
...selesai makan siang ...........
" Mom , Ma kita ke mall yuk
Dita mau jalan jalan"
ajak Dita ..
" nggak bisa sayang kami harus
pergi arisan 1 jam lagi "
kata Fira berasalan sambil
saling pandang dengan yang lainnya
" Daddy sama Papa mau kan
temenin Dita " kata Dita bersemangat
" yaaa maafin Daddy sama Papa
sayang kan kami harus kembali
ke kantor " alasan Ditya lagi ...
" mmmm,,,,, kakak temenin Dita ya "
mohon Dita menatap Mikell dan Vino
" kami nggak bisa dek ,,,,
kakak kan ada latihan basket
sore ini " jawab Mikell dan yang
juga di angguki Vino ...
" yaaahh,,,,hmmm"
mata berbinar Dita sudah berubah
murung jadinya ....
membuat mereka jadi merasa bersalah ....
" Vano " panggil Sony menatap Vano
yang sibuk berkutik dengan ponsel
pintarnya ...
" iya Pa "
jawab Vano meletakkan ponselnya ...
" temani Dita ke mall "
kata Sony ...
" tapi Pah,,,,"
kata Vano mencoba menolak ...
" hiks ,,,, hikss ....semua nggak
ada yang sayang Dita lagi "
tangis Dita lalu berlari ke kamarnya ..
" Dita sayangg,,,,"
semua terdiam setelah kepergian Dita
" Kak temanilah Dita kasian dia ..
kau kan tak punya kegiatan
setelah ini ,,,, " mohon Mikell pada Vano
begitupun yang lainnya ...
" tapi mana mungkin aku pergi
ke mall dengan wajah kayak gini "
keluh Vano resah karna merasa
di paksa oleh mereka semua ....
__ADS_1
" kau kan bisa menutupinya dengan
masker kak " kata Vino memberi
saran ....
" apa kau tak kasihan melihat adikmu"
kata Sony membuat Vano kehabisan
kata kata ...
walaupun Vano orangnya cuek
tapi rasa ibanya juga sangat
tinggi terhadap orang lain apalagi
adik nakalnya si Dita ....
" hufff baiklah "
pasrah Vano membuat semua
orang tersenyum senang .....
" kalau begitu bujuklah adikmu dulu"
kata Ditya sengaja ...
" lohhh,,, kok Vano Dad kan Mama
sama Mommy ada " jawab Vano
" lah kan kamu yang mau pergi sama
Dita ,,, yaa kamu dong yang bujuk
Dita " jawab Fira ....
Vano melangkah menuju kamar Dita ..
meninggal kan orang orang yang
tengah tertawa senang di belakangnya
Vano langsung saja membuka
pintu kamar Dita dan berdiri
mematung menatap Dita ...
" hiks ,,, hiks "
gadis kecil itu menangis sampai
tersedu sedu di balik selimut
" Dita ,,,,, hey,, "
Vano duduk di tepi Ranjang
membuka selimut Dita...
" hmmmm"
Dita terus menangis kembali
menarik selimutnya ....
" Ditaa" .
entah sadar atau tidak Vano
menarik pelan tubuh Dita agar
bangun dan mendudukkan Dita
di pangkuan nya...
" hiks "
Dita bersandar di dada Vano
masih saja menangis .....
" jangan nangis lagi ,,,, iya ke mall
nya sama kakak ya " lembut
__ADS_1
Vano menghapus air mata Dita ...
" hiks ,,, hiks ,,,nggak ada,,, lagi yang
sayang sama ,,,, Dita "
gadis kecil itu sudah sesegukan
karna menangis .....
paham dong gimana sensitif
perasaan gadis kecil ...
" eehhh,,,, nggak boleh ngomong
gitu semuanya sayang sama Dita
kok hanya saja mereka ada urusan "
jelas Vano mengelus punggung
dan kepala Dita lembut .....
" kakak sayang sama Dita ,,,,
ayok kakak temenin kalau mau
ke mall " Vano memegang wajah
Dita dengan kedua telapak
tangan nya menatap hangat
Dita ....
walaupun sifat Vano terkenal lebih
cuek dari kembarannya tapi Vano
memiliki sifat hangat dan lembut
seperti Sony hanya saja kadang
sifat itu tertutupi oleh sifat
cueknya ......
kalau Vino sifatnya cenderung
sama dengan Fira
" udah jangan nangis lagi "
Vano menghapus air mata Dita
merapikan rambut Dita yang
berantakan ......
" sekarang Dita ganti baju dulu yaa,,
kakak mandi dulu " Vano mengelus
lembut lengan Dita dan menurunkan
adiknya itu dengan pelan dari pangkuannya
dan berdiri melangkah keluar ...
brukkk...
Dita berlari dan memeluk Vano yang
belum sampai di dekat pintu kamarnya
" Dita sayang sama kakak "
gadis kecil itu memeluk Vano dari
belakang .....
...cieeee senyum senyum gila yaaaa...
...😆😂😆😂😆...
canda sayang ...
like ya komen juga boleh
__ADS_1