. Ini memang di luar kendali. Takdir begitu kejam sekali dengan ku, lelah rasanya ia Pura-pura tegar di depan semua orang. Hari pun berganti minggu, minggu berganti bulan, setiap hari David selalu mengunjungi Aurora di dalam penjara, membuat Aurora begitu tidak ingin hidup lagi demi tuhan ia terlalu capek.
Ia pun menyasatkan pisau yang ia dapat di dapur penjara tadi dan darah pun mengalir dengan deras, semua yang di sel panik dan meneriaki polisi untuk membawa Aurora ke rumah sakit. Ketika sedang di tangani salah satu polisi menghubungi David, dengan cepat David melunjur dengan perasaan kalut.
David Benar-benar takut sekarang bahwa aurora akan meninggkan nya. Lampu oprasi pun berhenti dan dokter keluar dari ruangan, David dengan cepat bertanta bagaimana kondisi Aurora, tetapi dokter menggelengkan kepala nya, David pun tertunduk lemas sambil berteriak nama Aurora, ia pun masuk dan melihat Aurora yang sedang pucat di sana.
__ADS_1
Bersambung..