CINTA SUCI TERKOYAK

CINTA SUCI TERKOYAK
EPS 14


__ADS_3

“ Sialan, kemana perginya Sabrina, kenapa belum pulang-pulang? Apa dia kabur? ” gumam Fadil dengan nada kesal lalu ke luar dari apartemen dengan perasaan kesal nya.


“ awas aja jika dia berani kabur! ” ucap Fadil dengan menggengam tangan nya erat tanda ia sedang marah besar ke istri buriknya itu, fadil langsung keluar dari Apartemen dan menuju ke Club untuk menemui kekasih gelap nya.


_________________


Hari semakin larut, Aurora masih tersenyum kepada seseorang laki-laki yang sangat ia sayang, bahkan di sebelah laki-laki itu terdapat juga orang tua nya. Laki-laki itu langsung manghampiri Aurora dengan senyuman yang menawan di bibir nya.


“ Lenata Beatrix ” ucap pria itu sambil memanggil nama itu ke Aurora, Aurora hanya tersenyum lembut, pria itu langsung memeluk erat tubuh Aurora.


“ sudah cukup sekarang ta. Kamu akan kita publikasi kan ke media sosial, kalo soal Nara, kita beritau ia pelahan-lahan ” ujar “ Sialan, kemana perginya Sabrina, kenapa belum pulang-pulang? Apa dia kabur? ” gumam Fadil dengan nada kesal lalu ke luar dari apartemen dengan perasaan kesal nya.


“ awas aja jika dia berani kabur! ” ucap Fadil dengan menggengam tangan nya erat tanda ia sedang marah besar ke istri buriknya itu, fadil langsung keluar dari Apartemen dan menuju ke Club untuk menemui kekasih gelap nya.


_________________


Hari semakin larut, Aurora masih tersenyum kepada seseorang laki-laki yang sangat ia sayang, bahkan di sebelah laki-laki itu terdapat juga orang tua nya. Laki-laki itu langsung manghampiri Aurora dengan senyuman yang menawan di bibir nya.


“ Lenata Beatrix ” ucap pria itu sambil memanggil nama itu ke Aurora, Aurora hanya tersenyum lembut, pria itu langsung memeluk erat tubuh Aurora.


“ sudah cukup sekarang ta. Kamu akan kita publikasi kan ke media sosial, kalo soal Nara, kita beritau ia pelahan-lahan ” ujar “ Sialan, kemana perginya Sabrina, kenapa belum pulang-pulang? Apa dia kabur? ” gumam Fadil dengan nada kesal lalu ke luar dari apartemen dengan perasaan kesal nya.


“ awas aja jika dia berani kabur! ” ucap Fadil dengan menggengam tangan nya erat tanda ia sedang marah besar ke istri buriknya itu, fadil langsung keluar dari Apartemen dan menuju ke Club untuk menemui kekasih gelap nya.

__ADS_1


_________________


Hari semakin larut, Aurora masih tersenyum kepada seseorang laki-laki yang sangat ia sayang, bahkan di sebelah laki-laki itu terdapat juga orang tua nya. Laki-laki itu langsung manghampiri Aurora dengan senyuman yang menawan di bibir nya.


“ Lenata Beatrix ” ucap pria itu sambil memanggil nama itu ke Aurora, Aurora hanya tersenyum lembut, pria itu langsung memeluk erat tubuh Aurora.


“ sudah cukup sekarang ta. Kamu akan kita publikasi kan ke media sosial, kalo soal Nara, kita beritau ia pelahan-lahan ” ujar Willster dengan wajah sayup nya ke Lenata.


Nama Asli Aurora adalah Lenata Beatrix, panggilan nya adalah Nata, Nara, mereka adalah sodara kembar, pantas saja wajag nya Nata dengan Nara mirip sekali, Lucas hanya tersenyum melihat interaksi dari anak-anak yang terlihat dewasa terutama Will.


“ tidak kak, aku suka jika sebagai warga bisa dan tidak dengan kekayaan atau apa ” jawab Nata dengan halus, Will kembali menatap tajam Nata yang selalu menolak permintaan nya.


“ sekali kau menolak, akan tau akibat nya adik kesayangan ” ujar Will sambil tersenyum kemenangan dan mengerikan, Nata hanya menghela nafas nya jengah menatap kakak nya dengan tatapan ketus.


“ terserah deh ” pasrah Nata dengan jutek, Lucas dan Karin hanya terkekeh melihat perdebatan kakak adik itu, memang Nata dan Willster suka bercandaan, Karin ingin menagis Haru ketika melihat Will dan Nata memeluk satu sama lain.


__________________


“ mata yang indah ” gumam Calvin sambil mengamati Sabrina secara diam-diam, apakah Calvin Jatuh cinta kepada Sabrina? Jika di tanya itu ia jawab Iya, karena sejak ia bertemu dengan Sabrina ia mulai sedikit acuh meski Sabrina baru hadir 3 hari saja, mampu mmebuat hati Calvin bergetar.


Calvin menarik tangan Sabrina untuk masuk ke sebuah ruangan, Awalnya Sbrina kaget karena tiba-tiba ada oranf yang menarik tangan secara tiba-tiba.


“ I Love You ” ujar Calvin dengan halus dan ******* bibir Sabrina tampa rasa jijik, tampa mereka sadari ada seseorang yang melihat adegan mereka, tangan orang itu mengepal dengan sngat erat.

__ADS_1


“ Ku kira cucuku baik2 ternyata sangat bejat! ” gumam nya langsung pergi dari tempat itu.


_____________________


“ ada apa mom? Kenapa aku kalian suruh ke mansion? ” tanya Nara dengan wajah binggungnya nya ketika melihat kakak laki-laki nya Willster di sana dengan tersenyum. “ Hei Princess, kau ingin tau bagaimana kembaran mu? ” tanya Will sambil menampakan senyuman indahnya.


“ Iya? Lenata, kenapa dengan Nata? ” tanya Nara kebinggungan dengan keadaan sekarang ini.


“ Hei Nara ” teriak seseorang wanita sambil berlari laju dann memeluk Nara dengan sangat erat, seumur hidup Nata benar-benar sendirian sekarang ia bersama dengan keluarganya.


“ NATA ” teriak Nara dengan kecang dan memeluk balik Nata dengan sangat erat dan terisak di pelukan Nata.


Setelah banyak Drama dari pertemuan Nata dan Nara akhirnya mereka pun berkumpul dan bercanda tertawa, Nara juga menyantakan bagaimana bisa kembaran nya bisa ketemu, kakak nya Nata sudah sejak 7 tahun memghilang tampa kabar dan sekarang muncul lagi bagaikan setan! Ck.


Flasblack on.


“ pa.. Mama. ” lidah seseorang anak kecil kelu ingin mengatakan sesuatu rahasia, sang papa langsung menyesuaikan posisi tubuhnya serupa dengan panjang anaknya, lalu mengelus surai rambutnya. “ papa tau sayang.. Mama korban pembunuhan yang telah di rencanakan, kau harus ikut kemauan papa ya? Musuh papa sekarang sudah beraksi ” Jawab Papa Seteven dengan lembut, ia pun beralih ke Willster yang sedari tadi diam saja tidak berbicara, Nara hanya diam juga seperti kakaknya Will


DOR


DOR


“ Nata! ” teriak Papa Seteven dengan panik dan mengecek seluruh tubuh Nata yang kakinya terkena tembakan, ketika adu perang itu di mulai Will dan Nara di bawah tangga sementara Papa Seteven membantu Nata yang tertembak di area sofa ruang tamu.

__ADS_1


DORR


Willster kaget dan langsung menarik tangan Nara untuk bersembunyi di bawah tangga, sedangkan Papa Seteven menggendong Nata pergi dari sana meski punggung Papa Seteven sudah terkena peluru ia masih kuat demi anaknya.


__ADS_2