
Pada pagi itu setelah dosen menyetujui permintaan Qin ia langsung bergegas menuju ke ruangan melukis.
(Ruangan bakat)
Bisa dibilang tidak hanya belajar namun ada ruangan khusus untuk orang yang memiliki bakat/hobi dan bisa di kembangkan di sana.
Pada langkah pertama Qin masuk,ia menemukan sesuatu yang berbeda di ruangan tersebut. "Sebentar,ada yang aneh" ucap batin Qin. Setelah masuk Qin melihat-lihat lukisan di dinding. "Apakah lukisan ini baru? Sebelumnya aku tidak pernah melihatnya" lagi-lagi Qin berbicara pada dirinya sendiri.
"Pagi,Qin" Tiba-tiba seseorang menyapanya.
"Ehk, mawar. Pagi juga" Qin menoleh lantas menjawab sapaan temannya.
Pada saat itu juga mereka sedikit berbincang-bincang dan Qin juga sempat menjelaskan mengapa ia masuk kelas pagi hari ini. Saat mawar berbicara Qin terus saja melirik lukisan-lukisan yang ada di dekat mereka. "Qin? Apa lu gak dengerin gue? Jadi apa pendapat lu?" Mawar bertanya pada Qin yang masih berfokus pada lukisan tersebut. "Qin?" Mawar kembali menegur. "Ehk? Iya,maaf apa tadi ? Lu tanya apa?" Qin berbicara dengan kebingungan.
"Lu gak dengerin gue sama sekali?" Tanya mawar. "Iya,sorry." Qin sedikit tertawa.
"Apa sih yang lu perhatiin dari tadi?" Tanya Mawar sedikit aneh dan penasaran. "Ini gue liat-liat lukisan ini punya nama Putri Rembulan." Ujar Qin.
"Apanya yang aneh sih?" Mawar kembali bertanya. "Iya itu loh lukisan ini baru kan? Soalnya gue baru lihat. Pas pertama kali masuk ke ruangan-ruangan di sekolah ini gue rasa gue gak pernah liat lukisan ini." Jelas Qin pada Mawar.
__ADS_1
Akhirnya Mawar menjelaskan sedikit informasi tentang lukisan itu,memang tidak banyak yang tau tentang lukisan itu,siapa yang melukisnya dan untuk siapa lukisan itu.
"Ohh,jadi beberapa bulan lalu seorang pelukis misterius ngirimin beberapa lukisan ke tiap kampus-kampus di daerah kita? Beserta surat?" Qin semakin penasaran akan hal itu. Tetapi seorang dosen masuk dan memulai pengenalan lanjutan tentang melukis dan lukisan. Akhirnya pembicaraan mawar dan Qin berhenti lalu melanjutkan memperhatikan pemahaman yang sedang di mulai.
...Setelah 3 jam, mereka semua hendak beristirahat terlebih dahulu. ...
Saat Qin hendak berbincang lagi dengan Mawar tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri mawar, ternyata ia pacar nya mawar dari kelas lain. Lalu mengajak mawar pergi ke kantin untuk makan siang meninggalkan Qin sendiri dikelas.
Qin kembali melihat" lukisan lainnya. Ya diantaranya ada lukisan yang tidak bernama Putri Rembulan. Lalu melihat ke lukisan lainnya yang bernama Putri Rembulan. Ia mencoba mengambil lukisan tersebut lalu melihatnya dari dekat. Qin terus memperhatikan lukisan tersebut tiba-tiba.
"Darrr!!!" Qin langsung menoleh.
"Engga ada,gue cuma liat-liat lukisan baru ini" jawab Qin. "Ahaa,baru apa nya sih. Ini mah di rumah papa gue aja ada,bosan gue liatnya." ujar Reza.
"Serius lu,Za?" Qin semakin penasaran tentang lukisan itu. "Iya Qin. lagian apa bagusnya sih lukisan itu? Bagusan juga lukisan gue ya kan" Alis mata Reza terangkat-angkat menyobongkan diri.
"Iya-iya lukisan lu juga bagus ko gak kalah sama yang ini." Qin menyanjung kesombongan Reza dan seketika Reza tertawa. "Ya kan benar. sudah kuduga" ujar Reza lalu kembali tertawa sedangkan Qin hanya mengangguk.
"Ngomong-ngomong lu ngapain di sini bukannya lu masuk dua-jam lagi?" tanya Qin.
__ADS_1
"Ya bosan aja sih nunggu kelas siang. Kan kalo kesini gue bisa jahilin lu" Ujar Reza sambil mencubit pipi Qin.
"aaaaaaaaaaaa,sakit Reza" lantas Qin membalas cubitan Reza.
Setelah sedikit bercanda dengan Reza,semua orang mulai masuk ke ruangan begitupun dengan dosen yang tadi mengajar. Reza pun keluar dari kelas dan melambaikan tangan dari luar jendela pada Qin.
...Lalu pembelajaran kembali dimulai...
Waktu tak terasa akhirnya pelajaran selesai lalu Qin dan Reza bertukar tempat. Dan tepat setelah Qin keluar mobil ayahnya sudah terparkir di depan.
Hai hai hai semuanya>∆<
sudah lama yah tidak update
mohon maaf saja ya
Terimakasih bagi yang setia sama novelku.
Semoga hari-hari mu menyenangkan
__ADS_1