Cinta Tak Tersampaikan

Cinta Tak Tersampaikan
part 9


__ADS_3

Malam itu Qin hanya duduk di WC sambil mendengarkan musik dari luar yang terdengar jelas.


Sedangkan Kiana ia sedikit berbincang-bincang dengan Reza dan duduk semakin dekat,tapi Reza menolak lalu Reza menjauh dari Kiana.


"Kenapa sih Za?" tanya Kiana dengan tatapan sinis.


"Lu yang kenapa Ki,lo ngegeser mulu ke deket gua?!" jawab Reza.


"Gue mau lebih dekat ama lu!!" Kia memalingkan wajahnya.


"Bisa kan gak usah nempel-nempel!" Reza mulai sedikit emosi.


"Lu ko marah sih" nada suara yang keras hingga semua orang yang ada di sana melirik ke arah mereka. Reza merasa malu dan kecewa telah mengajak Kiana,lalu Kiana pun di minta untuk pulang oleh penjaga kafe.


"Penjaga!!! tolong bawa perempuan ini ke luar" teriak Reza.


"Za,lu ko gitu sih,gue kan gak salah apa-apa" Kia membujuk Reza.


Reza hanya memalingkan wajahnya. Akhirnya Kiana pulang sendirian tanpa Qin dan beberapa menit kemudian Qin keluar dari WC ia berfikir Reza dan Kia sudah semakin akrab tapi ternyata...


"Za,Kia mana?" Qin melirik ke semua orang yang berada di sana.


"Pulang duluan" ucap Reza sambil memalingkan wajahnya.


"Lah gue di tinggal dong" ucap Qin

__ADS_1


"Gapapa lah biar gak berisik" ucap Reza sinis


"Emang apa yang terjadi?" tanya Qin kebingungan


"kembaran Lo bikin rusuh" jawab Reza


"Oh iya ini udah jam berapa?" tanya Qin sedikit cemas


"Jam 21:30,gawat lu harus pulang sekarang,nanti di hukum lagi" Reza cemas dan langsung mengambil kunci mobil lalu menarik tangan Qin.


Di jalan Reza ngebut karena takut Qin di hukum lagi.


Sesampainya di rumah...


"Gua ikut masuk ke rumah ya,jelasin semuanya ke ayah lu" kata-kata nya sangat bergetar ketakutan.


"Gak bisa gitu Qin." Jawab Reza.


"Udah, percaya aja sama gua ya." Kata-kata Qin yang sangat lembut.


"Kabarin gua ya,kalo kenapa-kenapa."


"Iya Za" Qin tersenyum.


Qin masuk ke rumah,ia membuka pintu pelan-pelan sayangnya ayahnya sudah berada di depan pintu dan Kiana yang ada juga di belakang ayahnya.

__ADS_1


"Yah, aku bisa jelasin". Qin menundukkan kepalanya.


"Kenapa kamu selalu membatah peraturan yang ayah buat?!!" dengan nada bicara yang tinggi lalu menjewer telinga Qin.


Disitu Kia yang merasa kasihan ia membujuk ayahnya untuk tidak memarahi Qin lagi.


"Ma..ma..maaf ayah,aku bisa jelaskan semuanya." Terlihat kantung mata yang menahan buliran air mata yang hendak jatuh.


"Berikan Qin kesempatan ayah" ucap Kia sambil memeluk Qin.


"Sudah!! Masuk kamar,minum obat mu lalu besok biar ayah yang antar kalian berdua ke kampus." kata-kata nya sangat tegas.


"Ayah,kenapa kia juga kena hukum,Kia kan gak telat pulang?!!" Kiana kecewa kepada ayahnya dan Qin.


"Sudah,ikuti kata-kata ayah atau kalian dapat hukuman yang lebih berat lagi." ucap ayah mereka sambil pergi ke kamar tidur nya.


Mereka berdua naik ke atas lalu pergi ke kamar.


"Qin,lu ingat gak, terakhir kita pelukan kayak gini?" ucap kia lembut.


"Yah,itu saat kita masih sekolah dasar,lu pernah hilang dan disitu semua panik dan akhirnya gue nemuin lu di taman" Qin tersentuh dan menangis.


"Iyah,disitu gue ketakutan banget gara-gara kepisah sama ku" Kia sedikit tertawa.


"Maaf Kia dari dulu gue gak bisa jaga lu."kata Qin sambil berdiri dan menutup gorden yang menghalangi kasur tempat mereka tidur.

__ADS_1


Kia menghempaskan tubuhnya ke atas kasur lalu tertidur sedangkan Qin ia meminum obatnya lalu duduk di meja belajarnya dan menulis di buku diary nya.


Qin menulis....


__ADS_2