Cinta Tak Tersampaikan

Cinta Tak Tersampaikan
part 10


__ADS_3

***My Diary


Hai sahabat ku


Hari-hari ku kali ini terasa begitu berat,aku harus melalui semuanya dengan sabar.


Apa aku di takdir kan seperti ini?


Dan mengapa Ayah selalu mengekang kebebasan ku, sedangkan Kia,ia selalu saja diberikan kesempatan oleh ayah.


Sepertinya hanya Kia anak kesayangan ayah.


Ayah,,aku hanya ingin seperti mereka,yang bisa menunjukkan semua bakat yang aku punya,bukan seperti yang ayah mau. Ayah, aku sudah dewasa. Aku bisa menjaga diriku sendiri. Aku juga bukanlah anak kecil seperti dulu lagi yang menangis hanya karena terjatuh.


tertanda Qinn***.


Setelah menulis Qin pun langsung berbaring ke tempat tidur nya untuk beristirahat.


Pagi harinya...


Seperti biasa Qin bangun awal sedang Kia ia masih tertidur pulas. Qin turun ke ruang makan di sana sudah ada ayahnya duduk sambil memakan Roti bakar yang ia buat sendiri.


"Dimana Kia?" Tanya ayah yang memulai percakapan.


"Masih tertidur" jawab Qin sembari duduk.


Ayah pun langsung berdiri dari kursinya dan menuju kamar, sepertinya ia akan membangun Kia.


Karena lama menunggu Ayah dan Kia akhirnya Qin sarapan pagi duluan. Lalu ia pergi ke depan pintu lalu memakai sepatunya.


Setelah beberapa menit Kia dan Ayah turun lalu mereka sarapan dan sedikit berbincang. Sedangkan Qin ia duduk di teras depan menunggu mereka berdua.


Pagi itu seperti biasa Reza datang menjemput Qin,di Depan gerbang ia hendak berteriak tapi Qin sudah ada di depannya jadi Reza tidak berteriak.

__ADS_1


"Qin ayo berangkat" ucap Reza seperti biasanya.


"Maaf Za,kata ayah gue harus pergi bareng sama beliau dan sama kia" jawab Qin.


"Yah,,lu di hukum lagi ya?" Tanya Reza ceplas-ceplos.


"Suttt nanti ayah dengar lu kena juga"Qin mencubit pipi Reza.


"Duh duh duh,sakit tau" pipi Reza merah karna cubitan Qin.


"Udah lu berangkat duluan aja,nanti di kampus kita ketmu juga kan" kata-kata Qin yang sangat pelan.


"Ya udah, bye. Gue duluan" Reza masuk mobil dan melambaikan tangannya.


"Ada siapa Qin?" Teriak ayah dari depan pintu rumah.


"Ada orang yang minta sumbangan,yah" Jawab Qin berbohong.


Setelah itu Qin,Kia dan ayahnya pergi berangkat bersama.


Lalu ayah dan Qin melanjutkan perjalanan ke kampus Qin. Sesampainya di sana Qin berpamitan pada ayahnya lalu mencium tangan ayahnya dan masuk ke kampus.


SMS


"Za, sebelum masuk temui gue dulu di kantin"


Ting..pesan terkirim.


Setelah itu Reza membacanya dan pergi ke kantin menemui Qin.


"Hai Za" ucap Qin sambil melambaikan tangan.


Reza yang melihat langsung menghampiri Qinesta.

__ADS_1


"Om udah pulang,Qin?" tanya Reza sambil melihat kanan kiri.


"Udah" jawab Qin.


"Lu masuk kelas siang kan hari ini?" tanya Reza.


"Iyah,jadi rencananya gue mau ke toko alat melukis dulu, soalnya kuas sama cat air punya gue udah habis dan hari ini ada praktek." Qin menjelaskan.


"Terus apa masalahnya lu nyuruh gue ke sini,tinggal beli aja kan. Kalo gue sih praktek nya pagi ini jadi udah siap semuanya" jawab Reza.


"Lu tau kan. Tempat biasa gue beli cat air untuk melukis itu Deket rumah gua dan Deket juga sama kafe yang biasa ayah gue mampir, kalo ayah gue tau,gua gak bakalan di kasih izin." Qin yang menjelaskan secara singkat.


"Jadi, lu maunya gimana?" tanya Reza


"Bisa gak kita tukar tempat? Gue masuk ke kelas lu pagi ini dan pinjam alat lu, nanti gue ganti deh semuanya"


"Oke setuju,tapi lu yang minta izin sama dosen ya" jawab Reza.


"Oke itu urusan gue. Nih uang nya,beli barang yang kayak gue pake aja ya" Qin memberikan sejumlah uang kepada Reza.


"Siap" jawab Reza.


Lalu Reza dan Qin berpencar,Qin menuju ruang dosen sedangkan Reza ia pergi ke toko alat melukis.


Hai teman-teman gimana kabarnya?


Semoga baik-baik aja ya


stay terus ya di novel aku.


Jangan lupa like komen dan shere ya.


Terimakasih semuanya dukungan dari kalian adalah penyemangat ku.

__ADS_1


salam hangat author Via><


__ADS_2