
Azan yang dikumandangkan telah selsai, Dia pun melihat sekujur tubuhnya
bergetar hebat karena baru pertama kalinya Dia azan di masjid.
Bukan masalah takut ataupun apa, Dia sama sekali tidak merasa takut untuk azan,
Dia hanya bingung kok bisa-bisanya tubuhnya bergetar sehebatnya ini,padahal
__ADS_1
azan yang Dia lakukan bukan hanya saat ini saja ,dan bahkan Dia pernah
jadi pengurus mushola , ketika masih berada di rantauan.
Bab baru dimulai begitulah yang dirasakan Alan setelah Azannya selsai,
Tiga puluh menit berlalu , Dia pun pulang dengan perasaan yang bahagia dan merasa tidak ada masalah lagi. Kali ini perjalan pulangnya terasa begitu cepat , dan langkah kakinya begitu ringan untuk sampai di rumah.
__ADS_1
Sesampainya di rumah masalah yang barusan Dia hilangkan muncul kembali ketika melihat gadis itu lagi. Sebut saja namanya sang gadis Indah. Jantung Alan kembali berdetak kencang seakan-akan Dia baru pertama kali melihat sosok Indah. Tanpa berlama-lama di luar Alan pun langsung masuk ke kamarnya , untuk mengganti pakaian sholatnya. Ketika mengganti pakaiannya Dia pun tampak keheranan dengan apa yang Dia kembali rasakan saat ini. Setelah selsai berganti pakaian sang kakak memanggil Alan untuk makan malam bersama. "Alan" (ucap kakak memanggil), "iya kak" (saut Alan) , " ayo makan dulu , nanti masakan kakak tidak enak lagi , karena kelamaan jadi dingin"(ucap sang kakak), "iya kakak, aku baru selsai ganti baju" , (saut Alan), . Alan pun datang untuk makan malam dengan sang kakak. "Tuh kan makanannya keburu dingin ,nungguin kamu yang ganti baju seperti lama kamu jomblonya ,kelamaan" (ucap sang kakak sambil menyinggung Alan), " eleh kakak ini , malah nyindir adik satu-satunya ini" (saut Alan yang sedkit kesal), "hahaha" (suara ketawa sang kakak).
Selsai makan Alan melihat Indah yang sedang mencuci piring. Perasaan Alan terhadap Indah sudah tidak bisa terbendung lagi . Kali ini Alan memberanikan diri untuk trus melihat Indah yang sedang fokus cuci piring. Tatapan demi tatapan yang dilakukan Alan terhadap Indah tanpa menoleh sedikit pun. Sampai pada akhirnya Indah selsai mencuci piring. Seketika Indah dibuat kaget , karena dipandang Alan dengan serius. Indah pun langsung tersipu malu dibuatnya.
Indah dikenal dengan anak yang paling rajin pada seusianya. Dia mengerjakan semua tugas ibu rumah tangga menggantikan ibunya . Ibunya memang masih ada , tapi seluruh pekerjaan rumah Dia yang kerjakan. Sehingga muncul di dalam benak Alan "kasihan sekali, capek pastinya ,semua tugas rumah dia yang kerjakan . Pulang sekolah bukannya santai malah sibuk ngurus pekerjaan rumah" .
Indah adalah anak pertama , dan Dia punya adik laki-laki yang hobinya main dan main trus . Tanpa pernah berinisiatif untuk membantu kakaknya walaupun cuman sedikit. Sedih memang kehidupan yang dialami Indah . Tapi mau bagaimana lagi, suratan hidup orang berbeda-beda, dan sudah ada yang ngatur.
__ADS_1
Setelah pekerjaannya selsai , kali ini Dia duduk di depan teras rumahnya sambil main hp. Karena biasanya Dia langsung ke kamar dan jarang sekali keluar rumah. Alan yang masih duduk di depan teras kakaknya trus saja melihat Indah . Sesekali ditatap balik dan Indah pun langsung menundukkan wajahnya sembari tersipu malu. Indah adalah seorang gadis yang pendiam,jarang sekali ngomong kalau tidak disapa dulu. Akhirnya Alan mulai berani untuk chat Indah duluan. "hai" (ucap alan) , " juga" (balas Indah) , "udah makan?" (tanya Alan) , "udah" (balas indah) " lagi ngapain?" (tanya Alan) " enggak ngapain-ngapain, duduk-duduk aja ini" (balas Indah). Saling balas pun terjadi hingga malam menunjukkan jam sepuluh malam. Indah pun masuk ke kamarnya begitupun Alan , Dia ikutan masuk ke kamarnya.