CINTA SUCI TERKOYAK

CINTA SUCI TERKOYAK
BAB 4


__ADS_3

Di dalam mobil terlihat sunyi, tidak ada yang memulai pembicaraan sehingga Calvin pun mulai memecahkan keheningan.


“ kamu bukannya sudah menikah ya? ” tanya Calvin dengan hati-hati karena takut menyinggung sahabat dari istrinya itu.


“ ya tuan, saya sudah menikah karena perjodohan dari keluarga ” jelas Sabrina sambil menunduk.


“ pipi kamu? Kenapa bisa bengkak? Seperti bekas pukulan? Atau selama ini suami mu melakukan KDRT ke kamu? ” tanya calvin dengan menyelidik, pasalnya calvin sangat kasihan ke sabrina yang kondosinya sedikit memperihatinkan.


“ emm engga tuan, cuma masalah sedikit aja dia main tangan ” ujar sabrina dengan bijak.


Sementara Calvin hanya menganggukkan kepala nya saja tampa menjawab lagi, takutnya sabrina nanti menjadi terbawa oleh suasana.


Tatapan mereka pun terkunci ketika sang pria menangkap tubuh munggil dengan wajah khas dingin dan datar tidak ada Ekspesi sedikit pun.


“ cantik ” guman pria itu dengan ekspresi datarnya dan menatap tajam ke arah gadis itu.


Gadis itu pun langsung sadar dan mulai membungkukkan badan nya sebagai tanda permintaan maaf karena menabrak nya.


“ Nara? Kamu gpp kan? ” tanya Karin Beatrix dengan cemas ke putri nya


“ engga mom.. Aku baik-baik aja, kalian apa kabar mom, dad? ” tanya ilsya sambil tersenyum tenang


“ kabar kami baik sayang, yaudah sekarang kamu ke ruanganmu, mommy sama dad mau bicara sebentar sama tuan Sky Alexander dulu ” jelas tuan Lucas dengan senyuman tenang nya meski anaknya sudah berbuat kesalahan.


“ Ya.. tuan saya permisi dulu ” jelas nya dengan senyum canggungnya

__ADS_1


“ Dave ” suara dingin pria bernama Sky Alexander dengan mengcengkram.


“ Ya tuan ” jawab pria di belakang Sky Alexander sambil menatap tuan nya yang sedang berkode.


Pria bernama Dave itu pun mengerti kode dari Sky, dan ia pun meminta pamit untuk ke kantor mengurus yang di inginkan sang tuan muda.


“ mari tuan kita berbicara ” ujar Lucas dengan sikap tenang dan tersenyum lembut ke Sky.


Awal nya Lucas dengan Karin ingin menjodohkan ilsya dengan Sky tetapi terlambat karena ilsya sudah mempunyai calon tersendiri.


Sky tidak membalas apa pun, ia hanya berjalan acuh ke depan ke suatu ruangan, dengan di susul oleh lucas dan Karin.


“ Nyonya Arin? Tuan lucas? ” ujar Sky saat sampai di ruangan tersenyum melihat mereka yang sudah memasuki ruangan.


“ Ya nak? Kenapa? Maafkan ilsya tadi ya ky.. Dia ga sengaja ” titah Karin dengan lembut.


“ paman? Apa kabar? Lama tidak bermain ke rumah ” jelas sky dengan tersenyum.


Ya.. Itu Benar-benar Sky Alexander, seseorang pria yang selalu di anggap dingin, kejam bahkan argont di kota ini, bagaimana bisa tersenyum? Prinsip Sky ketika orang itu tidak menyinggung atau menyakiti dia maka ia akan baik kepada mereka.


“ baik nak? Wahh makin dingin aja kamu persis dengan dad mu ” simpul Lucas dengan tenang.


“ masih sayang Nyawa kan paman? ” suara Sky mulai dingin ke lucas. Sementara lucas hanya terkekeh pelan.


_____________________

__ADS_1


Drtttt!! Drrttt!! Drrtt!!!


Suara ponsel berdering sejak tadi membuat seseorang gadis yang melamun membuyarkan lamunannya dan menatap ke arah ponsel yang tertera nama 'suamiku'


“ halo mas? gimana tadi? ” ujar ilsya dengan suara tenang dan ceria.


“ Ya sayang, ini temen kamu udah mas jemput dan sekarang ada di Kanara Hospital ” tutur Calvin dengan lembut.


“ ohh yaudah mas suruh aja ke ruangan mu dan istirahat dulu, takut nya nanti kecapeean ” jelas Ilsya dengan nada tulus.


“ iya, yaudah aku tutup dulu ya sayang , semangat bekerja sayangku babay ” ujar Calvin dengan nada alay dan menutup telpon secara sepihak.


Sementara Ilsya hanya menggelengkan kepalanya pelan, dan terkekeh kecil, ia pun memandangi poto di mana ia dengan Calvin sedang berpelukan mesra.


“ apakah harus ku kubur perasaanku ini? ” guman seseorang pria dengan wajah intensif menatap ke arah ilsya yang sedang memandangi poto nya dengan suaminya.


____________________


“ masuk dulu nona sabrina, nanti sekitaran sore akan ke rumah saya bagaimana? ” tawar Calvin dengan lembut.


“ Ya tuan tidak apa ” jelas nya sambil berjalan di belakang Calvin, sementara calvin berjalan di depan ketika calvin berhenti, Sabrina pun menabrak dada bidang Calvin yang wangi nya sangat candu.


“ kenapa wangi Vanilla nya segar sekali ” gumam Calvin sambil mencium rambut Sabrina yang terurai indah.


“ kenapa wangi nya seperti ku kenal? ” gumam Sabrina dengan wajah memerah.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2