Cinta Terhalang Janji

Cinta Terhalang Janji
Lamaran Carlos.


__ADS_3

Sementara Daven sedang berbahagia dengan kehamilan Alena. Carlos sedang deg-degan dengan hasil yang akan dia dapat malam ini. Diterima atau ditolak, itulah dua hal yang akan dia hadapi malam ini.Dua hal yang menimbulkan perasaan yang berbeda, yang satu perasaan Sesak, dan yang satu perasaan bahagia. Tapi, apapun hasilnya, Carlos sudah siap untuk menghadapinya.



Carlos sedang deg-degan


Cathleen yang sudah bersiap akan tidur dikejutkan dengan bunyi ponsel yang berdering,pertanda ada panggilan yang masuk.


Cathleen tersenyum ketika melihat nama si pemanggil, yang sampai saat ini belum dia ganti. Di sana masih tertulis Sky is calling.


"Hmm, ada apa Carl?" tanya Cathleen berpura-pura bersikap biasa saja, padahal hatinya sudah sangat berbunga-bunga.


"Hmm, boleh tidak kamu keluar sebentar? Aku sekarang ada di depan dan aku sedang terluka karena tertabrak tadi." Suara Carlos terdengar lirih dari ujung telepon.


"Apa?" Cathleen sontak panik dan langsung melompat turun dari tempat tidurnya,lalu lari menuju ke luar, tidak perduli dengan pakaiannya, yang hanya memakai pakaian kaos dan celana pendek dan rambut yang berantakan.



Kedua mata Cathleen membesar dengan sempurna begitu melihat pemandangan di depan rumahnya,yang sudah terang benderang, dan ada kata yang bertuliskan 'Will you marry me?' di sana.



Tanpa disadarinya, Carlos sekarang sudah berlutut di depannya, dengan tangan yang menengadah, menyodorkan sebuah cincin yang sangat indah di tangannya.


"Cathleen, mungkin bagimu ini masih terlalu cepat, tapi bagiku ini sudah cukup lama bagiku untuk bisa mengenalmu. Aku tidak mau berpikir berlama-lama lagi dan sudah sangat yakin untuk menjadikanmu sebagai ratuku di istana yang sudah aku bangun selama ini. Kata orang, jatuh cinta itu adalah sebuah penyakit yang bisa disembuhkan dengan sebuah pernikahan, Sekarang aku sedang mengalami penyakit itu, maukah kamu jadi obatnya dan menikah dengan ku? aku yakin kamu adalah satu-satunya wanita yang memenuhi syarat untuk menjadi istriku, yaitu wanita yang bisa membuatku jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama, Will you marry me Cath?" Carlos yang memang pada dasarnya,pandai berkata-kata, tidak menemukan kesulitan sama untuk mengungkapkan keinginannya pada Cathleen.Tapi jujur saja tangannya sekarang terlihat gemetaran, dan jantungnya berdegup dengan sangat cepat, merasa khawatir akan mendapat penolakan dari Cathleen.


"Apakah kamu serius melamar aku dengan keadaan seperti ini? biasanya kalau mau dilamar, wanitanya akan didandani cantik dulu, tapi kamu? kamu memang gila Carlos!" bukannya langsung menerima atau menolak, Cathlen justru menggerutu tidak jelas.

__ADS_1


"Jadi bagaimana? apa aku diterima atau tidak?" Kaki dan tangan Carlos mulai terasa pegal.


"Kamu masih berani bertanya, kamu diterima atau tidak? Kamu sudah buat aku tadi merasa takut Carlos, setelah itu aku merasa sangat jelek sekarang.Masa aku dilamar dengan pakaian begini?" Cathleen mencebikkan bibirnya.


"Cath, bagaimanpun keadaanmu, kamu akan tetap terlihat cantik bagiku.Bahkan kamu tidak berpakaian sekalipun kamu tetap cantik, mungkin lebih cantik."


Plak ...


tangan Cathleen melayang seketika memukul kepala Carlos.


"Dasar mesum! belum aku terima saja,kamu sudah berpikiran begitu!" bibir Cathleen semakin mengerucut, bahkan sudah sampai melewati hidungnya yang mancung.


"Cath, marah-marahnya bisa dilanjutkan nanti gak? bisa tidak kamu langsung memberikan jawabannya? kaki dan tanganku sudah sangat pegal nih!" ucap Carlos dengan wajah yang memelas.


"Masih begitu saja kamu sudah menyerah? kamu coba berlutut dengan tangan begitu selama 1 jam lagi, kalau kamu kuat, aku akan memberikan jawaban." Cathleen menemukan ide untuk menguji sampai sejauh mana keseriusan Carlos untuk menikahinya.


"Apakah kalau aku sanggup bertahan,kamu akan bersedia menikah denganku?" tantang Carlos.


"Baiklah kalau begitu! aku akan bertahan, demi bisa menikah denganmu." tegas Carlos.


Sudah hampir setengah jam Carlos bertahan dengan posisinya. Tangan dan kakinya sudah sangat pegal sekarang, dan hampir menyerah. Tapi, begitu mengingat kalau Cathleen akan bersedia menikahinya bila berhasil bertahan, semangatnya kembali muncul.


"Yes, i will!" Cathleen langsung menyodorkan tangannya, bersedia menikah dengan Carlos. Walaupun waktunya belum sampai 1jam, Cathleen memutuskan untuk menyudahinya,karena tidak tega melihat Carlos yang sudah mulai oleng.


"B-bukannya belum sampai satu jam,Cath?" Carlos merasa ragu, untuk memasukan cincin itu ke jari manis Cathleen. Dia takut ini jebakan dari Cathleen.


"Apa kamu mau aku menarik kembali kata-kataku? suara Cathleen terdengar tidak senang.

__ADS_1


"Tidak! aku tidak mau!" Carlos dengan senyuman di bibirnya buru-buru,memasukkan segera cincin itu ke jari manis Cathleen yang perfectly fix di jarinya.


Setelah itu Carlos mencoba untuk berdiri dengan dibantu oleh Cathleen. Akan tetapi, karena terlalu pegal, kaki Carlos tidak kuat lagi untuk menopang tubuhnya. Carlos jatuh tersungkur kembali ke tanah dengan terkulai lemah, hingga membuat Cathleen merasa bersalah.


"Maafkan aku ya Carl, gara-gara aku, kamu jadi begini!" air mata Cathleen sudah menetes membasahi pipinya. Cathleen dengan telaten memijat-mijat kaki Carlos,untuk mengurangi rasa pegal pada kaki Carlos.


Carlos tersenyum senang,mendapat perlakuan Cathleen yang terlihat sangat khawatir sekarang. "Tidak apa-apa sayang! aku senang kok melakukannya." semburat merah langsung muncul di pipi Cathleen, mendengar Carlos sudah mengubah panggilannya menjadi sayang.


"Sekarang kamu masuk saja, ini sudah sangat malam. Dan satu lagi, aku mau pernikahan kita, dilaksanakan 3 minggu lagi, di hari yang sama dengan tanggal ulang tahunmu."


Cathleen terperangsh mendengar, Carlos yang mengetahui kapan ulang tahunnya.


"Darimana kamu tahu ulang tahunku Carl?" Cathleen menyipitkan matanya, menatap Carlos dengan tatapan penuh penasaran.


"Semua yang berkaitan denganmu, sudah aku cari tahu sayang!" ucap Carlos sembari mengerlingkan matanya. Lagi-lagi, pipi Cathleen memerah, seperti kepiting rebus yang baru saja dikeluarkan dari pemanas.


"Hmm, tapi bukankah itu terlalu cepat, Carl? kamu saja belum mengatakan apa-apa pada mamahku, dan aku juga belum kamu pertemukan dengan orangtuamu. Belum tentu mereka setuju, Carl. Kamu kan tahu sendiri, kalau kita sangat jauh berbeda." Raut wajah Cathleen mendadak ragu


Senyum Carlos terbit, melihat Cathleen yang tampak merasa khawatir. " Kamu tenang saja Sayang! Mommy dan Daddy tidak seburuk yang kamu kira.Mereka tidak pernah memandang orang dari latar belakangnya."Carlos meraih tangan Cathleen dan mengecupnya dengan lembut.Kemudian dia menceritakan, siapa Alena dulu, dan bagaimana perlakuan Harold dan Ellen pada Alena.


"Baiklah kalau begitu! tapi, bagaimana dengan gaun pengantin? apakah kita hanya mendaftarkan pernikahan saja, tanpa adanya resepsi?"


"Tentu saja kita akan mengadakan resepsi. Kamu tenang saja, semuanya akan aku atur, dan aku yakin kamu pasti akan menyukainya." terpancar keyakinan dari manik mata berwarna perak milik Carlos.


"Tapi, kenapa kamu lebih memilih pernikahan kita, di hari yang sama dengan ulang tahunku?"!tanya Cathleen.


"Hmm, itu supaya aku, cukup menyiapkan satu hadiah saja, di hari ulang tahunmu, dan perayaan Anniversary." sahut Carlos tanpa beban.

__ADS_1


Plak ....


Tbc


__ADS_2