
Ditya langsung masuk ke ruangan
Sony untuk memarahi boss nya itu๐
" kau dari mana saja presdir aku
sudah stres dan lelah bekerja
menghendel semuanya sendiri "
keluh Ditya duduk di kursi depan
meja kerja Sony ......
dan Sony juga duduk di kursinya
sambil membaca dokumen di mejanya
" tidurr "
kata Sony dengan santainya ...
plakk ....
setumpuk dokumen mendarat di
wajah Sony ....
" apa,,, tidur aku sudah separuh mati
rasanya mengerjakan semua tugasku,
tugas kau dan di tambah lagi tugas
Devon dan kau seenaknya tidur apa kau mau membunuhku " kesal Ditya ...
wajarlah Ditya marah kalau Sony
sakit atau ada keperluan lain mungkin
Ditya bisa toleransi lah ini Macan Tua
malah tidur ....
" dasar Macan tua nyebelin tau nggak"
umpat Ditya terang terangan ....
" maafin aku Ditya,,, entah kenapa
aku beberapa hari ini suka tidur
terus " mohon Sony sambil menjelaskan
semuanya dengan merengek membuat
Ditya yang tadinya Marah malah
tertawa .....
apalagi menatap Sony yang memohon
dan sepertinya takut pada Ditya entah
apa yang terjadi dengan Macan tua itu ...
kenapa dia jadi suka merengek seperti
nyonya kecil .......
Ditya geleng geleng kepala lalu
" baiklah pelajari tuh dokumen
buat meating 1 jam lagi ...
aku mau istirahat dulu "
kata Ditya menuju sofa diruangan
Sony dan rebahan sambil memejamkan
mata ...
Sony mempelajari dokumen itu
sebentar lalu kembali membangunkan
Ditya lagi yang rebahan di sofa ruangannya
__ADS_1
" Ditya bangun "
kata Sony duduk di sofa dekat kaki
Ditya ...
" apa .."
kata Ditya masih memejamkan matanya
" bangun"
tegas Sony menampar ringan lengan
Ditya membuat pria itu kesal bahkan
tak hanya bangun tapi juga berdiri
di depan Sony ......
Sony menatap Ditya dari atas sampai
bawah ........
" apa yang kau liat presdir "
kata Ditya malas ....
" dasar KONGLOMELARAT "
kata Sony dengan mulut pedas dan
jahatnya matanya masih sibuk memperhatikan Ditya dari atas sampai
bawah ....
" konglomerat presdir bukan konglomelarat"
kasal Ditya....
" konglomerat apaan kau .....
Mandi enggak, baju nggak di setrika
dan ini sepatu udah berapa tahun nggak
lo ganti " Sony langsung menendang
sebelum tidur ....
Sony berdiri memegang Rambut
ditya ...
"Rambut nggak di potong ,
kamu itu udah jelek jangan tambah
jelek lagi dengan tampilan begini "
kata Sony dengan mulut pedasnya
itu .....
" buka ,,,, buka jas kamu sekarang "
kata Sony bahkan membantu Ditya
melepas jas nya ..
bruggg....
Sony langsung melempar jas
Ditya kedalam tong sampah ....
" kenapa kau membuang jas ku "
teriak Ditya tak terima dengan
perlakuan Sony ......
Sony mengeluarkan dompet nya
mengambil semua uang dalam
dompetnya dan satu buah kartu ...
" pergi benahi dirimu ....
__ADS_1
besok jangan sampai aku melihatmu
dengan tampilan seperti ini lagi ..."
kesal Sony ....
entah kenapa dia sangat tak suka
dan muak melihat tampilan Ditya .....
rasanya tak enak saja dilihat ...
perasaan Sony ...
bukannya Ditya tak membenahi
dirinya agar nyaman dilihat namun
pekerjaan yang sedari tadi begitu
banyak menumpuk membuat Ditya
harus mondar mandir kesana kemari ...
apalagi dia yang langsung rebahan
di Sofa tampa melepas jas nya ...
makanya Rambutnya selain sudah
agak panjang pun jadi terlihat tidak
rapi dan bajunya menjadi kusut
seperti tidak di sektrika ....
" wahhhj,,, kau benar benar baik
presdir ,,, baiklah aku akan shopping
seharian ini dan memanjakan diriku ...."
kata Ditya senang kembali mengambil
sepatu nya yang tadi di tendang Sony ...
" sekalian ya presdir perusahaanku
juga kau hendel sehari ini saja "
kata Ditya dengan senangnya ....
begitulah Sony dan Ditya bukan hanya
Ditya yang ikut mengurus perusahaan Sony
tapi juga sebaliknya
" hmmm,,,cepat pergi sebelum aku berubah
pikiran " ketus Sony yang sedang
membaca dokumen di meja kerjanya
melihat itu Ditya jadi kesal kenapa
Sony jadi sangat cuek dan yang
paling nyebelin mulut pedas nya
itu looo .....
" dasar priaa hamil "
kata Ditya spontan karna setau
Ditya hanya orang hamil yang sikapnya
begitu tak menentu ....
Ditya menutup pintu Sony dengan
sangat keras dan kasar sampai
Sony kaget dibuatnya ...
"Hamil ???.."
kata Sony mengulangi perkataan Ditya
__ADS_1
dan dengan bodohnya dia menatap
perut nya