Cinta Terhalang Janji

Cinta Terhalang Janji
Kecurigaan James


__ADS_3

"Kamu pasti lapar. Nih aku belikan cottage pie,makan kesukaanmu.Kita makan dulu ya! ", ucap James seraya menerbitkan senyuman di bibirnya.


Dia meletakkan dua bungkus makanan di atas meja,lalu menyodorkannya kehadapan Alena. Ketika Alena membuka makanan itu, bau cottage pie,itu langsung menyeruak keluar dan tertangkap indra penciuman Alena. Seketika rasa mual menyerang Alena.Walaupun rasa mual menyerangnya, Alena berusaha untuk tetap memakannya. Dia menyuapkan makanan itu kedalam mulutnya, dan berusaha menelan makanan itu dengan meminum air yang ada di depannya.


Setelah dia berhasil menelannya, Alena kembali berusaha untuk memasukkan suapan kedua kedalam mulutnya. Kali ini rasa mualnya sudah tidak bisa ditahannya lagi. Dengan cepat dia berlari ke westafel dan memuntahkan keluar makanan yang baru saja dimakannya.


"Kamu kenapa Alena? Kamu sakit ya? " tanya James panik seraya memijat tengkuk belakang Alena dengan lembut.


"Aku gak pa-pa Ka! Mungkin hanya masuk angin saja. Ka bisa tidak makanan itu, Kaka jauhkan? Aku benar-benar tidak kuat mencium baunya. " Suara Alena terdengar lemah seraya memegang perutnya.


"Memangnya kenapa? Bukannya itu makanan kesukaanmu? "James mengrenyitkan keningnya kearah Alena dengan tatapan penuh curiga di manik matanya.


"Bukannya ini salah satu ciri-ciri orang hamil?. Apakah Alena sedang hamil?" James bertanya-tanya dalam hati dengan perasaan yang was-was dan cemburu. Dia berusaha menepis semua dugaannya.


"Oh, nggak pa-pa Ka.Cuma aku udah kurang suka sama cottage pie lagi.Maaf ya Ka! " sergah Alena tiba-tiba dengan sedikit berbohong.


"Nggak Pa-pa! Jadi sekarang kamu mau makan apa? biar Kaka pesankan buatmu!" Tanya James menawarkan.


"Hmmm, Gak usah Ka! Apa di dalam kulkas Kaka itu ada bahan membuat Colcanon?" Alena meneguk ludahnya sendiri saat membayangkan makanan, campuran kentang tumbuk, kubis atau kale, susu, mentega, garam dan lada yang disajikan sebagai sisi dengan ham rebus itu.


Kening James semakin berkerut mendengar permintaan Alena. "Sejak kapan kamu menyukai Colcanon? bukannya itu makanan yang paling kamu benci dulu? "


"Emm, sejak aku menikah dengan Ka Daven. Itu makanan kesukaan Ka Daven, jadi aku sering membuatnya untuknya " Sahut Alena tanpa memperhatikan raut wajah James yang kini sudah memerah seperti terbakar api.


"Makanan itu tidak ada di sini! "James meletakkan sendoknya dengan kasar,lalu beranjak meninggalkan meja makan.


Alena mengerjap-erjapkan kedua matanya, dengan kening yang berkerut, bingung dengan perubahan sikap James.

__ADS_1


Tapi keinginan Alena untuk memakan Colcanon sudah tidak terbendung lagi.Dia tahu, ini karena faktor kehamilannya.Sepertinya anak yang dikandungnya akan memiliki makanan kesukaan yang sama seperti Daddynya.


Alena beranjak menghampiri kulkas. Ternyata di dalam kulkas bahan untuk membuat Colcanon sangat lengkap. " Ini semua bahannya ada. Tapi kenapa Ka James bilang tidak ada? " batin Alena seraya mencebikkan bibirnya.


Dengan semangat Alena akhirnya mengolah semua bahan itu,untuk membuat Colcanon yang lezat.Air liurnya sudah hampir menetes dari tadi,walau masih cuma sekedar membayangkan saja.


Tanpa dia sadari, James memperhatikan semua gerak-gerik Alena dengan tatapan yang penuh tanya. "Kenapa dengan dia? Tadi dia bilang dia masuk angin dan tidak selera untuk makan, makanan apapun.Tapi kenapa dengan makanan Colcanon, makanan yang paling tidak disukainya dulu, dia begitu bersemangat membuatnya? Apa karna cintanya sudah begitu besar buat si pecundang itu?" James membatin dengan perasaan kesal dan geram.


James kembali mengahampiri Alena yang sama sekali tidak menyadari kedatangannya.


"Apakah sekarang kamu benar-benar menyukai colcanon? " celetuk James tiba-tiba. Sehingga membuat Alena terjengkit kaget.


"K-Ka James? Kaka buat kaget aja!" ujar Alena sambil memegang dadanya.


"Hmm, gimana tidak kaget? Kamu terlalu asyik dan terlihat sangat senang membuat colcanon itu. Kamu senang karena memang beneran suka dengan makanan itu, atau karena membayangkan orang yang sangat menyukai makanan itu? " Sindir James seraya menyeringai sinis.


"Dua-duanya Ka! " sahut Alena tanpa sadar.Hingga membuat kuping dan hati James panas mendengarnya.


Setelah colcanon buatan Alena jadi, Alena langsung menyantapnya dengan sangat lahap.


"Kamu mau Ka?" Alena menawarkan colcanon buatannya ke arah James.


"Aku sudah kenyang.Kamu habiskan aja semua. Mulai sekarang aku tidak mau memakan makanan itu lagi". ujar James dengan hati yang sangat dongkol.


Alena menautkan kedua keningnya saat mendengar ucapan James.Dia bingung apa yang salah dengan colcanon. Alena mengangkat bahunya, tidak perduli dengan ucapan James.Yang penting sekarang adalah menghabiskan colcanon yang sangat lezat itu.


*******

__ADS_1


Daven dan Andrew mendatangi panti tempat dimana Alena dulu. Mereka berharap Alena akan kembali ke panti itu lagi. Ibu panti menyambut mereka dengan sangat senang dan antusias.


"Lho Tuan Daven, dan Andrew. Silahkan duduk dulu! Kalian cuma berdua saja? Kemana Alena? Kenapa dia tidak ikut?" tanya Ibu panti beruntun seraya celingukan melihat ke arah pintu masuk,berharap Alena akan muncul menyusul Daven dan Andrew.


Daven dan Andrew saling tatap.Dari pertanyaan Ibu panti, mereka sudah tahu kalau Alena tidak pulang ke Panti. "Alena tidak ikut Bibi!. Dia tadi kurang enak badan.Dia hanya titip salam buat Bibi." Sahut Andrew menutupi kepergian Alena.


"Oh, Alena sakit? Dia sakit apa? " raut wajah Ibu panti sontak berubah panik,mengetahui Alena sakit.


"Alena tidak apa-apa, Bi! Cuma flu biasa saja." Kali ini Daven yang menjawab.


"Oh ya Bi, kami datang ke sini cuma mau menyerahkan donasi kami buat panti ini, sama seperti biasanya!" Andrew menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat ke tangan Ibu panti itu.


"Lho, bukannya baru minggu lalu,nak Andrew memberikan santunan ke panti ini? kenapa sekarang kasih lagi?" tanya Ibu panti bingung.


"Gak pa-pa Bi, kebetulan omzet perusahaan lagi meroket " sahut Andrew asal memberikan alasan.


"Bukannya tiap bulan memang selalu meroket ya Nak Andrew?"


"Oh, Bulan ini dua kali lipat meroketnya, Bi" Kali in Daven membantu Andrew menjawab. Karena Andrew sudah mulai kewalahan menjawab Ibu panti.


Setelah bercakap-cakap sebentar, Daven dan Andrew akhirnya berpamitan untuk pulang. Wajah Daven terlihat ditekuk saat keluar dari area panti.Harapannya untuk segera bertemu dengan Alena pupus.


"Ndrew, kemana lagi kita akan mencari Alena?" tanya Daven dengan wajah yang sangat lelah.


"Hmm,Aku akan coba menanyakan pada Jenni nanti.Sekarang aku akan antarkan Tuan untuk pulang dulu.Tuan perlu istirahat! "


"Gimana aku mau pulang sekarang Ndrew? Sedangkan keberadaan Alena belum kita ketahui! Apa dia baik-baik saja, Dimana dia tidur? Dia sudah makan apa belum? Kita sama sekali tidak tahu Ndrew! ucap Daven dengan wajah yang terlihat frustasi. Rambut nya yang biasanya tertata rapi kini sudah sangat berantakan.

__ADS_1


Tbc


Please like, vote dan Komen.Thank you


__ADS_2