
sesampainya di depan rumah Qin mereka keluar dari mobil
~Rumah Qinesta
"Qin,gw cuma ngantar samper depan gerbang rumah aja ya,gw ada kegiatan lain hari ini gak bisa mampir dulu, sorry ya".
"Iyah gapapa,Za. gw masuk duluan ya,bye" melambaikan tangan
"bye,Qin" kembali masuk ke mobil
Qinesta masuk ke dalam rumah dan melepas sepatunya lalu berjalan menuju ruang makan dan duduk di ruang makan seorang diri.
Qinesta membuka tas nya lalu mengambil sebuah botol kecil berisi *obat hipertensi* dan lalu mengambil gelas dan menuang air lalu meminum obat itu, setelah itu ia membuka buku catatan harian nya lalu menulis sesuatu.
Setelah itu Qin tertidur di meja makan dan mencoba menenangkan diri agar sakitnya tidak kembali Kambuh.
>sore harinya sekitar jam 16:19<
Qinesta terbangun dari tidurnya dan melihat ke arah jam lalu ia bergegas ke kamarnya membersihkan diri dan mengganti pakaian nya.
Setelah itu Qin bergegas ke luar rumah dan berpapasan dengan ayahnya yang baru saja pulang dari tempat kerjanya
__ADS_1
"Qin,kamu mau kemana" menghentikan langkah Qin yang sedang tergesa-gesa
"Aku harus membeli peralatan melukis,yah" menjawab dengan lembut
"mengapa harus se sore ini Qin? masuk!!" ucap ayahnya dengan tegas
"baik ayah" kepala menunduk sambil membuka pintu lalu masuk kembali ke dalam rumah dan beranjak ke kamar nya.
Sebenarnya ayah Qin tidak setuju dengan hobi melukis nya Qinesta, karena dari buyut,kakek,nenek nya Sampai ayah nya beserta ibunya adalah keluarga yang menjadi dokter atau ilmuwan,makannya ayah Kiana dan Qinesta selalu memarahi Qinesta jika terus-menerus melukis, karena beliau ingin anak nya menjadi dokter atau ilmuwan seperti dirinya dan ibunya.
Di kamar Qin duduk di sebelah jendela lalu menangis "mengapa ayah selalu membedakan aku dengan Kiana,dia selalu bebas pergi ke mana saja dan pulang hingga larut malam"/ucap batin/
Tak lama kemudian Kiana pulang dan langsung masuk ke kamar lalu ia membuka gorden yang membatasi tempat tidur Qinesta dan Kiana
Qin langsung menghapus air mata dengan cepat "*wahh kenapa lu pura-pura gitu,Ki?" ikut tertawa kecil melihat saudaranya sedang senang
"Iyah karena gw mau pilih-pilih dulu mana yang baik" kembali tertawa dan melanjutkan ceritanya
mereka berdua pun tertawa bersama Qin melupakan kejadian nya hari ini dan kembali riang gembira*.
Lalu setelah Kiana selesai bercerita, mereka langsung pergi ke ruang makan dan seperti biasanya sudah ada ayah mereka menunggu
__ADS_1
"selamat malam ayah" ucapnya berbarengan
"malam juga anak-anak ayah" balas ayah dengan tersenyum
Kiana dan Qinesta pun duduk di kursi lalu menyantap makanan yang sudah tersedia.
Setelah makan malam Kiana bercerita tentang hari ini kepada ayah nya dengan senang hati sedangkan Qinesta hanya diam mendengarkan dan kadang-kadang ia tersenyum
"Qin ke kamar duluan,ya" ucap Qin sambil menunduk dan berjalan menuju kamar tidur
"Kenapa Qin,apa lu gak mau cerita dulu pengalaman lu hari ini sama ayah?" melihat ke arah Qinesta yang murung
"Gw udah cerita tadi,Ki" tersenyum ke arah ayah nya
dan ayah nya pun mengangguk
"Bahagia banget jadi lu,Ki" /ucap batin Qinesta/
ok,segini dulu ya teman-teman, makasih yang udah baca jangan lupa tinggalkan jejak dan dukung saya
komen dan like di bawah ya, dukungan kalian memang yang terbaik
__ADS_1
mohon maaf bila ada kesamaan nama atau kesalahan lainnya
~salam hangat author Via^^