
"Hmm, itu supaya aku, cukup menyiapkan satu hadiah saja, di hari ulang tahunmu, dan perayaan Anniversary." sahut Carlos tanpa beban.
Plak ....
"Auw sakit sayang!" Carlos mengelus-elus lengannya yang barusan kena pukulan Cathleen.
Cathleen bangkit berdiri dengan wajah yang cemberut.Dian merasa kesal atas ucapan Carlos barusan. Tadinya dia berharap kalau Carlos, punya alasan lain yang benar-benar bisa membuat hatinya berbunga-bunga, tapi ternyata alasan Carlos sedikit mengecewakannya.
Tangan Carlos refleks menahan tangan Cathleen yang nyaria melangkah meninggalkanya.
"Kamu mau kemana?" Carlos juga akhirnya ikut berdiri,walaupun lututnya masih sedikit gemetar.
"Aku mau masuk! aku lelah seharian ini, jadi aku butuh istirahat.
"Aku tahu,itu bukan alasan kamu yang sebenarnya.Kamu pasti kecewa, kan dengan alasan yang aku kemukakan tadi?"
Cathlen diam, tidak bisa membantah tebakan Carlos, yang memang benar adanya.
"Cath, sebenarnya itu bukan alasan sebenarnya. Aku tidak sepelit itu.__ Kamu mau tahu,apa alasana sebenarnya?" Carlos menatap Cathleen yang kini mengangukkan kepalanya.
"Pada tanggal dan bulan itu, kamu yang sudah aku anggap sebagai tulang rusukku yang hilang,dilahirkan ke dunia ini. Jadi aku mau, tulang rusukku yang hilang itu, disatukan kembali ke dalam rusukku, yang sempat kosong selama ini, di tanggal dan bulan yang sama dengan dia dilahirkan.Sebenarnya, aku bahkan ingin menghadirkan dokter yang membantu persalinan mamahmu, membuat kamu lahir dengan selamat ke dunia ini, ke acara pernikahan kita nanti.Dan aku ingin sekali berterima kasih padanya.Tapi sayang sekali, ketika aku ke rumah sakit itu, mereka menginformasikan kalau dokter itu sudah meninggal dunia 10 tahun yang lalu." tutur Carlos panjang lebar, dengan raut wajah yang sangat serius, hingga membuat netra Cathleen, penuh dengan cairan bening, yang siap untuk ditumpahkan kapan saja.
"K-kamu gila ya? sampai cari tahu siapa dokter yang membantu mamah ketika melahirkanku?"Cathleen menekan-nekan dada Catlos dengan pipi yang mengembung.
"Iya, aku memang sudah gila.Aku tergila-gila padamu." Carlos meraih tangan Cathleen dan menariknya hingga membentur dadanya.
Carlos lalu menatap mata Cathleen dengan intens, dan menatap bibir Cathleen yang sedikit terbuka.
Perlahan-lahan tapi pasti, Carlos membenamkan bibirnya ke pada bibir Cathleen yang menerimanya dengan pasrah. Carlos menyesap bibir Cathleen dengan sangat lembut dan penuh perasaan. Cathleenpun lambat laun membalas ciuman Carlos dengan sedikit kaku.
"Sudah! cukup segini dulu! aku tidak mau, memakanmu sekarang. Tapi nanti, di malam pengantin kita, aku akan melahapmu sampai ke akar-akarnya. Di dalam kamar kita nanti, akan penuh dengan suara desahanmu, karena aku tidak akan berhenti membuatmu mendesah." bisik Carlos dengan nada yang sensual,hingga membuat tubuh Cathleen meremang.
...----------------...
"Sayang, bulan depan mungkin kita akan benar-benar pindah ke London." Daven membuka suara, selepas pergulatan panas mereka yang baru saja berakhir.
"Kenapa kita harus ke London, Sayang? apa kamu tidak takut kalau James kembali ingin memilikiku?"Alena mencoba,merubah keputusan Daven, karena jujur saja dia sedikit enggan untuk kembali ke kota yang sempat memisahkannya dengan Daven.
__ADS_1
"Sayang kamu tenang saja, aku rasa kamu lebih mengenal karakter James dengan baik. Dia sebenarnya pria baik,kalau tidak, kamu mungkin sudah disentuhnya dan membuat kamu hamil anaknya, pada saat bersamanya selama lima tahun kemarin, agar kamu mau bersamanya.Karena pada saat itu,kesempatan itu, sangat besar. Kesalahannya hanya satu, dia hampir saja membuat putra kita meninggal. Tapi,aku tahu, itu karena hasutan dari mamahnya. Tapi, dia juga telah mengorbankan dirinya, untuk menyelamatkan putra kita juga kan?" Alena mangut-mangut, membenarkan ucapan Daven.
"Lagian sayang, perusahaan di sana sangat membutuhkanku.Aku bukanya tidak percaya pada Carlos, tapi Daddy lebih mempercayakanku, untuk mengelola perusahaan di sana." sambung Daven kembali menjelaskan.
"Baiklah, kalau begitu! mudah-mudahan kita tidak menemukan kesulitan untuk membujuk Dean kesana."
"Untuk itu, aku yakin Dean tidak akan keberatan." Daven tersenyum,menenangkan Alena.
"Oh ya, kita dulu tidak pernah honeymoon, apa kamu mau kalau kita babymoon? kalau kamu mau, kamu mau baby moon ke negara mana?"
Kedua netra Alena membola,mendengar ucapan suaminya.Dia sama sekali tidak pernah berpikir ke arah sana.Akan tetapi ada satu negara yang dia benar-benar penasaran untuk dikunjungi,karena tempat itu sangat terkenal dengan keindahannya.Jadi menurutnya, ini adalah kesempatan baginya untuk mengunjungi tempat itu.
"Bali, aku mau ke Bali, Indonesia, sayang!" cetus Alena tanpa perlu berpikir lama lagi.
...----------------...
Good morning Irlandia! begitulah mungkin, ucapan mentari,kalau seandainya dia bisa berbicara.
Daven terlihat sudah rapi dengan kemeja abu-abunya, dengan jas yang tidak jauh-jauh pasti berwarna hitam. Hari ini mungkin akan jadi hari yang sibuk buatnya,karena kemarin dia sibuk mempersiapkan kejutan buat Alena,sehingga dia mengabaikan pekerjaannya. Dia juga ingin menyelesaikan pekerjaannya,sebelum dia menyerahkan pengelolaan perusahaan kepada Carlos, sementara dia babymoon ke Bali dengan Alena.
"Kenapa sih kamu harus pagi sekali berangkatnya, sayang?" Alena seakan tidak rela, melihat Daven yang sudah siap untuk berangkat.
"Aku banyak pekerjaan sayang! aku mau menyelesaikannya secepatnya sebelum kita babymoon."
Mendengar kata Baby moon membuat, mood Alena kembali.
"Ya,udah Sayang! kamu tunggu apa lagi? kamu berangkat saja sekarang! mudah-mudahan pekerjaannya cepat selesai ya!" senyum Alena terbit, sembari menarik tangan Daven ke luar dari kamar.
"Astaga! hanya dengar kata babymoon, aku menjadi tidak diperlukan lagi!" gerutu Daven.Tapi tentu saja dia hanya berani menggerutu di dalam hati saja.
Sementara itu, wajah Carlos yang juga sedang mengemudikan mobilnya menuju kantor terlihat kecut, karena tidak bisa mengantarkan Dean ke sekolah. Dimana Ellen mommynya yang berinisiatif untuk mengantarkan Dean, sekalian untuk menemui,Cathleen calon menantunya. Ya ... setelah kembali dari rumah Cathleen tadi malam,Carlos langsung mengutarakan niatnya pada Ellen dan Harold. Tentu saja niat Carlos disambut dengan sangat gembira oleh Ellen dan Harold. Bahkan yang terlihat sangat antusias itu Ellen,mommynya yang langsung heboh sendiri.
Carlos melirik ke arah ponselnya yang berkedip-kedip,tanda ada panggilan yang masuk. Dia lalu memasukkan handsfreenya ke dalam telinganya,untuk menjawab panggilan yang berasal dari Daven.
"Iya, Ka! ada apa?"
"......"
__ADS_1
"Iya, nanti aku langsung ke ruanganmu. 5 menit lagi aku sampai." Carlos mengeluarkan kembali Handsfreenya, setelah panggilan sudah diputuskan oleh Daven dari ujung sana.
Benar perkiraan Carlos, dia benar-benar tiba dikantor tidak kurang dari 5 menit. Dia langsung mengetuk pintu ruangan Daven, dan masuk, ketika terdengar suara Daven yang berteriak masuk dari dalam.
"Ada apa Ka? kenapa kamu pagi-pagi sudah memanggilku ke sini?" Carlos mendaratkan tubuhnya duduk di depan meja Daven.
"Carl, minggu depan, aku sama Alena mau babymoon.Jadi, semua urusan perusahaan,aku mau nyerahin ke kamu,sementara aku babymoon dengan Alena." air muka Carlos seketika berubah masam mendengar mandat dari Daven.
"Maaf, aku tidak bisa! dua minggu lagi,aku akan menikah, jadi aku sangat sibuk mempersiapkan segalannya, karena aku mau memberikan kejutan pesta pernikahan buat adik iparmu." tolak Carlos tegas.
"Menikah? kok kamu tiba-tiba begini sih mau menikah?" nada suara Daven terdengar tidak senang.
"Kakak juga, tiba-tiba mau babymoon! Aku buru-buru mau menikah juga karena kakak."
"Kok jadi karena aku?" kening Daven berkerut, bingung.
"Iyalah, Kakak sama Alena, kenapa tidak menutup pintu,saat membuat adik buat Dean? suara desahan kalian berdua,membuat aku pusing dan ingin melakukan hal yang sama."
Daven ternganga dengan mata yang membulat mendengar penuturan Carlos. "Hei, apa kamu melihat tubuh Alena?" Daven berdiri dan mencondongkan tubuhnya, mencengkram kerah baju Carlos,dengan tatapan yang sangat tajam.
"Tenang dulu,Ka! jangan marah! aku sama sekali tidak melihat, aku hanya mendengar." Carlos bernafas lega,ketika Daven melepaskan cengkramannya.
Baiklah! nanti aku akan coba,membicarakan rencana pernikahanmu pada Alena.Mudah-mudahan dia mau mengerti dan bersedia menunda,babymoonnya."ucap Daven akhirnya mengalah.
"Terimakasih Kak!" wajah Carlos berbinar senang.
"Apa kamu mau menikah dengan wanita yang bernama Sunny itu?" Daven kembali bertanya.
"Iya,Ka! nama sebenarnya, bukan Sunny tapi Cathleen."
"Apa?! Cathleen? bukannya dia, gurunya Dean?!" seru Daven sedikit merasa surprise.
"Iya, Ka!" Carlos memamerkan deretan giginya yang rapi ke arah Daven.
"Ya udah, kalau begitu! sekarang kamu keluar! akhirnya aku bisa tidur nyenyak nanti malam, setelah beberapa hari ini penasaran ingin tahu siapa sebenarnya Sunny." wajah Daven terlihat, lega,seperti orang yang lega,karena tenggorokannya sudah dibasahi oleh air, karena kehausan.
Tbc
__ADS_1