CINTA SUCI TERKOYAK

CINTA SUCI TERKOYAK
EPS 17


__ADS_3

Begini,


Aku tak pernah memaksamu menjadi milikku, bahkan aku tak menyuruhmu untuk membalas rasaku. Jikalau memang kau tak mencintaiku itu urusanmu, bukan aku. Namun bisakah sedikit saja kau membantuku? Kau memang tak mencintaiku, tetapi bantulah aku dalam melupakanmu.


Beri aku sedikit ruang untuk merelakanmu, jangan menyapaku dengan senyum yang menjadi alasanku jatuh padamu. Jangan bertanya perihal keadaanku, karena kau sudah tahu pasti bahwa aku tak baik-baik saja.


Tak usah mempedulikanku, bukan aku tak menghargaimu namun pikirkanlah aku sedikit saja, bagaimana bisa aku merelakanmu jikalau kau bersikap peduli padaku?


Berhentilah memberi hal-hal kecil yang membuatku bahagia, sebab hatiku masih terlalu dini untuk kembali pulih. Biarkan aku tenggelam dalam lukaku, sebab yang aku inginkan adalah menyelesaikan sakit karenamu dulu.


Tetaplah pada tempatmu, aku akan kembali namun bukan dengan hati yang menuliskan namamu, lagi.


— Lenata


“ siapa yang kau bawa itu ta? ” ucap Willster secara tiba-tiba, membuat Nata yang sedang memapah Sky kaget dengan suara tersebut. Nata hanya mengisaratkan untuk diam terlebih dahulu, Nata mulai memapah tubuh Sky untuk ke kamar nya.


“ kak? Izin buat Sky tidur semalam saja di sini, aku kasihan kepadanya ” jawab Nata memulai pembicaraan dengan Will. Sementara Willster menatap intens ke arah Nata.


“ Dia siapa kamu? ” tanya Will ke inti dari pembicaraan, Nata hanya terdiam, Jujur saja Nata masih mencintai sesosok Sky, Nata adalah orang yang pendendam, tetapi menyangkut perasaan dia akan sangat tidak berdaya. Beberapa menit sangatlah sunyi tampa pembicaraan akhir nya Nata mengunggkapkan semuanya di depan Will.


“ dia kekasih ku ka ” jawab Nata dengan cepat, Will menatap Nata dengan tatapan tidak percaya nya, Nata hanya mengalihkan pandanganya.


“ Seriusly? , dia Sky Alexander seseorang adik dari CEO muda tuan David Alexander ! ” ucap Willster dengan suara rendah, apa yang tidak di ketahui oleh sesosok Will? Meski adiknya di luar jangkauanya ia bisa tau siapa yang saat Nata menjadi Aurora jahat kepadanya, dalam segejab mata ia tau, Nata, Nara dan will mempunyai ikat batin tersendiri jika salah satu dari mereka terluka maka keduanya akan merasakan sakit.

__ADS_1


“ aku mencintainya kak ” ujar Nata dengan mata berkaca-kaca menatap ke arah Willster, sang kakak hanya menghela nafasnya secara kasar dan memegang dagu Nata secara halus.


“ apakah cinta ta? , dia sudah memyakitimu ta? Kenapa kau masih saja mencintainya? ” tanya Willster dengan suara rendahnya menatap ke arah Nata yang sedikit meneteskan Airmata nya.


“ Kumohon, air mata itu cukup berharga untukku ta.. Kalian berdua tidak boleh menagis cukup aku saja yang mengantikan luka kalian, air itu terlalu menyakitkan bagiku ta.. ” rendah Willster sambil menghapus air mata Nata yang menetes, Nata hanya diam beberapa saat, kemudian ia memeluk kakaknya dengan sangat erat dan mulai terisak.


Hari pun semakin larut dan dari bulan berubah menjadi sinar terang yang akan menerangi bumi nanti, cahaya korden mulai menebus ke sebuah kamar, sesosok pria sedang tertidur pulas dengan wajah sangat menyedihkan. Tiba-tiba tidur nya tergangu karena sebuah lagu bersenandung di kamar tersebut.


Pernah ku baca Puisi Raja..


Syair nya indah getarkan Rasa..


Namun saat namamu di sebut..


Ku tergetar jiwa penuh rasa..


Rasa kasih sayang...


Huooo huoo..


Buat apalah susah..


Cari kesana ke sini...

__ADS_1


Sudah di depan mata..


Kamulah takdirku..


tuhan ciptakan kamu..


tuhan ciptakan aku..


Kita berdua.. Di ciptakan bersatu selamanya..


“ Aurora ” lirih pria itu dengan meneteskan air mata nya secara deras di pelupuk nya, Sky menggelengkan kepalanya dan memukul-mukul kepalanya secara kasar untuk menghilangkan Halusinasi dari wajah Aurora, Perlahan Nata mendekati Sky dengan di ikuti Willster di belakang Nata, Sky hanya bisa terisak, Nata memeluk tubuh Sky dengan sangat erat yang sedang bergemetar hebat.


“ maafkan aku Ra. ” isak Sky sambil mengucapkan maaf berkali-kali, dan akhir nya Nata menutup mulut Sky dengan tanganya, Nata menghela nafasnya secara halus, ia pun tersenyum manis ke Sky sekarang.


“ kau tidak salah apa pun ky.. aku tau bagaimana perasaan mu saat itu sayang ” jawab Nata dengan cepat, Sky yang masih terisak pun menatap mata Nata dengan sangat dalam, perlahan pandanganya tertuju ke seseorang pria tampan di belakang mereka, pikir Sky ia lebih baik mengalah, Munggkin pria itu kekasih Aurora.


“ hei tuan, jangan menatapku seperti itu, atau ku colok mata mu ” ucap Willster dengan suara rendahnya, Nata yang mendengar ucapan kakaknya pun menatap tajam ke arah Willster.


“ jangan dengarkan perkataan kakakku, lebih baik kamu istirahat saja, supaya cepat sembuh, sebentar aku akan memgambilkan makanan untukmu ” ujar Nata dengan penuh perhatian.


Di pagi hari yang cerah sudah di cumbui dengan kepanikan, bagaimana tidak, seseorang jatuh dari tangga membuat semua orang panik termasuk Nara.


“ kek.. Kakek bangun ” titah Nara dengan wajah penuh dengan air mata, ia terus mengoyangkan tubuh Kakek dari Calvin suaminya yang tiba-tiba pada pagi-pagi ini ia sudah di lantai dengan darah berkucuran di kepalanya.

__ADS_1


“ hiks.. Mamaa, nenek.. Calvinnn!! ” teriak Nara terus terisak dengan memeluk kakek dengan wajah pucat, dan datang lah mama Sinta yang terkejut dengan apa yang ia lihat “ papa.. Bagaimana bisa papa di sini? ” ucap Sintaa dengan wajah panik dan mulai menagis sesegukan.


bersambung..


__ADS_2