Cinta Terhalang Janji

Cinta Terhalang Janji
Keromatisan Andrew


__ADS_3


Andrew mengayunkan langkahnya menghampiri Jenni, yang sudah membeku di tempat dia berdiri. Kedua kakinya serasa sudah tertancap ke lantai, sehingga untuk melangkah pun dia tidak sanggup.


Andrew mengembangkan senyuman di bibirnya dan berlutut di kaki Jenni. " Selamat datang di pesta resepsi kita, sayang. Kenapa aku tidak pernah mengungkapkan rasa cintaku padamu, itu karena bukan karena aku tidak cinta. Tapi, karena aku merasa belum pantas mengungkapkannya, dimana aku belum memberikan hal yang selalu di impikan seorang wanita,yaitu impian pesta pernikahan seperti yang kamu inginkan. Bahkan aku juga tidak membuat lamaran romantis untukmu.Tapi, asal kamu tahu, setiap nafas yang ku miliki adalah untuk mencintaimu dan anak-anak kita. Seandainya kamu bisa hidup sampai seratus tahun, aku ingin bisa hidup minus satu dari seratus tahun itu, sehingga aku, tidak perlu menghabiskan hari tanpamu walau sehari pun. Aku sangat membutuhkanmu, seperti jantung yang membutuhkan detak, dan seperti dahaga yang membutuhkan air untuk memuaskannya. Aku makin mencintaimu karena aku telah percaya engkau menyukai diriku apa adanya, dan bukan karena hal lain. Aku senang bahwa kamu adalah orang terakhir yang ingin aku ajak bicara sebelum aku pergi tidur di malam hari dan orang yang pertama aku ajak bicara,ketika aku bangun di hari berikutnya. Inti dari semuanya Aku mencintaimu Jenni, melebihi nyawaku. Terimakasih sudah mau mencintaiku dan mendampingiku selama ini,tanpa mau mengeluh sama sekali." Andrew berbicara panjang lebar,tanpa jeda, sehingga air mata yang sudah berusaha ditahan oleh Jenni, kini sudah membanjiri pipinya.


Jenni meraih pundak Andrew dan mengajaknya untuk berdiri. Lalu dia memeluk Andrew dengan erat. Suara gemuruh tepuk tangan dari para tamu, terdengar riuh menyaksikan dua insan, yang kini akan menjadi raja dan ratu di malam ini.


"Ndrew, kamu kok jadi semanis ini sih?" bisik Jenni dengan mata sembab dan pipi yang merona.


"Bukannya ini yang kamu inginkan?" Andrew balik berbisik.


"Iya, sih! tapi gak harus begini juga." masih dengan mode berbisik.


"Kenapa apa kamu tidak suka?" Andrew menautkan alisnya.


"Bukan tidak suka. Aku sangat suka malah.Tapi, aku kan jadi terharu. Mataku jadi sembab dan make up ku jadi luntur." lirih Jenni sembari cengengesan.


"Astaga! aku kira karena apa, hanya karena takut tak kelihatan cantik rupanya. Istriku memang aneh, tapi justru keanehannya yang membuatku jatuh cinta." Andrew membatin dengan senyum yang tidak pernah tanggal dari bibirnya.


"Kamu tenang saja Sayang! bagaimanapun kamu, aku tetap cinta sama kamu." Pipi Jenni kembali merona mendengar mulut Andrew yang sekarang manisnya seperti gula.Hati Jenni semakin berbunga-bunga ketika Andrew memanggilnya sayang sekarang.


"Ayo,kita jalan ke depan."Andrew memberikan lengannya, dengan maksud mereka berjalan ke depan sambil bergandengan tangan.


"Ndrew, sepertinya aku belum bisa jalan.Kakiku masih gemetaran. Aku takut nanti aku terjatuh" bisik Jenni dengan malu-malu.

__ADS_1


Andrew tersenyum geli dan gemas akan tingkah Jenni saat ini.Tanpa Jenni sangka, Andrew mengangkat tubuh Jenni dan menggendongnya ke depan. Suara tepuk tangan kembali bergemuruh mengiringi langkah Andrew dengan Jenni yang wajahnya yang sudah disembunyikan di dada Andrew.


"Wow, manisnya! seadainya aku punya suami seromantis Ka Andrew, betapa bahagianya aku." celetuk Alena, menyindir Daven.


"Apa kamu mau aku seperti Andrew? biar aku maju sekarang, ke depan dan mengungkapkan isi hatiku!" seru Daven yang merasa tersindir.


"Gak usah! Masa kamu mau numpang di acara orang.Kamu gak malu?" sahut Alena dengan bibir yang mengerucut.


Daven meraih tangan Alena lalu mengecup punggung tangan istrinya yang sekarang sedang cemberut itu.


"Maaf, ya sayang! aku tidak memberikan kamu hal romatis seperti itu? apa kamu menginginkan hal seperti itu?" tanya Daven dengan tatapan penuh cinta, tapi terselip keseriusan pada ucapannya.


Senyum Alena terbit dengan manisnya di bibirnya. "Tidak perlu sayang! dengan perlakuanmu yang romantis setiap hari, sudah cukup bagiku. Lagian kalau kamu mau ngadain resepsi pernikahan lagi,kan justru aneh.Resepsi pernikahan kita dulu, juga sangat mewah dan indah.Walaupun, wajahmu seperti terhimpit beban yang besar saat itu.Hehehehe!" Alena terkekeh,mengingat pernikahannya dulu yang tanpa senyuman.


"Hmm, boleh deh! tapi jujur, aku tidak terima kamu bilang jelek. Karena walaupun tanpa senyuman, aku tetap tampan. Yang kemarin itu, bukan jelek, cuma kurang bagus saja." sergah Daven tidak terima dibilang jelek.


"Iya, iya deh!" Alena mengalah sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.


Sementara itu, di depan sana, Jenni masih seperti orang linglung. Dia masih seperti tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Andrew dengan kening yang mengrenyit.


"Aku gak pa-pa! cuma aku masih belum percaya ini nyata atau cuma mimpi."


"Ini tentu saja nyata sayang! tegas Andrew.

__ADS_1


"Kamu benaran Andrew asli kan? bukan Andrew KW?" Jenni menyentuh pipi Andrew lalu memutar-mutar tubuh Andrew.


"Ini Andrew asli sayang! atau kamu mau lihat isi celanaku,untuk membuktikan keasliannya?" bisik Andrew mesra,sehingga membuat tubuh Jenni meremang.


" Ih, mesum!" Jenni mengalihkan tatapannya ke arah lain,karena pipinya sudah kembali memerah.


Andrew merengkuh pinggang Jenni dan memutar wajah istrinya itu,agar kembali melihatnya. "Sayang, kamu cantik sekali malam ini.Hingga aku mau segera membawa kamu dari sini dan menerkammu habis-habisan. Malam ini aku juga mau menghukummu,karena sudah berani membohongiku masalah rencana licik Clara." bisik Andrew menyeringai licik. Hingga membuat Jenni bergidik,dan pikirannya langsung traveling ke hal yang akan terjadi nanti.


"Bukannya kamu sudah membalasnya dengan pergi berhari-hari? kamu juga sudah membohongikun Ndrew!" Jenni tidak mau disalahkan.


"Tetap aja kamu yang mulai duluan." Andrew juga bersikeras tidak mau disalahkan.


"Tapi kan sudah impas Ndrew. Justru kamu yang harus dihukum.Kamu membuatku tersiksa dan ketakutan selama berhari-hari.Kamu tidak tahu betapa takutnya aku,kalau kita benar-benar berpisah, aku takut kalau kita tidak akan bertemu lagi." air mata Jenni kembali menetes.


"Maafkan aku sayang! Aku tidak pernah benar-benar meninggalkanmu. Aku selalu memperhatikanmu dari jauh. Aku juga tersiksa sayang, jauh darimu. Aku ingin mendekapmu erat-erat, tapi aku berusaha untuk menahannya, sampai aku selesai dengan apa yang aku rencanakan ini." ucap Andrew sembari mengusap air mata yang jatuh di pipi Jenni.


"Tapi, malam ini aku akan mendekapmu puas-puas, untuk membalas yang hilang beberapa hari ini." Bisik Andrew dengan senyum yang menggoda.


"Pah, Mah, apa kalian berdua masih ingat Jeslyn?"


Tbc


Jangan lupa buat like, vote dan Komen


Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin.🙏🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2