Cinta Tentang Ketidakmampuan

Cinta Tentang Ketidakmampuan
BAB 5 ALAM KAHAYALAN BAGIAN SATU


__ADS_3

Dikarenankan Alan tidak bisa tidur , dan Dia sudah sangat kelelahan dengan semua usaha yangg Dia telah lakukan . Alan kepikiran sesuatu , " a ha.. aku punya ide agar bisa tidur dengan tenang dan nyenyak,kalau begitu aku berkhayal aja seperti yang dilakukan orang-orang sebelum tidur" (ucap Alan sambil kegirangan).


Seketika Alan memulai membayangkan wajah Indah yang sangat Dia sayang. Tak lama kemudian Dia pun mulai masuk dalam alam khayal nya. Dia berkhayal bersama Indah ,setiap saat dan waktu. Terasa dunia milik berdua. "oh ya, Ini kan khayalan ku sendiri ,aku buat saja sesuka hati ku , intinya agar aku bisa tidur malam ini,biar besok aku bisa pulang" (pikir Alan).


Di khayalan Alan , Indah menjalani kehidupan baru,benar-benar seperti terlahir kembali. Bagaimana tidak? Alan membuat Indah merasakan apa yang Dia alami di tempat ini (kehidupan nyata) benar- benar hilang. Hari - hari yang terjadi di kehidupan nyatanya Indah , kini telah hilang semua. Kehidupan yang Indah alami saat ini (dalam khayalan Alan) Dia dilahirkan sebagai anak tersayang dalam keluarganya. Mempunyai saudara - saudara yang selalu siap membantunya kapan pun itu. Orang tua yang memanjakannya dan selalu mengabulkan apapun yang Indah mau. Dunia ini (khayalan Alan) benar - benar berbeda jauh dari kehidupan sebelumnya (kehidupan nyata) Indah.


Indah sebagai orang kaya , mempunyai mobil mewah dan beberapa koleksi motor besar. Pergi ke sekolah selalu di antar sama orang tuanya. Dia bersekolah di smk terfavorit. Namun tidak hanya kehidupan Indah yang berubah, Alan pun juga merubah hidupnya . Di sini (khayalan Alan) , Alan terlahir sama dengan Indah. Itu artinya mereka sekarang ini (kahayaln Alan )seumuran. Alan terlahir di keluarga pas - pasan. Masalah terlahir di keluarga bagaimana Alan tidak begitu mementingkannya. Yang terpenting kehidupan Indah yang harus spesial dan berbahagia selalu.Perlu di ketahui di sini (alam khayalan Alan) Indah dan Alan tidak bersaudara dan belum mengenal satu sama lain, sampai pada sebuah peristiwa mereka kenalan dan saling jatuh cinta.


Alan bersekolah di sekolah yang sama dengan Indah, di kelas yang sama dan di jurusan yang sama. Di kehidupan ini (alam khayalan Alan). Alan tidak merubah semuanya, seperti berada di kelas komputer. Karena Alan tahu betul ,kalau Indah sangat mengingkan kelas komputer.

__ADS_1


Pendaftaran sekolah telah dimulai. Indah dan Alan mengikuti pendaftaran sekolah. Mereka berdua mengambil kelas yang sama, yaitu kelas komputer. Sebelum bisa masuk ke sekolah , mereka harus mengikuti MOS dulu ( masa orientasi siswa ) . Pada kegiatan MOS pertama di mulai. Semua murid baru di kumpulkan di lapangan sesuai kelas yang mereka ambil masing - masing. Tahapan MOS terdiri dari tiga tahapan. Tahapan pertama perkenalan, tahapan kedua upacara bendera dan tahapan terakhir pemilihan ketua kelas.


Tahapan pertama di mulai , yaitu tahapan perkenalan. Perkenalan dimulai dengan perekanalan Alan dan di susul dengan teman - temannya yang lain. Setelah perkenalan hampir berakhir , panitia pelaksaan MOS bingung, mereka merasa ada satu orang lagi yang belum hadir dan memperkenalkan diri. Benar saja setelah panitia pelaksana MOS mengecek daftar nama dan menghitung kembali jumlah siswa baru , ternyata kurang satu orang. Dari dua puluh orang yang hadir hanya sembilan belas orang saja yang hadir. Sontak membuat panitia bertanya - tanya . "anak ini kemana? apa jangan - jangan Dia tidak jadi sekolah di sini? " (tanya panitia MOS dalam hati).


"Ada yang tahu atau kenal dengan yang namanya Indah ? " ( tanya panitia ke siswa baru yang hadir). " Tidak kak, kami tidak kenal dengan yang namanya Indah " ( jawab salah satu siswa baru yang hadir). " Indah siapa sih ? kok misterius sekali orangnya, pada hari perekanalan Dia tidak masuk, kek sekolah ini punya bapaknya aja " (ucap Alan dalam hati ). Tidak lama kemudian, tiba - tiba datang seseorang yang memakai motor dengan tergesa - gesa dan masuk ke tengah lapangan. Para murid pun kaget di buatnya , mengendarai motor sampai ke tengah lapangan. Peristiwa tersebut membuat para siswa dan panitia petugas MOS bertanya - tanya . " Itu siapa sih ? kok berani betul mengendarai motor sampai sejauh ini ? ( Ucap hati salah satu panitia MOS) . Beberapa saat kemudian , pengendara tersebut turun dari motornya dan melepas helmnya.


" Makanya enggak usah telponan sama pacar , sampai larut malam " (ucap Alan sedikit tertawa ). " cie ada yang cemburu nih" (jawab temannya yang berada di sebelah Alan) . " Sudah - sudah , harap tenang kalian ," ( tegur ketua panitia) , "perempuan ini aku serahkan ke kelas pilihannya iya ? " ( ucap ketua panitia kepada anggota panitia MOS kelas komputer) " iya - iya siap (balas anggota tersebut )," kalau gitu silahkan perkenalkan dirimu " ( ucap panitia MOS kelas komputer)." Perkenalkan nama ku Indah ,aku dari kampung manggis" ( ucap Indah). Di tengah perkenalan yang terjadi , Alan malah sibuk memperhatikan Indah yang sedang memperkenalkan dirinya . " Cantiknya anak orang , ingin ku memperkenal diri dan ingin tau selebihnya tentang dia lagi " (ucap Alan dalam hati). " Apa hanya itu saja kah , yang mau di perkenalkan ? " ( tanya Alan ) , Indah hanya terdiam sambil menunduk , dan Dia tidak merespon pertanyaan dari Alan . Di karenakan Indah adalah sosok yang pemalu. " Sudah - sudah , kamu ini ngomong trus dari tadi , bukannya menghargai temanmu yang sedang memperkenalkan diri, malah membuat temanmu takut karenamu " ( jawab panitia komputer).


" Di karenakan semua kelas sudah memperkenalkan diri masing - masing , maka tahap pertama MOS ( masa orientasi siswa ) , di nyatakan telah selsai . Besok pagi tahap kedua akan dimulai . Untuk semuanya boleh pulang. Dan sampai bertemu besok pagi . Salam untuk semua orang tua kalian di rumah. Aku sebagai ketua pelaksana MOS mewakili semuanya mengucapkan , sampai jumpa lagi besok , tetap jaga kesehatan jauhi minuman - minuman yang memabukkan " ( amanat yang disampaikan ketua pelaksana MOS sekolah).

__ADS_1


Tahap pertama MOS telah selsai , semua murit baru pada pulang , tekecuali Alan yang masih mengingat perkataanya tadi terhadap Indah dan membuat Alan merasa bersalah sama Indah dan bertekat untuk meminta maaf besok pagi. Alan termenung mengingat ekspresi Indah yang kelihatan takut waktu perkenalan tadi. " Ah masak iya aku menyakiti perasaan perempuan yang tadi , atau aku emang sudah terlalu ngomong keras padanya? ah sudahlah besok saja aku minta minta maaf padanya " ( ucap Alan) . Setelah kurang lebih tiga puluh menit termenung di lapangan sendirian akhirnya Alan memutuskan untuk pulang saja. " Ya sudahlah , kok aku terlalu memikirkannya iya? , lebih baik aku pulang saja. Aku tunggu hari besok saja " ( ucap Alan seorang diri).


Pulanglah Alan dengan penuh tanda tanya di hatinya dan merasa bersalah. Dia pulang mengendarai motor matic yang kadang - kadang bisa mati sendiri kapan saja ( mogok ). Di tengah perjalan pulang Alan terpikirkan sesuatu. " Bagaimana ? jika aku kebut - kebutan saja ? kan lebih cepat sampai rumah, pikiran dan perasaan bersalah ini agar tidak terlalu aku pikirkan " (ucap Alan dalam hati) . Mulailah Alan kebut - kebutan , salip kiri - kanan . Tidak mau berlama - lama di jalan. Lima belas menit berlalu Alan akhirnya sampai rumah . " Akhirnya aku sampai rumah juga, syukur dah . utung saja tadi tarik gas kenceng - kenceng. hahah " ( ucap Alan sambil tertawa terbahak - bahak ).


Suasana rumah Alan begitu sepi , karena orang tua Alan sedang berada di sawah. Alan adalah anak satu - satunya di keluarganya. Jadi sehabis pulang dari sekolah Ia harus berangkat ke sawah ,untuk menyusul orang tuanya yang sudah berada di sana dari pagi. Ketika Dia mau berangkat ke sawah untuk menyusul orang tuanya , tiba - tiba perutnya sakit. " Ah aku lupa kalau aku belum makan , ya sudah aku makan aja dulu " ( ucap Alan sembari pergi ke dapur). " Asyik nih makanan dan lauk masih banyak kebetulan perut ku meminta tolong untuk ku isi, hehe " ( ucap Alan tertawa kecil ). " Ibu ku emang yang paling luar biasa, Dia selalu mempersiapkan ku makanan " ( ucap Alan menyanjung ibunya).


Tak lama kemudian Alan selsai makan , " Aku bawa aja nih lauk dan nasi nya siapa tau Ayah dan Ibu ku belum makan" ( ucap Alan ). Setelah membereskan sisa makanannya , Dia pun mempersiapkan bekal untuk orang tuanya yang di sawah , walaupun tanpa di minta terlebih dahulu oleh orang tuannya. Alan adalah anak yang rajin dan mandiri dan juga sangat pengertian , tapi Dia juga gampang tersinggung. Karena orangnya perasa banget. Ngomong dengan nada yang berbedaa sedikit saja Dia sudah merasa enggak betah dengan orang yang jadi lawan bicaranya. Maka dari itu Dia memikirkan dan merasa bersalah atas apa yang Dia ucapkan kepada Indah pada perkenalan tadi di lapangan sekolah, karena Dia takut bakal di benci sama Indah.


Setelah selsai menyiapakan bekal Dia pun langsung bergegas ke sawah menyusul orang tuanya. Karena jarak sawah dan rumahnya tidak terlalu jauh . Alan pun memutuskan untuk berjalan kaki , sembari menghirup suasana angin saat perjalanan ke sawah. Sepuluh menit berlalu, saat sedang asyik - asyiknya berjalan , sembari mendengarkan musik , tiba - tiba ada ular yang melintas di depan Alan dan membuatnya terkejut.

__ADS_1


__ADS_2