
Maaf ya kalo up nya dikit banget, soalnya ada masalah New Real jadi maklum ya.
______________________
“ aku mencintaimu Scarla, ku mohon kita menikah lah ” ujar Refanda Beatrix dengan nada yang tidak berdaya.
“ tapi ref.. Mamamu tidak merestui kita sepertinya, apa lagi aku anak dari keluarga miskin ” titah Scarla dengan wajah sendu nya.
“ aku tidak perduli rla, aku cinta kamu, kamu nyawaku rla kamu ga boleh pergi dari ku engga, ku mohon rla ” pinta Refan dengan memelas.
“ baiklah, kita akan menikah sekitaran 2 minggu lagi atau 2 bulan bisa? Aku belum siap untuk melepaskan masa muda ku ” titah Scarla dengan lembut.
“ engga apa rla... Aku siap saja ” ujar Refan dengan senyum simpulnya.
____________________
“ Sebentar lagi kan Ulang tahunnya ilsya? bagaimana jika kita buat kejutan dengan mereka? ” ujar Liliana dengan nada gembiranya.
“ kau benar ana, kita buat supreise ke Calvin sama ilsya ” titah Albert dengan tersenyum tenang.
“ Oke.. nanti kita ke rumahnya coba kita lihat gimana kabarnya, ntah kenapa aku tiba-tiba kangen dia Al ” Ujar Liliana dengan antusias.
“ Ya na nanti ya, aku lagi banyak kerjaan kantor nih sabar aja ” jelas Albert dengan senyuman indahnya.
______________________
“ Morning sayang ” ucap Calvin sambil memeluk tubuh ilsya dari belakang dengan mesranya.
“ morning too mas ” balas ilsya dengan senyuman tenangnya.
“ kamu ada nanti ke rumah sakit engga? ” tanya Calvin secara lembut dan menyisir rambut panjang ilsya.
“ Ya mas.. Aku nanti ke rumah sakit, masih ada Jadwal padat banget, dan nanti ada perusahaan besar yang akan datang ke ruamh sakit mas ” ujar ilsya dengan tenang.
“ ohh gitu.. emng siapa tamunya si yang? Kok sampai kamu sekeluarga harus menyambutnya di rumah sakit 'Langit Hospital' ” tanya Calvin penasaran.
“ ya mas.. CEO nya langit Hospital nanti bakal datang, apa lagi papa sama mama itu temenan baik sama CEO itu, yang ku tau si gitu mas ” jelas ilsya sambil memakai rok atasan berwarna merah.
__ADS_1
“ gitu ya? Baiklah kalo gitu ” ujar Calvin sambil tersenyum.
“ oh.. Iya mas ” ujar ilsya sambil mengingat-ingat sesuatu.
“ kamu bisa ke alamat nnti yang ku kasih engga? aku kemarin malem cemas banget sama sahabat ku mas, dia sahabat masa kecil ku, nanti kamu bawa aja dia ke rumah sakit keluarga ku ” ujar ilsya sambil tersenyum tenang.
“ baiklah, nanti juga mas ga ada jadwal kok ” ucap calvin sambil menganggukan kepalanya dengan senyuman.
“ makasi mas ”
_______________________
Drokk
Drokkk.
Brakk.
“ aghhh ” ringkis seseorang gadis dengan mata sembab dan mata panda karena tidak bisa tidur semalaman.
“ jangan tidur mulu goblok! Sana masak lalu beres-beres rumah, jadi istri males-malesan ” titah Fadil dengan nada sinisnya.
Gadis itu langsung bangkit dari tersungkur nya, dan berjalan terpincang-pincang dengan senyuman merkah di bibir manis nya.
Seusainya gadis itu mandi dan merawat diri nya dulu, ia pun menuju ke dapur untuk memasak makanan untuk suaminya masih dengan senyuman merkahnya.
“ Dengar ya Sabrina Azaxela, aku tidak ingin kau melangar peraturan lagi, atau kau akan menerima akibatnya ” ancam Fadil kepada gadis bernama sabrina Azaxela itu.
“ Ya, aku tidak akan melanggarnya lagi ” patuh dan pasrah sabrina dengan senyuman merkah di bibirnya sambil mengambilkan makanan untuk Fadil.
“ aku tidak menyangka hidup ku yang awalnya bahagia sekarang menjadi seperti ini, tuhan ini kah balasan atas perbuatan ku dulu? ” gumam Sabrina dengan nada lirih nya.
Hari pun mulai menjadi siang, dan matahari mulai menampakan dirinya untuk menerangi di bagian bumi.
Seseorang pria sedang berada di depan rumah sambil memencat bel rumah.
Ia sangat resah karena pintu tidak terbuka-buka, pria itu tak lain adalah Calvin Fanglino.
__ADS_1
Ceklekkk.
Pintu terbuka dan terlihat lah seseorang gadis cantik dengan senyuman yang manisnya.
Tatapan mereka pun terkunci, entah kenapa Calvin merasakan ada yang aneh pada dirinya.
Perempuan itu pun ikut menatap calvin dengan benggong nya.
“ eoh? Kamu suaminya temen aku ya? ” tanya Sabrina dengan nada gugup dan gelisah karena calvin menatapnya dengan dalam.
“ iya.. kenalkan saya Calvin Fanglino, suami dari Ilsya Kanara Beatrix ” jelas calvin dengan senyuman.
“ ohh.. Kamu suaminya Ilsya, ok ayoo kita pergi ” ujar Sabrina dengan tenang.
“ ayoo nona? ” ucapan calvin terhenti.
“ Sabrina Azaxela, panggil aja Sabrina ” tutur nya sambil memperkenalkan nama lengkapnya.
“ baiklah, ayo nona ”
“ Iya ”
_______________________
Di sebuah rumah sakit terlihat sangatlah ramai, karena kedatangan dari CEO besar dari RS langit tersebut.
Tuan lucas Beatrix dengan istrinya sedang menunggu di ruangan samping Repsonis, sementara anaknya yang pertama sedang berada di ruangannya karena begitu banyak Jadwal.
ilsya yang kualahan mengerjakan tugas Nya pun akhir nya memilih pergi meninggalkan ruangannya dan pergi ke luar mencari udara segar.
Setibanya di lobi, benar - benar sangat ramai, banyak para dokter yang menyambut kedatangan CEO yang terkenal kejam, dingin dan arogan itu.
tiba-tiba datang dari lawan arah seseorang laki-laki tampan, hidung mancing, kulit putih, tubuh tinggi, tagap, tegas, dan terlihat seperti berotot menabrak Ilsya sehingga terhuyang ke belakang.
“ aww ” kaget ilsya ketika tubuhnya jatuh ke belakang, ia pun menutup matanya rapat-rapat.
Dari suasana yang ramai tadi tiba-tiba menjadi mengcengkram, tidak ada satu orang pun bersuara di situ, sunyi, hening seketika.
__ADS_1
Bersambung.