Cinta Tentang Ketidakmampuan

Cinta Tentang Ketidakmampuan
BAB 2 KETIDAKPERCAAYAN


__ADS_3

Disela-sela perbincangan Alan masih saja mempertanyakan perihal fikiran yang ada dibenaknya tersebut. Semakin difikir-fikir Alan masih saja tidak mempercayai dirinya sendiri. Sampai tiba waktunya gadis yang dilihat mendatanginya dan menyapanya. "Hai" (ucap gadis itu) dan Alan yang masih memikirkan yang ada dibenaknya langsung terkaget-kaget. "Hai juga" (ucap Alan sambil melihat wajahnya yang begitu cantik dan menawan).


Setelah saling menyapa satu sama lain keduanya pun sama-sama hening , sampai pada akhirnya Adli dan Nur memcahkan suasana keheningan dan kembali ramai seperti pada saat pertama kedatangannya.

__ADS_1


Sore hari menjelang magrib,tukang sayur datang ke rumah untuk jualan sayur-sayur dan ikan.Di desa tersebut orang yang jualan sayur cuman datang dua kali sehari, yaitu pada pagi hari ,tepatnya pada jam delapan sampai dengan jam sembilan. Gadis yang membuatnya terkagum-kagum keluar untuk membeli sayur untuk mempersiapkan makan malam untuk keluarganya . Seketika Alan yang sedang asik main hp di depan rumah kakaknya mengalihkan pandangannya ke gadis tersebut yang sedang membeli bahan makanan untuk dimasak nanti malam.


Tanpa sadar Alan pun ketahuan melihat gadis tersebut, dan gadis tersebut menoleh balik ke arah Alan yang sedang melihatnya . Seketika , Alan pun langsung mengalihkan perhatiannya ke hpnya lagi.

__ADS_1


Kurang lebih dua puluh menit yang lalu, sholat magrib pun sudah berlalu . Pulanglah Dia , perjalan pulang pun berasa lebih jauh, karena fikiran dan hatinya bertarung hebat , dikarenakan hatinya trus memikirkan gadis tersebut yang tidak lain adalah keponakan sepupunya sendiri, atau (bisa dibilang anak dari dari kakak sepupunya) . Diapun tidak habis fikir atas apa yang dia rasakan , dan berniat untuk menghapusnya jauh-jauh supaya tidak membuatnya kecewa dikemudian hari.


Sepulangnya dari masjid , Dia pun langsung menyendiri di kamar , sambil merenungkan soal rasa yang Dia rasakan . Seakan-seakan ini semua hanyalah mimpi dan hanya salah faham biasa. Setelah beberapa menit berlalu waktu untuk sholat isya' datang, Dia pun langsung bergegas ke masjid tanpa menunggu azan dulu seperti biasa. Sesampainya di masjid Diapun ditanya oleh salah satu jemaah masjid yang ada. "Apakah kamu bisa azan?" (ucap salah satu jemaah) , "iya aku bisa pak" (sautnya) , "kalau gitu kamu aja yang azan ya? " (ucap jemaah yang tadi) , " iya" (sautnya kembali). " Ini adalah kesempatan untuk menghilangkan semua fikiran yang kacau,dengan ku azan mengluarkan suara keras itu artinya aku bisa mengeluarkan keluh kesah ku yang ada di dalam hatiku, daripada berteriak gak jelas malam-malam karena stres mikirin Dia mulu lebih baik aku keluarkan semuanya lewat azan yang ku kumandangkan" (ucap Alan dalam hati).

__ADS_1


Tiba waktunya untuk azan Dia pun dipanggil ke depan untuk azan. Pengalaman azan pertama yang dilakukan di masjid tersebut membuatnya gemetaran, dikarenakan Dia tidak pernah azan sekali-sekali di masjid manapun, dan ini masjid pertamanya Dia azan. Terakhir kali Dia azan itupun di mushola . Mau gimana pun , mau sesering apapun azan di mushola ,tetap saja rasanya beda sama azan yang di masjid. Apalagi teringat kalau masjid tempatnya azan ini besar dan didengar oleh semua orang dan saudaranya yang di dekat masjid rumhnya. Walaupun begitu Dia tetap azan di tengah bergetarnya tubuhnya , dan Dia tetap mengumandangkan azan sampai selsai, dengan tekat berani dan semata-mata karena sang maha pencipta.


__ADS_2