
Pagi yang indah di sambut denganmatahari yang hangat terasa menyentuh sekali.
"cuaca hari ini sangat cerah" ucap Qin dalam hati
Hai, perkenalkan namaku Qinesta aku adalah anak bungsu di keluarga ku, aku mempunyai seorang kembaran, ya dia adalah kakak ku. Aku dan kembaran ku tinggal bersama ayah,karena setelah kami lahir ibu meninggal dunia, karena ibu memiliki penyakit.Pada saat itu ayah begitu terpukul beliau sering menangis ketika melihat kami, bahkan sampai saat ini kurasa aku sering melihat ayah menangis sambil melihat foto almarhum ibu. Beliau tidak bisa menahan kesedihan itu, begitupun kami merasa ikut bersedih.
Setelah umur kami beranjak dewasa aku dan kakak ku mengambil jurusan kuliah yang berbeda, kakak ku mengambil jurusan kedokteran sedangkan aku mengambil jurusan kesenangan.
Hari pertama kuliah
"Kianaa,Qinn,bangun nak" teriak ayah dari luar kamar sambil mengetuk pintu.
Qin terbangun dan langsung bergegas menuju kamar mandi,sedang Kiana ia masih di tempat tidur.
Setelah Qin keluar dari kamar mandi ia bergegas mengganti pakaian lalu keluar kamar dan menuju meja makan.
"Pagi Qin" ucap ayah sembari tersenyum
"pagi juga ayah" membalas senyuman sambil menarik kursi dan duduk di depan ayah
"Qin,diamana Kiana? " tanya ayah
"Kiana masih tertidur lelap,yah." jawab Qin
"Sebelum kamu sarapan, boleh gak kamu bantu ayah?" kembali bertanya
"Tentu saja,yah.Apa yang bisa aku bangun?" jawab Qin berbalik bertanya kepada ayah
__ADS_1
"Tolong bantu bangunkan Kiana dia akan terlambat jika tidak bangun sekarang juga,bukankah hari ini hari pertama kalian kuliah?" ucap ayah
"Baik ayah" mengangguk dan beranjak naik tangga untuk ke kamar Kiana
~Kamar
"Kiana,ayo bangun,nanti Lo kesiangan" ucap Qin sambil membuka Gorden kamar
"ihhh silau" Kiana menutup mata
"Ayo bangun" menarik selimut Kiana
"Apaan sih Qin,gue ngampus nanti siang,kalo mau pergi ya duluan aja" Kiana menarik kembali selimut
"Lahh,ngapa gak ngomong dari tadi sih" sedikit kesal dan meninggalkan Kiana di kamar nya
Qin pun kembali menuju ruang makan
"Ohh begitu ya, maaf ayah tidak tau" balas ayah dengan sedikit menahan tawa
"Oh iya ayah,aku sudah terlambat aku akan pergi bersama Reza,aku duluan" berlari ke pintu depan dan memakai sepatu nya.
"Sarapan mu?" teriak ayah
"Aku akan sarapan di kantin,yah" Qin berteriak dari luar
membuka pagar
__ADS_1
"Eh, kebetulan Qin, gue baru aja mau teriak nama Lo"ucap Reza
"Hehe,soryy. Ya udah kita berangkat yuk." ucap Qin
"Ayo" jawab Reza
merekapun masuk ke dalam mobil
∆oh iya aku belum perkenalkan Reza siapa,jadi Reza itu dulunya satu SMP dengan Qin,jadi mereka adalah teman dekat∆ ok,lanjut ke ceritanya~
"Jalan pak!" ucap Reza ke pak Uya (supir pribadinya Reza)
Mobil pun berjalan,,di perjalanan Qin dan Reza membicarakan tentang karya seni lukis yang baru saja masuk kategori terindah di kampus kami dan tak terasa saat kita berbincang di mobil telah berhenti, tentu saja Qin dan Reza sudah sampai di Kampus
"sudah sampai" ucap pak Uya
setelah itu kami pun masuk ke kampus dan di hari pertama ini kami di sambung dengan kakak senior kami mereka mempersilahkan kami menuju ke lapangan untuk pelantikan murid baru
Qin dan Reza bergegas menuju barisan masing-masing tapi tetap saja mereka tak terpisah mereka berdiri bersebelahan.
setelah itu upacara pelantikan murid baru pun di mulai.....
setelah berdiri dilapangan kira-kira 25 menit tiba-tiba
Brukk,,Qin jatuh pingsan
∆ok teman-teman sampai sini dulu ya,cape,haha∆
__ADS_1
∆jangan lupa like,aku butuh dukungan kalian∆
∆Terimakasih∆