Cinta Tak Tersampaikan

Cinta Tak Tersampaikan
part 2


__ADS_3

"Qin,apa kamu baik-baik saja!"ucap Reza cemas sambil menepuk-nepuk pipi Qin


Lalu petugas PMR dan guru membawa Qin ke ruang UKS, sedangkan Reza ia tetap berada di barisan.


selang beberapa menit kemudian upacara pelantikan murid baru pun selesai


Reza dengan muka panik menengok Qin ke ruang UKS dan di sana Qin sudah terbangun namun masih dalam kondisi muka pucat


∆sedikit penjelasan ibu Kiana dan Qinesta memiliki penyakit Hipertensi dan penyakit itu menurun ke Qinesta∆


Reza perlahan menghampiri Qin dan duduk di sebelahnya .


"Qin,lu baik-baik aja kan?" ucap Reza dengan perlahan


"Gue baik,Za" Sembari tersenyum dengan bibir pucat nya itu


"Lu kenapa? Apa yang lu rasakan?" tanya Reza dengan penuh kecemasan


"Kepala gue agak pusing,tapi gue baik-baik saja" masih tetap dengan senyum nya yang hangat


Tak lama mereka berbincang bel berbunyi "ting ting ting...


"lu mau ke kelas atau tetap di sini?" Reza kembali bertanya


"Ini hari pertama gue,pasti gue masuk,gue gak mau buat papa kecewa" ucap Qin


"Apa lu udah gak pusing?"Reza masih bertanya karena cemas


"Gue baik-baik saja,Za" tersenyum dan mengelus punggung Reza agar lebih tenang


"Ya udah sini gue bantu ke kelas lu" ucap Reza

__ADS_1


"Ayo" Qin berdiri


Reza membantu Qin ke kelas, sayangnya Qin dan Reza berbeda kelas


~Kelas Qin


"Gue antar sampe sini gapapa kan?"ucap Reza


"Gapapa, makasih,Za" tersenyum dengan lembut


setelah itu Reza bergegas menuju ruang kelas nya.


Qin masuk ke kelas dan tiba-tiba semua pandangan menuju ke Qin. Lalu Qin duduk di kursi depan dekat kaca dan berhadapan dengan meja dosen.


~ruang kelas Reza


Tak harus berbincang-bincang lama semua teman Reza langsung akrab dengannya baik laki-laki maupun perempuan.


"ting ting ting..."


semua orang keluar dari ruang kelas


Ada yang pulang dan ada juga yang masih menunggu kelas siang


~Rumah Kiana dan Qinesta


Kiana terbangun dari tempat tidurnya dan bergegas ke kamar mandi lalu mengganti pakaian dan segera menuju ruang makan, Kiana hanya mengambil sepotong roti dan langsung berlari menuju ke luar rumah, Kiana berlari dengan bersemangat.


Lalu di jalan dia bertemu dengan seorang,ia menyapa Kiana lalu mengajak nya pergi bersama


orang yang menyapa Kiana adalah paman nya ia adalah seorang dosen di kampus nya Kiana

__ADS_1


"kebetulan sekali kamu lewat" ujar paman


"iyah paman,boleh kah aku menumpang hingga depan gerbang kampus?" tanya Kiana


"Tentu saja boleh kau adalah anak dari sahabat ku"ujar paman dengan senyum


Kiana tersenyum


Kiana dan paman nya bergegas menuju kampus


sesampainya di sana Kiana yang sikapnya sedikit dingin menunjukkan wajah sombong nya.


"Berikanlah senyum mu yang manis itu nak" ucap paman sambil mencubit pipi Kiana


"Tidak paman,aku akan tetap seperti ini" ujar Kiana sambil menahan tawa


"Kau adalah gadis cantik tidak boleh seperti itu, biarkan semua orang tau betapa manisnya senyum mu itu" kembali mencubit pipi Kiana sambil tertawa


"Aww sakit paman, baiklah aku akan tersenyum sesekali" berlari menjauh paman nya agar tidak di cubit lagi


Kiana pun bergegas pergi ke ruang laboratorium nya bersama dengan teman-teman yang lainnya


sedangkan di sisi lain Qin dan Reza sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah Qin, mereka pulang karena jam pelajaran hari ini hanya pagi saja.


sampai sini dulu ya teman-teman


terimakasih telah membaca


Jangan lupa like dan komen


dukungan dari kalian adalah yang terbaik

__ADS_1


__ADS_2