Cinta Tentang Ketidakmampuan

Cinta Tentang Ketidakmampuan
BAB 6 ALAM KAHAYALAN BAGIAN DUA


__ADS_3

Di tengah perjalan menuju sawah, tiba - tiba saja terlintas seekor ular, sehingga Alan pun terkejut. Di antara hewan - hewan Dia paling takut dengan ular dan lintah. Di karena kan yang di hadapnnya itu seekor ular , hewan yang membuatnya merinding dan sangat ketakutan. Tanpa pikir panjang Alan pun langsung teriak dan langsung lari dengan sangat cepat sambil membawa bekal yang Dia bawa. " Ulaarrrrr " ( teriak Alan sambil berlari sekencang - kencangnya ).


Setibanya di sawah , Ayahnya terkaget - kaget melihat Alan yang datang dengan dengan nafas yang terengah - engah . " Kamu kenapa ? kok sampai berlarian begitu? " ( tanya sang Ayah yang penasaran ) , " Tadi aku melihat ular yah " ( jawab Alan ), " ular ? besar kah ularnya ,sampai - sampai membuatmu sampai lari sebegitu kencangnya ? " ( tanya sang Ayah ) , " ular nya lumayan , tidak terlalu besar" ( jawab Alan ) , " perkara ular saja kamu lari , sampai nafas terengah - tengah , udah gitu ularnya kecil " ( jawab sang Ayah ) '' iya sih Yah ularnya enggak besar , tapi kan yang namanya ular , tetap saja ular yang bakal ngigit dan punya racun " ( jawab Alan ) , " lihat Ayah , Enggak pernah tuh takut dengan ular , justru sebaliknya ular yang takut sama Ayah " ( jawab sang Ayah ) , " ye itukan Ayah bukan Alan " ( jawab Alan ), " jadi anak ayah itu enggak boleh takut , harus jadi anak yang pemberani dan pantang mundur ketika dalam masalah, kalau ada ular bunuh saja , biar tidak menyakiti orang lain " ( balas sang Ayah ) " iya ayah Aku ngerti " ( jawab Alan ) .


Di sela - sela perdebatan Ayah dan anak , sang Ibu pun datang dengan rasa penasaran . Karena Ibunya baru saja selsai mengusir burung yang memakan padinya . Sehingga Dia tidak tau Alan datang. " Nak , ada apa ? " ( tanya sang Ibu ), " gini loh bu , tadi pas perjalan aku kesini , tiba - tiba saja aku melihat seekor ular aku langsung lari " ( jawab Alan ) , " kamu enggak apa - apa kan nak ? enggak ada yang luka kan ? " ( tanya sang Ibu yang khawatir) " Aku enggak apa - apa kok bu , ularnya enggak sempat gigit aku " ( jawab Alan ) " syukur dah , kamu enggak kenapa - kenapa " ( jawab sang Ibu ) , " iya ibu , aku baik - baik saja, selamat tanpa sedikit pun luka , kan aku anak Ibu yang paling baik " ( jawab Alan dengan sedikit memuji dirinya ).

__ADS_1


" Owh ya Bu , aku bawakan bekal untuk Ibu dan Ayah " ( ucap Alan ) " coba lihat bekal yang kamu bawa ? " ( jawab sang Ayah ) , kemudian Alan pun memuka bekal yang di bawa , namun alangkah terkejutnya Alan ternyata bekal yang Ia bawa sudah bercampur jadi satu dengan nasi , akibat berlari ketika di kejar ular . " Astagfiruloh , bekalnya " , ( ucap Alan ) " hahah, sudah ku duga kalau bekalnya bakal tumpah - tumpah dan menyatu dengan nasi " ( jawab sang Ayah sambil tertawa terbahak - bahak ,) Alan pun terdiam dan merenung melihat bekal yang di bawa. " Ayah ini bukannya nyemangati anaknya dan memujinya , malah mentertawakannya " ( bela sang Ibu sambil melihat sang Ayah dan mengelus pundak Alan ). " Iya Bu, Ayah hanya bercanda kok, maaf kan Ayah ya nak" ( ucap sang Ayah sambil merayu sang Ibu yang sedang merajuk ) . " Awas aja kalau Ayah masih berani mengejek anak ku " ( ancam sang Ibu terhadap sang Ayah ) ," iya - iya Bu , Ayah minta maaf , dan enggak bakal mengulanginya lagi , Ayah janji " ( balas sang Ayah). " Iya sudah, kali ini Ibu memaafkan kesalahan yang tadi Ayah katakan , awas saja kalau berani mengulanginya lagi " ( jawab sang Ibu dengan tegas ). Sang Ayah pun hanya bisa terdiam. " Ayah Ibu enggak usah kalian berdebat lagi, lagian ini juga salahnya Alan, lain kali Alan bakalan lebih berhati - hati " ( ucap Alan menenangkan Ibunya ) " iya deh , demi anak Ibu satu - satunya " ( balas sang Ibu).


Setelah pernyataan Alan tadi , hati sang Ibu pun luluh dan berdamai lagi dengan sang Ayah .Karena pengaruh Alan terhadap Ibunya . Tentu saja Ibunya sangat menyayanginya, karena hanya Dia anak satu - satunya . Kemudian, kehidupan suasana di dalam keluarga itu kembali normal dan saling tertawa ,bercandaria. Urusan mengusir burung yang memakan padi , di lakukan secara bergantian , sampai tiba waktunya untuk pulang . Tidak terasa jam sudah menunjukkan jam lima lewat empat puluh menit, waktu pulang telah tiba. " Nak , ayo kesini , sudah waktunya untuk pulang " ( ucap sang Ibu yang memanggil Alan ) , " Iya Bu , Alan bakal datang " ( balas Alan ).


Lima belas menit kemudian mereka akhirnya sampai rumah. Setibanya di rumah Alan langsung pergi ke kamar mandi dan langsung mandi biar bau badan dan keringatnya hilang. " Akhirnya sampai rumah juga ,leganya diri ini " ( ucap Alan bahagia) , "Alaaan , Laann ", ( ucap Ibu memanggil Alan ) . Alan yang sedang berada di kamar mandi tidak mendengar suara Ibunya yang memanggilnya . Suara panggilan tersebut terhalang oleh suara air dan suara nyanyian karaokenya di kamar mandi . Setiap mandi Alan selalu karaoke, walaupun suaranya kurang bagus untuk di dengar. Di saat sibuk - sibuknya Ibunya mencari Dia , dan bahkan bertanya - tanya ke sang Ayah . " Yah , Alan kemana sih ? cepat sekali hilangnya Dia ?" ( tanya sang Ibu) , " Ayah pun juga tidak tahu Bu , karena tadi pas sampai rumah Dia berlari masuk ke dalam rumah " ( jawab sang Ayah ) " atau jangan - jangan Dia langsung mandi ? " ( pikir sang Ibu ) , " nah jangan - jangan nyanyian yang enggak jelas nadanya itu dari Dia mungkin " ( jawab sang Ayah) , " ya sudahlah , Ibu coba dulu cek kamar mandi , padahal Ibu sudah sangat sering mengingatkan dia , kalau baru pulang dari sawah itu enggak usah mandi dulu , tunggu sebentar biar kering keringatnya , eh anak ini tidak juga mau mendengar omongan Ibu nya , ntar kalau sakit Ibunya juga yang repot " ( balas sang Ibu dengan nada yang sedikit kesal ) . " Awas aja nanti , kalau beneran Ibu temukan Dia mandi bakal ku pukul Dia , biar Dia dengar dan ingat kalau itu tidak baik " ( gumam sang Ibu ).

__ADS_1


Langsung saja sang Ibu berjalan ke kamar mandi , dan benar saja apa yang diduga kalau Alan beneran sedang mandi. " Alaaaaaannnn " ( gumam sang Ibu semakin kesal). Kemudian sang Ibu memanggil alan sambil mengetuk pintu kamar mandi. " Nak , nak , keluar , enggak boleh mandi disaat berkeringat " ( panggil sang Ibu sambil mengetuk pintu ) . Tidak lama setelah sang Ibu mengetuk - mengetuk pintu dengan keras . Akhirnya Alan pun keluar dari dalam kamar mandi dan langsung menyapa sang Ibu yang sudah berada di pintu kamar mandi sedari tadi. " Eh Ibu , sejak kapan Ibu berada di sini ? ( tanya Alan yang kaget melihat Ibunya) " tidak lama kok , Ibu baru saja datang dan mengetuk pintu kamar mandi ( balas sang Ibu sambil menyeringai ). " Owh , ya sudah Bu Alan minta maaf iya, kalau Alan ada salah sama Ibu" ( balas Alan sambil mencium tangan Ibunya ) . Seketika niat hati untuk memarahi Alan pun hilang dalam sekejap. " Ya sudah, tidak apa - apa anak ku , lain kali jangan mandi dulu ya, kalau baru pulang dari sawah , tunggu dulu keringat mu hilang , supaya lebih sehat, biar tidak mudah terkena penyakit " ( ucap sang Ibu ). " Siap bu" ( balas alan sambil hormat ) .


Habis mandi Alan pun di suruh sama sang Ibu untuk sholat magrib dan membaca Al - qur'an sambil menunggu waktu datangnya sholat isya . Karena Alan anak yang baik dan tidak pernah membantah ucapan ibunya , Alanpun langsung menyanggupi perintah Ibunya. Membaca al - qur'an sampai waktu isya datang.


Waktu sholat isya telah tiba , sang Ibu datang mengingat kan Alan untuk tidak lupa , sehabis sholat isya harus kumpul untuk makan malam . "Nak , nanti sehabis sholat isya , kita bareng - bareng untuk makan malam iya " ( ucap sang Ibu ), " iya Ibu Alan bakal datang untuk makan malam , Alan mau sholat isya dulu" ( balas Alan) . Kemudian sang Ibu meninggalkan kamarnya. Sholat isya telah selsai Alan pun teringat Dia harus berkumpul untuk makan malam. Alan pun pergi untuk makan malam .

__ADS_1


__ADS_2