CINTA SUCI TERKOYAK

CINTA SUCI TERKOYAK
BAB 2


__ADS_3

Namanya Ilsya Kanara Beatrix


Seseorang gadis yang cantik, manis, lugu, murah senyum, baik, rendah hati, penyayang.


Dia anak pertama dari keluarga Besar Beatrix, keluarganya sangat menyayangi dia.


Meskipun begitu ia sangatlah mendiri tidak ingin cita-cita nya di gapai dengan keuangan daddynya.


Ilsya panggilannya tetapi orang terdekat biasanya memanggil ia Nara, ia baru menikah dengan Calvin Fanglino seseorang dokter jantung yang sama suksesnya dengan dirinya, Ya.. Cita-cita nya adalah menjadi dokter spesialis jantung.


Nara berusia 22 tahun, ia juga mempunyai adik laki-laki yang sama-sama menyayanginya, kehidupan nya sangatlah lengkap.


-


-


-


Namanya Calvin Fanglino


Ia seseorang pria tampan, mandiri dan pekerja keras tetapi Terkadang Calvin tidak bisa mengontrol emosi secara teratur atau bisa di sebut kurang tegas.


Seseorang dokter di rumah sakit milik keluarga istri nya.


-


-


-


Namanya Karin Beatrix


Ia sesosok lambut dan penuh kasih sayang, selalu mementingkan anak dan keluarganya dari pada dirinya sendiri, cantik , ramah lembut persis seperti Nara.


-


-


-


Lucas Beatrix


Seseorang pria yang tegas dan murah senyum juga ketika di luar, etss salah murah senyum bukan pertanda dirinya sedang senang dengan sesuatu , tetapi tersenyumnya adalah bagian dari suatu aura yang sangat pekat di dirinya.


-


-

__ADS_1


-


Sabrina Azaxela.


Seseorang gadis cantik , ia sahabat nara sejak kecil dan sudah menikah sejak usianya 20 tahun, iya dia menikah lebih dulu dari pada nara, sekarang usianya sudah berinjak 22 tahun.


-


-


-


_______________________


“ lho nak di mana calvin?. ” ujar sinta Fanglino dengan lambut ke Ilsya.


“ dia sedang mandi ma.. Sini ma aku bantuin. ” ujar ilsya sambil membawa makan malam ke arah meja makan yang telah di siapkan.


“ Malam ma, kek, nek ” ujar Calvin tiba-tiba muncul di depan mereka dengan wajah berseri nya.


“ malem juga ” balas mereka sambil menampakan senyuman.


“ ini mas makananmu ” ujar ilsya sambil menyiapkan makanan di piring calvin dengan telaten dan rapi, sedangkan calvin hanya tersenyum dan mengucapkan.


“ terimakasih sayang ”


“ ya ”


______________________


“ eughh.... ” lenguh gadis itu merasakan ngilu di kepala dan lehernya, ia berusaha untuk duduk dan menumpulkan kesadaran nya dan ingatannya.


“ halah.. Gitu aja udah pingsan! Lemah! Cepat siapkan makan malam! Aku lapar ” bentaknya lagi dengan keras dan mengejek gadis itu dengan kata-kata kasarnya.


Tangan gadis itu mengepal seketika hatinya Benar-benar tertutup sudah kepada sang suami yang berperilaku mentah-mentah kepadanya dan KDRT lelah rasanya.


Ia pun menendang punggung suaminya dan mulai berucap “ bukan bearti aku wanita kamu bisa seenaknya dengan ku? , aku memang wnita tapi tidak pernah menyakiti seseorang dengan kejam begini!! ” teriak gadis itu dengan lantang dan menatap tajam ke suaminya.


“ berani sudah melwanku hm? Bagus sekali “ kekeh pria itu berjalan ke arah gadis itu dan menjambak rambut gadis itu sehingga memgerang kesakitan.


“ hukuman mu akan ku tambah! ” tekan pria itu dengan nada dinginnya dan menyeret tubuh gadis itu dengan kasar melalui rambutnya.


“ hiks.. hiks.. hiks.. Mas ku mohon buka hatimu untuku ” isak gadis itu tampa henti dan menagis tersendu-sendu.


“ tidak akan pernah! Hanya mimpi saja ” ujar nya sambil memasukan tubuh gadis itu kedalam gudang yang sepi dan gelap apa lagi gadis itu trauma dengan kegelapan.


Brakk.

__ADS_1


Suara pintu terkunci dari luar dengan kerasnya, gadis itu pun mulai memeluk lutut nya dan menagis seseggukan dan mulai menyebut nama seseorang.


“ Ilsya aku takut sya hiks.. hiks.. Kamu di mana? ” gumam Gadis itu dengan terisak pelan.


________________________


Prangg


Pyarrrrr..


“ hah? ” ujar ilsya terkejut ketika ia memecahkan gelas yang ia pegang sedari tadi.


“ kenapa kamu sayang? ” tanya Calvin khawatir dengan ilsya yang terlihat cemas ntah karena apa.


“ engga apa mas, cuma perasaanku ngga enak ya? ” tutur Ilsya sambil berjongkok dan mengambil pecahan gelas itu sehingga terkena tangan manisnya.


“ auww.. ” ringkis Ilsya lalu memasukan tangannya ke dalam mulut supaya darahnya tidak mengalir secara deras.


Calvin yang mendengar ringkisan dari istri nya pun langsung menyambar tangan ilsya dari dalam mulut nya dan memeriksa nya secara posesif.


“ hei mas udah, jangan khawatir ini cuma pecahan gelas doang ga papalah kan aku kuat ” kekeh ilsya dengan tersenyum tenang.


“ tapi tangan mu berdarah sayang ayo ke rumah sakit? Atau aku panggil dokter? ” ujar Calvin dengan nada cemas.


“ bukan dokter lain yang ku mau, tapi dokter ini yang ku mau ” ujar Ilsya balik dengan akhiran kekehan.


“ Ya tuhan.. Nak, kamu kenapa? ” tutur sinta kaget ketika melihat pecahan gelas dan kedua anaknya berjongkok.


“ ga apa ma.. Aku tadi memecahkan gelas.. Maaf ya ma.. ” jelas ilsya dengan menatap sinta dengan wajah masam.


“ tidak apa nak. Untung hanya gelas pecah kalo sampai kamu kenapa-kenapa maka aku tidak akan memaafkan mu sya, jadi jaga dirimu baik-baik ” tutur sinta dengan senyuman manisnya.


“ huft.. Ya udah ma maaf ya ma, lain kali aku akan lebih menjaga diriku sendiri ” ujar ilsya masih menampakan senyuman lebarnya.


“ ya sudah sayang, ayo kita ke kamar, nanti biar aku yang beresin ya, kamu istirahat pasti capek ” ujar Calvin sambil menggendong ilsya alla kelola membuat sinta gemas sendiri dengan pasangan ini.


____________________


Sesampai nya di kamar, ilsya langsung di turunkan oleh calvin secara perlahan di kasur, calvin pun mengelus pucuk rambut Ilsya sebentar dan mengecupnya.


“ sebentar ya sayang nanti aku kembali. ” ujar calvin sambil mengelus pipi gembul ilsya yang terlihat lucu bagi semua orang.


“ Ya... Kamu istirahat ya jangan kecapeean capet kemari ” jelas ilsya dengan perhatian.


Calvin hanya menganggukan kepalanya dan menatap dalam mata ilsya, ia pun bangkit dari kasur dan mulai melangkahkan kakinya ke luar dari kamar.


Sementara ilsya pun berbaring di kasur nya dan memikirkan sesuatu, entah kenapa perasaannya sekarang cemas, kenapa Ilsya cemas ini?.

__ADS_1


“ kenapa dengan ku? ” gumam ilsya sambil memijat-mijat pelepisnya saking pusing, cemas, dan hatinya rasanya ada yang menganjil.


Bersambung..


__ADS_2