Cinta Tak Tersampaikan

Cinta Tak Tersampaikan
part 6


__ADS_3

Setelah mengingat tempat itu Reza langsung bergegas ke taman Yanola tempat yang selalu Qin ceritakan ke padanya.


Taman Yanola adalah tempat berkumpulnya para seniman yang ahli dalam bidang musik dan seperti hari-hari sebelumnya mereka sedang memainkan alunan musik dari biola.


Seperti biasanya ia tengah duduk di bawah pohon rindang itu sambil menangis dan berbicara dengan ranting kering. Reza langsung menghampiri Qinesta,duduk di sebelahnya dan memegang tangannya.


"Qin,apa yang terjadi?" Tanya Reza dengan raut muka yang lega setelah bertemu dengan Qin


Qin segera menghapus air mata nya,lalu tersenyum kepada Reza.


"Ceritakan" ucap Reza dengan lembut kepada gadis di depannya


Qin menahan bulir air mata nya dan tak lama ia menangis memeluk Reza yang ada di depannya.


"Ayah kembali melarang ku melukis,Kia menemukan lukisan yang kamu buat hari itu" mencoba menjelaskan meski sedang menangis tersedu-sedu.


"Bagaimana Kia bisa menemukan lukisan itu?" tanya Reza dengan sedikit rasa bersalah


"Aku lupa menyimpan nya kembali ke lemari" melepaskan pelukan dan menunduk melihat ke rumput-rumput yang sedang ia duduki


"Sudahlah,jangan menangis,aku akan menjelaskan semuanya kepada ayah mu" mengelus rambut gadis yang ada di depannya


"Jangan!!" Berbicara sedikit keras sambil melihat ke arah Reza


"Aku takut jika nanti ayah tidak mengizinkan kita berteman lagi dan ia akan semakin marah padaku" kembali menundukkan kepalanya

__ADS_1


"lalu bagaimana? Aku harus bagaimana?" tanya Reza


"Sebaiknya kita tidak usah bertemu dulu"ucap Qin perlahan dan beranjak pergi meninggalkan Reza sendirian di taman dengan alunan musik yang menambah suasana semakin larut dalam kesedihan.


Keesokan harinya


~Rumah Reza


"Za,ibu akan ke Belanda hari ini, bertemu ayah dan calon kakak mu" ucap Ibunya Reza yang bernama Tante Winna


"Iya Bu."menganggukkan kepalanya


"Jangan nakal, belajar yang baik 3 bulan lagi ibu akan membawa ayah dan kakak mu ke sini"ucap Winna sedikit menjewer telinga Reza.


"Eh eh iya,Bu. aku sudah dewasa Bu" ucap Reza yang tadinya anak semata wayang sekarang akan memiliki kakak tiri


Lalu ibu nya pergi membawa koper-koper yang berisi pakaian dan Reza kembali ke kamarnya karena hari ini pembelajaran kampus nya berganti jam menjadi jam siang.



Reza mengambil buku-buku tentang sejarah lukisan lukisan yang indah lalu membacanya sambil menikmati Kopi yang ia bikin sendiri.



***Oh iya guys jadi gini ayah sama ibunya Reza udah bercerai dan kini ibunya mau nikah lagi sama orang yang di Belanda itu, sebenarnya dia orang Indonesia tapi Bekerja di Belanda sekaligus punya buyut orang Belanda juga. Sedangkan ayahnya,beliau sudah menikah sejak lama setelah bercerai dan ia punya beberapa kafe di beda-beda tempat dan salah satunya akan di wariskan kepada Reza***.

__ADS_1



*Disisi lain Qin sedang meratap ke luar jendela melihat daun kering yang berjatuhan ke bawah*.


Mengingat kejadian kemarin ia semakin terbawa suasana dan kembali menangis.


Cuaca hari ini sangat cerah, namun Qin tidak di izinkan ke luar rumah karena ayahnya masih menghukumnya.



Lalu Qin menuruni tangga dan menuju ke dapur,mengambil makanan manis di lemari es dan memakannya cukup banyak.



Tak lama kemudian Qin merasa pusing lalu mencoba meraih gelas untuk minum, tetapi ia sudah tak kuat lagi dan terjatuh pingsan.



***sebenarnya ayahnya telah melarang Qin untuk memakan makanan yang manis apalagi pemanis buatan karena itu sangat memicu timbulnya hipertensi***, namun Qin melanggar nya karena ia sudah bosan dengan peraturan yang ayah nya berikan kepadanya.


maaf ya ceritanya singkat banget soalnya seminggu ini sampai kedepan aku sibuk hhe'-'


makasih yah yang udah mampir


jangan lupa like dan komen

__ADS_1


Dukungan dari kalian adalah penyemangat ku


~salam hangat Author Via^^


__ADS_2