
selesai sarapan Vano dan Dita
berangkat lebih dulu .....
sepanjang perjalanan Vano hanya
diam saja fokus menyetir mobil
tapi sesekali dia menatap Dita
disampingnya yang hanya duduk
diam menunduk tak seperti biasanya
biasanya Dita itu sangat cerewet dan
centil ,,,, selalu mengatakan apa
yang dia rasakan ....
" kenapa diem terus"
tanya Vano di tengah keheningan
perjalanan mereka .....
" Dita sedih aja kak "
cerita Dita ...
" sedih kenapa?"
heran Vano ....
" Dita lupa minta uang jajan ,,,
karna buru buru tadi"
kata Dita mengangkat kepalanya
menatap Vano dengan ekspresi
menyedihkannya ....
hahahahah ....
" kamu kok lucu banget sih "
gemas Vano mencubit pipi Dita ....
" kakak fikir kenapa kamu sedih "
tawa Vano geleng kepala...
" terus nanti Dita jajan pake apa,,
uang Dita ada di tas yang kemarin
Dita pake "
suara kecil Dita memelas menatap
tas baru dipangkuannya yang kemarin
di belikan Vano di mall ....
" yaa kan kamu bisa belanja pake
uang kakak sayang " kata Vano yang
sudah memberhentikan mobilnya
tepat di depan gerbang sekolah Dita
" emang boleh "
tanya Dita polos....
" ya boleh dong ...."
Vano mengeluarkan dompetnya
dan memberikan Dita uang setengah dari
isi dompetnya.....
" ini kebanyakan kak ,,,, Dita jajan
cuma 50 ribu doang itupun nggak
habis " kata Dita mengembalikan
semua uang yang di berikan Vano ...
" ambil aja ,,,, anggap aja kamu
jajan lebih hari ini "
kata Vano tersenyum ...
" nggak mau ,,,, kata ibu guru harus irit
kak biar cepat kaya " jawab Dita
polos ....
" percuma kaya Dita kalau yang
kamu inginkan tak terpenuhi ..
yang kita butuhkan itu kenyamanan
bukan kekayaan semata percuma
kaya kalau nggak bahagia "
jelas Vano begitulah prinsip Vano ...
" jadi kita harus nikmatin hidup kak
apa yang kita pengen harus kita
dapetin begitu " kata Dita menyimpulkan
" pinter "
kata Vano mengelus kepala Dita
sayang...
" kalau gitu Dita mau semua uangnya
kak " kata Dita tersenyum nakal ....
sepertinya otak jahilnya mulai
bekerja ....
__ADS_1
" yaa jangan kakak kan mau jajan
juga " kata Vano ...
" hmmm,,, tadi katanya Dita nggak
harus irit giliran minta sama kakak
malah nggak ngasih " kata Dita cemberut
memangku tangannya ....
" baiklah ,,, buat kamu semuanya deh
nanti kakak bisa ke ATM lagi"
kata Vano mengosongkan habis
isi dompetnya memberikan semua
pada Dita ...
" yeeeee ,,,, makasi kak Vano ,,muaahcc"
gadis kecil itu meronta senang
menatap setumpuk uang seratusan
yang di pegangnya dan secara reflek
mengecup pipi Vano ....
" daaaa kak ,,, Dita sekolah dulu ya "
senang Dita keluar dari mobil
menutup pintu mobil lalu berlari
masuk.kedalam sekolahanya ...
Vano baru tersadar setelah Dita
menutup pintu mobil ....
Vano berasa kena sentrum di
kecup pipi nya oleh Dita ...
" aaakkkk"
teriak Vano frustasi memukul setir
mobilnya kenapa dia jadi aneh begini
biasanya baik mengecup maupun
di kecup Dita dia biasa saja tak ada
yang berarti hanya sebatas rasa sayang
kepada adiknya ...
tapi kenapa sekarang rasanya berbeda
Vano selalu merasakan hal aneh pada
dirinya saat mengecup apalagi di
kecup Dita perasaan yang dulunya hanya
sebatas saudara rasanya sekarang
******
diruang kerjanya Sony berkutik dengan
setumpuk berkas di mejanya ....
sesekali pria dewasa itu memijat
pelipisnya kepalanya terasa pusing
menghadapi setumpuk berkas ini ...
" permisi Pak saya mau mengantar
berkas " suara datar seorang wanita
yang berdiri disamping meja kerja Sony
setelah sebelum nya Sony mengizinkan dia masuk
" iya ,,, letakkan di sana "
suara lelah Sony menunjuk kesamping
kiri mejanya tampa menatap wanita itu
wanita itu meletakkan map bewarna
merah di sana tapi masih berdiri
mungkin menunggu di usir Sony
dulu😆
" keluarlah"
kata Sony dingin dengan suara lelahnya
tapi wanita menyebalkan itu malah
berdiri saja seperti patung...
" kau dengar apa tidak "
tegas Sony mengangkat kepalanya
menatap wanita itu ......
nampaklah wanita cantik memakai
cardigan putih bloww dengan higt heels
black dan tas selempang mini nya
sedang bergoyang goyang santai
sambil berdiri seperti kebiasaan ....
" mau kemana ''
kata Sony karna wanita itu akan
melangkah pergi ....
" ya pergi kan udah di usir "
__ADS_1
kata Fira berjalan sambil memainkan
tali tas selempangnya .....
Sony tersenyum lebar bersandar pada
sandaran kursinya sepenuhnya ...
wanita nakal itu memang tak
pernah berubah dia selalu punya
cara sendiri menghibur Sony ...
" kok nggak di cegah sih "
kata Fira cemberut berbalik
menatap Sony setelah berjalan
beberapa langkah ....
" kemarilah istriku"
lembut Sony merentangkan tangannya
yang dengan senang hati Fira
berlari ke arah Sony ....
Fira duduk pangkuan Sony dan
memeluk erat suaminya yang
penyayang itu ....
muahccc ...
Sony mengecup pelipis Fira
yang duduk miring di pangkuannya ...
" kamu itu selalu aja aneh tau nggak"
kata Sony mengelus kepala dan
punggung Fira yang sedang bersandar
manja pada dada nya ....
" hehehee...."
kekeh Fira mendongak menatap Sony
dia masih menempelkan wajahnya
ke dada Sony dan sibuk memainkan
dasi yang tertengger di leher Sony ...
" kamu bawa berkas apa ini lagi "
kata Sony mengambil berkas yang
tadi di bawa Fira ternyata isinya
kosong hanya map saja ....
" berkas apaan nggak ada isinya"
gemas Sony menarik hidung Fira ..
" isinya kan udah byby ambil semua".
jawab Fira ...
" apa yang byby ambil semua ?"
tanya Sony ....
" hati Fira "
kata Fira mengedipkan mata centil nya...
" eeehhh,,,, kamu itu udah tua ...
kelakuannya nggak berubah tau nggak
masih aja kayak dulu" gemas Sony
mengecupi pipi istri manjanya ini ....
Fira memang tak pernah berubah
dari dulu dia masih manja pada Sony
suka duduk di pangkuan Sony apalagi
memeluk Sony itu adalah kebiasaan
nya yang tak pernah hilang .....
" issttt,,,, byby aja yang udah tua
Fira mah belum" kata Fira tak terima ...
memeluk Sony semakin erat ...
" terus kalau byby tua kenapa,,,, "
tanya Sony menunduk menatap
Fira yang tengah memejamkan
mata sambil memeluk Sony ..
" Fira makin sayang "
senyum centil Fira dan dengan
tak terduga memegang wajah Sony
yang menunduk menatapnya .
muahhccc ....
" walaupun byby nggak muda lagi
tapi byby ganteng kok ....
Fira sayang sama byby "
...like ...
...kasih...
... hadiah...
__ADS_1
... vote...
... komen ...