Cinta Tak Tersampaikan

Cinta Tak Tersampaikan
part 8


__ADS_3

Malam itu mereka bertiga makan bersama,lalu Reza sedikit menceritakan materi pelajaran yg Qin lewatkan hari lalu dan merekapun tidur.


Pagi harinya


Qin terbangun dari tidurnya melihat ke arah Reza yang tidur di kursi sambil memegang tangannya dan tersenyum.



Lalu Qin melirik ke ayahnya yang tidur di kursi panjang tanpa menggunakan selimut.Beberapa saat setelah itu suster datang untuk memeriksa Qin dan di situ Reza belum bangun sedangkan ayahnya pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka.



Setelah pemeriksaan dan suster keluar Reza pun terbangun.


"Qin,lu udah bangun?" tanya Reza sambil mengucek mata nya.


"Yah,sudah dari tadi" Qin tersenyum.


"Om kemana?" melihat ke kursi panjang tempat ayah Qin tidur.


"Ayah pergi ke kamar mandi,mungkin sembari beli sarapan" jawab Qin.


"ohh,gue juga mau ke kamar mandi dulu lah" sambil menguap.


Qin mengangguk


Lalu beberapa menit kemudian Ayahnya Qin dan Reza kembali. Merekapun sarapan pagi dan Reza menyuapi Qin.


.


Siangnya Qin di perbolehkan pulang oleh dokter dan ayah nya Qin pergi ke tempat resepsionis untuk membayar biaya rawat inap dan obat Qin sedangkan Reza ia berberes dan membantu Qin untuk jalan ke luar.


Sesampainya di rumah

__ADS_1


Di dalam sudah ada Kiana duduk di ruang tamu menyambut kita yang baru saja pulang.


"Hai Qin,lu baik-baik aja kan?' tanya Kiana sambil menghampiri Qin.


"Gue udah baikan ko" jawab Qin.


"Udah,lu mending istirahat dulu" salip Reza.


"Ya udah,gue ke kamar dulu ya Za,Ki" ucap Qinesta


Qinesta pun pergi ke kamar tidur nya untuk istirahat sedangkan di ruang tamu Reza, Kiana dan ayah masih mengobrol dan setelah beberapa menit Reza pun meminta izin untuk pamit pulang ke rumah


"Om,Kia, saya pamit pulang dulu ya. Besok saya kesini lagi untuk menengok kondisi Qin." ucap Reza sambil bersalaman dengan ayahnya Qin.


Malam harinya Kiana membawakan makanan untuk Qin. Lalu menyuapi Qin dan memberikan Qin obat yang tadi dari dokter.


"Gimana Qin,enakan?" tanya Kia.


"Besok lu mau pergi ke kampus?" tanya Kia sedikitnya sedih.


"Mungkin tidak" jawab Qin.


"Benarkah? baiklah akan ku beritahu Reza. Cepat sembuh yah" tiba-tiba raut muka Kiana berubah 90° menjadi ceria.


Setelah makan malam Qin mengambil buku diary nya dan menuliskan beberapa hal tentang hari-hari yang ia lalui. Lalu Qin beristirahat lagi.



Dua hari berlalu semuanya merasa biasa saja tidak ada yang menyenangkan bagi Qin,ia hanya duduk di dekat jendela kamarnya dan menatap ke luar.


Siang itu Reza datang ke rumah Qin untuk mengajaknya makan dan minum di kafe ayahnya. Qin pun sedikit gembira lalu mereka meminta izin kepada ayahnya Qin dan ternyata Kiana juga akan ikut.


Merekapun segera menuju kafe.

__ADS_1


Di kafe mereka di sambut oleh beberapa pelayan yang sangat ramah dan sangat sopan santun.


Kiana dan Qinesta pun di izinkan mencicipi semua menu di sana bahkan ayahnya Reza ikut turun menyiapkan nya.


"Hai nak"ucap ayahnya Reza kepada saudara kembar itu.


"Hai om" jawab mereka serentak.


"Bagaimana kabarnya om?" tanya Qin dengan ramah.


"Tentu saja saya baik. Bagaimana dengan mu Qin,bukankah kemarin kau sakit?" ucap Ayahnya Reza sambil tertawa kecil.


"Qin baik ko om,dia cuma agak manja" potong Kia


Qin hanya tertawa kecil setelah mendengar kata-kata itu dari saudaranya.


"Qin lu ke luar dulu kek, atau kemana gue mau PDKT sama Reza." Bisik Kia kepada Qin.


Qin mengangguk


"Za,gue mau ke toilet,di sebelah mana toilet nya?" tanya Qin


"Toilet? hmm di sebelah kanan lurus aja dikit terus belok kanan,ok?!" jawab Reza.


"Ohh oke, makasih Za." ucap Qin .


Qin pun pergi ke toilet meninggal Reza dan Kia.


Hai teman-teman semua terimakasih atas dukungan nya dan untuk yang baru bergabung jangan lupa like,komen dan shere ya.


Makasih banget


Salam hangat author Via><

__ADS_1


__ADS_2