Cinta Terhalang Janji

Cinta Terhalang Janji
Kenapa kamu masih ada di sini?


__ADS_3

Cathleen berulang kali melirik ke arah ponselnya, seperti mengharapkan telpon dari seseorang.


"Haish, kenapa aku jadi berharap ditelpon sama dia lagi sih? nggak, nggak! ini tidak boleh dibiarkan! aku tidak mungkin jatuh cinta sama orang yang bahkan aku tidak kenal kan?" Cathleen menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu merebahkan tubuhnya sembari menutup wajahnya dengan bantal.


Cathleen berusaha untuk memejamkan matanya. Tapi lagi-lagi dia sangat sulit untuk melakukannya. Dia kembali duduk bersila di atas ranjangnya, lalu kembali melirik ke arah ponselnya, yang posisinya masih seperti tadi.


Cathleen meraih ponselnya, dan langsung menekan tombol jawab,ketika ponselnya baru berdering satu kali.


"Halo!" Catthleen menjawab dengan cepat.


"Wow, cepat sekali kamu menjawabnya? kamu lagi menunggu telponku ya?" suara Carlos terdengar meledek dari ujung telepon.


"T-tidak! kamu tidak usah terlalu percaya diri. Aku tadi lagi nungguin telepon dari kekasihku." Cathleen terdengar gugup dan mengumpat dirinya sendiri di dalam hati,karena terlalu cepat menjawab panggilan Carlos, yang dia tahu bernama Sky itu.


"Siapa kekasihmu? kamu mau berbohong padaku?" nada suara Carlos terdengar tidak senang di ujung sana. Dapat dipastikan kalau rahang Carlos sekarang pasti sudah mengeras dengan manik mata yang sudah gelap karena tertutup amarah.


"Aku tidak berbohong! aku benar-benar sudah memiliki kekasih. Jadi, kamu jangan ganggu aku lagi!" cetus Cathleen, yang tiba-tiba merasa senang, mendengar nada cemburu dari si pemilik suara di ujung telepon.


"Cathleen, aku tahu kalau kamu pasti sedang bercanda kan? ini benar -benar tidak lucu sama sekali!"


"Bukannya aku tadi sudah bilang kalau aku tidak sedang bercanda Tuan Sky!" Cathleen berbicara dengan penuh penekanan.


Klik ....


"Halo, halo ...! hei, aku cuma bercanda!" Cathleen tiba-tiba panik,ketika tiba-tiba panggilan diputuskan secara sepihak oleh Pria yanh dia kenal dengan nama Sky itu.


"Aduh, gimana ini? apa dia benar-benar percaya ucapanku tadi?" Cathleen berjalan mondar-mandir sembari menggigit jarinya.


"Aku telpon dia lagi gak ya? nanti kalau aku telepon, dia pasti mikir yang aneh-aneh. Nih mulut, kok bisa ngomong gitu sih?" Cathleen memukul-mukul mulutnya sendiri.


Cathleen merebahkan tubuhnya kembali ke atas ranjang, dan berusaha untuk memejamkan matanya, tapi sama seperti tadi,dia tetap tidak bisa terlelap.


Hampir 15 menit berlalu, dan sepertinya pria bernama Sky itu, tidak ada tanda-tanda untuk menghubunginya lagi.Cathleen dari tadi merutuki kebodohannya sembari memukul-mukul kepalanya.


"Cathleen, kamu sudah tidur, Nak?" suara ibunya terdengar dari luar kamar, sambil berkali-kali mengetuk pintu kamarnya.

__ADS_1


"Iya, Mah, sebentar!" Cathleen beranjak turun dab mengayunkan langkahnya untuk membuka pintu buat mamahnya.


"Ada apa,Mah?" Cathleen memasang wajah pura-pura baru bangun dari tidurnya.


"Kekasih kamu ada di depan.Katanya kamu tidak bisa dihubungi dari tadi."


"Kekasih? siapa?" Cathleen mengerutkan keningnya, bingung siapa yang dimaksud oleh mamahnya kekasihnya itu. Tapi seketika kerutan dikeningnya, berganti dengan mata yang membesar ketika dia menyadari siapa yang dimaksud oleh mamahnya.


"Sial! dia ya, benar-benar ...." Cathleen buru-buru ke depan ingin marah-marah pada Carlos.Tapi, rekasi Cathleen disalah artikan oleh mamahnya, yang beranggapan kalau Cathleen buru-buru karena sudah sangat merindukan Carlos.


"Hmm, sepertinya aku tidak usah ikut kesana! nanti mereka jadi canggung, kalau aku ada di sana juga." gumam mamahnya Cathleen.Lalu dia pun masuk kedalam kamarnya.


********


"Hei, Tuan Carlos! apa anda sudah tidak punya kerjaan, makannya malam-malam berkunjung ke rumah orang?" bentak Cathleen begitu sampai di depan.


Carlos membalikkan tubuhnya, dan menatap Cathleen denga sorot mata penuh amarah.


"Kamu jelaskan sekarang, apa kamu benar-benar sudah memiliki kekasih?" manik mata Carlos, terlihat sangat menuntut jawaban secepatnya.


"Tentu saja aku punya! nama dia Sky!" tegas Cathleen, tanpa berpikir panjang lagi.


"Sky?" Carlos, meyakinkan pendengarannya dan berusaha menahan tawanya. "Jadi, dia tidak memiliki kekasih sama sekali?" Carlos berbisik pada dirinya sendiri.


"Apa kamu benar-benar menyukai pria bernama Sky itu?" Carlos memicingkan matanya, kembali menuntut jawaban.


"Tentu saja! dia kekasihku, tentu saja aku menyukainya!" ucap Cathleen tegas, dan sepertinya terkesan sungguh-sunguh.


"Baiklah! kalau begitu aku pergi dulu!"Carlos mengayunkan langkahnya, meninggalkan Cathleen,dengan perasaan campur aduk antara senang dan sedih.


"Dia menyukai Sky, tapi dia membenci sosok Carlos.Aku harus bagaimana? kenapa aku justru jadi tidak suka dengan sosok Sky, walaupun Sky itu diriku sendiri?" Carlos menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal itu.


Sementara itu, melihat kepergian Carlos, Cathleen merasa sedikit bersalah.


"Ah, biarin sajalah! kan ini yang aku harapkan, dia menjauh dariku!" Cathleen menutup pintu dan kembali masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


Carlos sudah duduk di dalam mobilnya, tapi dia sepertinya belum ada niat utuk pergi dari tempat itu. Dia menatap kembali ke arah rumah Cathleen, lalu mengusap wajahnya dengan kasar." Akh, ini tidak boleh dibiarkan, aku harus jujur padanya.Tapi, sewaktu aku tadi meneleponnya sebagai Sky, kenapa dia malah bilang kalau dia sudah punya kekasih? bukannya itu berarti kalau dia juga tidak benar-benar suka pada Sky? sepertinya dia ingin Sky menjauh, dan ingin aku juga menjauh. sepertinya dia benar-benar tidak suka, pada Sky maupun Carlos.Arghhh! kok jadi memusingkan seperti ini sih?" Carlos memukul alat kemudi di depannya dengan perasaan dongkol.


Cathleen baru saja hampir merebahkan tubuhnya kembali, ketika ponselnya berbunyi, pertanda ada sebuah panggilan yang masuk.


Kedua netra Cathleen, membesar dengan sempurna,melihat nama si pemanggil yang tertera di ponselnya. "Sky? dia menelepon kembali? aku harus bagaimana sekarang? jawab gak ya?" Cathleen dengan perlahan dan hati-hati menekan tombol jawab, karena dia merasa tidak mau menyia-nyiakan kesempatan lagi.


"Hmm ada apa lagi Sky?" Cathleen berakting pura-pura tidak mengharapkan Sky menghubunginya lagi.


"Ternyata kamu tidak bohong Sunny! Kamu benar-benar sudah memiliki kekasih." suara Carlos/Sky terdengar tidak bergairah di ujung telepon.


"A-apa maksudmu? Cathleen mengrenyitkan keningnya, Seakan-akan pria bernama Sky itu, bisa melihat kernyitan di keningnya.


" Aku tadi melihat ada seorang pria tampan yang baru keluar dari rumahmu. Dia kekasihmu kan?"


"Bu- bukan! dia bukan kekasihku! dia hanya temanku saja. Dia datang berkunjung sebagai teman,bukan sebagai kekasih." sahut Cathleen cepat, berharap pria bernama Sky itu tidak salah paham.


"Jadi, siapa kekasihmu sebenarnya?"


"A, em, itu, aku sebenarnya tidak memiliki kekasih sama sekali, tadi aku hanya bercanda padamu! kamu tidak marahkan?" entah kenapa Cathleen benar-benar merasa takut, kalau Sky benar-benar tidak akan menghubunginya lagi.


Di ujung sana, di dalam mobil, Carlos mengehela nafasnya dengan keras dan perasaan yang makin campur aduk.


"Sepertinya, dia benar-benar suka pada sosok Sky. Dia sepertinya takut kalau Sky marah dan tidak menghubunginya lagi. Apa dia akan tetap menyukai Sky kalau dia tahu, Sky itu adalah aku?"


"Halo, Sky! kenapa kamu diam saja? kamu benar-benar marah ya?" suara Cathleen terdengar kembali, menyadarkan Carlos dari lamunannya.


"Hmm, T-tidak! Sunny eh Cath, bolehkah sekarang kamu membuka pintu rumahmu? aku sekarang berdiri di depan rumahmu." Kedua netra Cathleen kembali membesar dan jantungnya berdetak 2 kali lebih cepat, ketika mengetahui,kalau Sky sudah menunggunya di depan rumahnya.


Cathleen melihat pantulan dirinya dulu kedalam cermin,setelah itu, dengan langkah pasti dia melangkah keluar kamar, untuk membukakan pintu untuk Sky.


"K-kamu? kenapa kamu masih ada di sini?"


Tbc


Jangan lupa buat ninggalin jejak ya gais. Like, vote, hadiah serta komen dari kalian semua adalah penyemangat buatku.😀🥰🤗

__ADS_1


__ADS_2