
Pietro Boselliย as Daven Alexander Murpy
Shailene Woodley as Alena
Cooper lunde as Dean
Logan Lerman as Andrew
Lily collins as Jenny
Jordyn Reinle as Jeslyn
Zac Efron as James
********
Daven menggeliat lalu mengerjap-erjapkan matanya untuk sejenak.Di saat dia membuka matanya, dia melihat Dean yang juga baru saja membuka matanya.Untuk sejenak mereka saling menatap dengan tatapan yang berbeda. Daven dengan tatapan hangantnya, sedangkan Dean dengan tatapan takutnya.
"Morning! " sapa Daven dengan senyuman yang tersemat di bibirnya.
__ADS_1
Dean tidak menjawab sama sekali, dia masih merasa takut melihat orang yang belum pernah dilihatnya sama sekali.
Daven mengerti bagaimana perasaan Dean sekarang, dengan lembut dia membelai rambut anak laki-laki . " Kamu tidak usah takut pada Paman. Nama Paman Daven. Kamu Dean kan?Paman yang membawamu kemari tadi malam! sekarang kamu bangun, dan cuci muka atau mandi.Kita keluar sama-sama buat sarapan! ujar Daven tanpa menanggalkan senyuman dari bibirnya.
Melihat senyuman Daven yang tulus membuat rasa takut Dean menguap entah kemana.Dia membalas senyuman Daven,dan menganggukkan kepalanya. Daven dengan telaten membawa Dean masuk ke dalam kamar mandi.
"Hmm, Kamu mandi saja dulu ya? dan kamu pakai baju ini lagi, soalnya kamu belum ada baju ganti.Nanti Paman suruh orang buat beli dulu.Jadi, untuk sementara kamu pakai baju itu dulu!"
"Ini baju Paman waktu kecil ya? " Dean sudah mulai berani mengeluarkan suara.
"Bukan! itu pakaian Jeslyn,putri Paman Andrew.Nanti kamu akan mengenal mereka di meja makan. Ayo kita sarapan dulu! Daven membawa James ke dalam gendongannya, keluar dari kamar menuju meja makan.
"Mamah, bukannya itu baju kesukaan Jeslyn?!Kok dikasih ke orang?" teriak Jeslyn, begitu melihat Daven dan Dean mendekat ke meja makan.
"Hust ,gak boleh begitu! hanya itu baju yang bisa dipakai sama Kaka Dean.Jadi gak pa-pa ya Kak Deannya pakai untuk sementara? ucap Jenni dengan lembut.
"Jeslyn nanti Paman akan membelikan pakaian seperti ini lagi buatmu ya! "ucap Daven agar Jeslyn tidak cemberut lagi.
"Janji ya Paman! beli 3, dan warnanya pink, ungu dan merah! celoteh Jeslyn yang sudah mulai ceria kembali.
"Ok! " Daven membuat huruf O dari jari jempol dan telunjuk sambil mengedipkan mata kirinya.
"Nanti kalau aku pulang, aku akan minta Mommy membelikan baju seperti ini! bukan cuma satu, tiga pun Mommy pasti mau membeli,walaupun Mommy tidak punya banyak uang! " ucap Dean tiba-tiba.Dia menatap Jeslyn dengan tatapan tidak senang.
"Nenek, kata Mommy Dean itu mirip Daddy bukan mirip Paman Daven!" ucap Daven yang merasa sudah seperti mengenal lama keluarga itu.Dia tidak merasa canggung sama sekali untuk berbicara.
"Oh ya? nama Daddy kamu siapa?" tanya Ellen yang merasa penasaran.
Dean menggelengkan kepalanya. " Aku tidak tahu, Nek! Aku belum pernah melihat Daddy ku sama sekali."
"Jadi, bagaimana kamu bisa bilang, kalau kamu mirip Daddy kamu?"
"Mommy yang mengatakan seperti itu Nek! Setiap aku menanyakan bagaimana wajah Daddyku, Mommy selalu bawa Dean ke cermin. Lalu Mommy pasti akan bilang " Dean sayang, kalau kamu mau lihat wajah Daddy, kamu tinggal lihat ke cermin, karena wajah Daddy mu ada pada wajahmu. Seperti itu Nek. Jadi, aku itu mirip Daddy bukan Paman Daven. "ujar Dean dengan wajah polosnya.
"Mungkin, kamu itu putranya Paman Daven" celetuk Jeslyn tiba-tiba sambil menggigit sandwich yang ada ditangannya.
Harrold menggeleng-gelengkan kepalanya " Ayo habiskan sarapannya dulu, biar tenaganya cukup buat bertengkar nanti! "
Entah kenapa celetukan yang keluar dari mulut Jeslyn, tidak dianggap celetukan biasa oleh Ellen. Ellen dari tadi tidak melepaskan pandangannya dari Dean.Setelah Dean bangun, dan dia bisa melihat mata anak laki-laki itu, kemiripan Daven da anak laki-laki itu semakin terlihat.
15 menit kemudian, mereka telah selesai dengan sarapan mereka. Mereka berkumpul di ruangan keluarga.Dean terlihat tidak bersemangat ,karena saat ini dia sangat merindukan Alena Mommynya.
Ellen datang menghampiri Dean, dengan sebuah kantongan yang berisi pakaian di tangannya. Tadi pagi, Ellen sudah menyuruh Madam Brenda utuk membelikan pakaian buat Daven.
__ADS_1
"Sayang, kamu kenapa? Kamu rindu Mommy kamu ya" Ellen melihat Dean menganggukkan kepalanya.
"Hmm, Kamu ganti pakaian dulu ya! Nanti kita bicara lagi! Kamu bisa memakai pakaianmu sendiri?" tanya Ellen dengan lembut.Dan sekali lagi, Daven hanya menganggukkan kepalanya.
Dean menerima pakaian yang diberikan oleh Ellen. Lalu dia mengayunkan langkahnya masuk ke dalam sebuah ruangan dan mengganti pakaiannya di sana. Setelah itu dia keluar kembali, dan duduk di samping Daven.
"Paman, aku mau pulang! bolehkah Paman menolong Dean untuk mengantarkan ku pulang ke rumah Mommy?Sebentar lagi, Mommy mau menikah dengan Paman James. Aku tidak mau Mommy menikah dengan orang jahat itu!"
Lagi-lagi, Daven terhenyak, ketika mendengar nama James dan pernikahan. "Dean,Paman mau saja mengantar kamu pulang. Tapi, apa kamu bisa kasih tahu alamatnya? "
"Aku tidak tahu dimana Paman.Yang Dean tahu, rumah Kami tuh kecil dan ada toko bunga di sampingnya"
"Banyak rumah yang seperti itu sayang" timpal Ellen.
"Sekarang Paman mau tanya, kenapa Kamu bisa ada di Jalanan?Apa kamu terlepas dari Mommy kamu, ketika keluar jalan-jalan? Daven bertanya dengan hati-hati.
"Bukan Paman! Paman James yang meninggalkan Dean di jalanan. Dean ditarik keluar dari mobil,habis itu aku ditinggalkan.Aku udah memohon sama Paman Jamesbuat tidak ningalin Dean, tapi Paman James tidak mau mendengarkan " tutur Dean. Dari kedua matanya tampak cairan bening sudah keluar membasahi pipinya.
Daven mengepalkan kedua tangannya. Ada amarah yang timbul ketika mendengar,Kalau Dean memang sengaja ditinggalkan.
"Tapi, kenapa Paman James itu, meninggalkan Dean? Ap Dean ada berbuat salah?"
"Nggak ada Paman! Paman James tidak suka sama ku. Katanya gara -gara aku ada, Mommy tidak bisa mencintai Paman James lagi,karena Mommy tidak bisa melupakan Daddy ku."
"Maksud kamu, Mommy kamu tidak mencintai Paman James mu itu? Tapi kenapa Mommy mu mau menikah dengan dia?" kali ini Ellen yang bertanya.
"Hari itu aku, mau tidur siang. Tapi aku dengar Paman James bilang, Mommy harus mau menikah dengannya. Kalau tidak mau,Mommy di suruh bayar uang yang pernah dikasih ke Mommy hari itu juga, Nek! "
"Brengsek! umpat Daven tiba-tiba dengan mata yang berkilat-kilat.
"Dean kan tidak tahu, dimana rumah Mommy, tapi Kamu tahu gak, nomor ponsel Mommy?" tanya Ellen kembali.
"Oh iya, aku masih ingat nomor Mommy, Nek! Mommy pernah kasih tahu, dan aku menghapalnya?" wajah Dean kini tampak berbinar-binar. "Boleh aku pinjam ponsel Nenek? "
"Boleh! nih pakailah!" Ellen memberikan ponselnya ke tangan Dean.
Dean menekan tombol on,ponsel Ellen. Tampak sinar biru langsung menerangi wajah tampan Dean.
"Kok Mommy ada di dalam ponsel Nenek? Apa Nenek kenal sama Mommy? ucap Dean tiba-tiba, ketika dia melihat wallpaper photo Alena dan Ellen yang diambil ketika mereka berdua belanja di mall hari itu .
Tbc
Tarik nafas dulu ya gais.Jangan lupa dukungannya biar Author makin semangat.๐๐๐๐ sekali-kali kasih hadiah boleh lah๐๐ฅฐ๐ค
__ADS_1