
Reza pun mengantar Kiana ke kampusnya lalu menurunkannya di depan gerbang kampus.
Kiana turun dari mobil
"Makasih Za,udah nganter gw" sambil senyum.
"Sama-sama Ki,lagian lu kakak nya sahabat gw"membalas senyum.
Tiba-tiba ada temen Kiana yang menghampiri
"wahh ada yang di antar sama pacarnya nih" syerill menahan tawa
"Ehh bukan-bukan,dia cuma sahabat Ade gw" ucap Kiana sambil memukul-mukul tas syerill
"Iya sahabat Ade lo,tapi pacar Lo kan" syerill tertawa lepas
di sela-sela percakapan mereka yang sangat akrab Reza lalu memotong pembicaraan
"ok,gw pamit ya,takut telat" menjalankan mesin mobil.
"iya Za,bye" Kiana melambaikan tangan.
Syerill dan Kiana pun masuk ke kampus
sesampainya Reza di kampus
ada temen nya Qin menghampiri
"Pagi Za" melambaikan tangan dari arah yg agak jauh
__ADS_1
"pagi" menghampiri
"Tumben Za,gak bareng sama Qin?" tanya Reina bingung
"Lah, bukannya Qin dah ke kampus Pagi-pagi ya?" Reza mulai panik
"Gw dah datang dari tadi tapi gw gak ketemu sama Qin" masih bingung
"Ya udah,kita cari di sekeliling kampus aja sebelum masuk" Reza menyarankan
"Oke gw bantu "
Mereka berdua pun berpencar
Disisi lain Qin sedang duduk di bawah pohon rindang dan menangis sambil memainkan ranting kering yang jatuh di depannya. Ia menganggap bahwa ranting kering itu sebagai seorang sahabat nya.
"Andai kau tau apa yang aku rasakan sekarang ini, mungkin kamu juga akan menangis seperti ku" kata Qin berbicara pada ranting kering dan ada sedikit getar dalam kata-katanya.
Sementara itu di kampus Reza dan Reina tidak menemukan keberadaan Qin dan memang Qin tidak masuk kampus hari ini.
Seketika lonceng berbunyi,lalu Reza dan Reina menyerah dan akan mencarinya nanti setelah pelajaran usai.
Sepulang dari kampus Reza segera menuju mobil nya lalu menjalankan mesin mobil nya dan hampir menabrak seseorang untung saja tidak kena.
Reza mengingat kembali tempat-tempat yang Qin suka datang, akhirnya ia memutuskan ke perpustakaan biasa mereka belajar namun tidak ada,lalu mencari di toko peralatan melukis juga tidak ada,Reza akhirnya pergi ke tempat pameran seni tapi juga tidak ada lalu berhenti sejenak di Kafe ayahnya yang suatu hari nanti kafe itu akan jadi miliknya.
Masuk ke dalam kafe dengan keadaan murung,lalu ayah nya menyapa nya.
"Nak,mengapa kamu disini ? Apa kmu sedang menunggu seseorang untuk berkencan" Ayahnya bergurau tapi Reza hanya diam
__ADS_1
"Maaf nak,ayah hanya bercanda,ada apa? sepertinya ada masalah?" kini ayahnya beranjak duduk di sebelahnya lalu berbicara serius
"Qin hilang" ucap Reza sambil menunduk
Ayahnya seketika kaget karena Qinesta adalah teman Reza dari semasa SMP nya dan sifatnya begitu baik dan lembut.
"Lalu apa kau sudah mencarinya?" kembali bertanya serius Kepada Reza
"Aku sudah mencarinya ke tempat-tempat yang Qin suka,tapi aku tidak menemukan nya,dan lagi ia tidak membawa ponsel nya" ada sedikit rasa kecewa.
"Coba ingat-ingat kembali mungkin ada yang kau lewatkan" ayahnya menyemangati Reza
Saat itu Reza kembali berfikir dan tiba-tiba ia mengingat suatu tempat
"Aku menemukan nya" Reza semangat dan langsung pergi ke luar kafe meninggalkan ayahnya begitu saja
"Haduh anak ku ini" Ayahnua menggelengkan kepalanya
ok guys sampe segitu dulu
update nya kira-kira dua hari sekali,hhe
btw guys Poto profil yang aku pake itu karya temen aku,kita berdua kerjasama
pembuat gambar: Siti R
Makasih ya semuanya jangan lupa like dan komen
mohon bantuannya jika ada salah kata
__ADS_1
~salam hangat Author Via^^