CINTA UNTUK ALEXA

CINTA UNTUK ALEXA
Bab 1. Pernikahan


__ADS_3

POV Alexa


pernikahan adalah sebuah ikatan sakral yang seharusnya hanya dilakukan sekali seumur hidup. untuk itu seberat apapun cobaan yang aku hadapi dalam pernikahan ini aku tetap mencoba untuk bertahan, terlebih ada dua orang anak diantara kami. jika ditanya apakah aku bahagia, jawabannya adalah aku tidak bahagia karena sejak awal aku tau bahwa aku hanyalah pengantin pengganti yang menggantikan saudara kembarku untuk menikah dengan mas Arga suamiku. Tapi sayang, di hari pernikahan mereka justru Alina pergi meninggalkan mas Arga sebelum akad nikah mereka dimulai sehingga aku harus menggantikan posisi Alina untuk menikahi mas Arga untuk menjaga nama baik keluarga kami. Tapi tepat sehari setelah pernikahan kami justru kami mendengar kabar bahwa Alina mengalami kecelakaan tunggal dimana mobil yang ditumpangi oleh Aline justru jatuh kedalam jurang dan sampai saat ini mayat Alina belum di temukan karena mobil itu masuk kedalam sungai yang terletak dibawah jurang tempat mobil Alina jatuh. sejak saat itu tidak ada kata bahagia dalam hidupku, mas Arga setiap saat selalu mengatakan bahwa aku hanyalah istri pengganti dan tidak akan pernah mendapatkan cintanya. Aku mungkin terlalu bodoh karena masih bertahan dengan pernikahan ini, aku terlalu bodoh karena mencintai pria yang tidak pernah mencintaiku.


hingga setelah 5 tahun pernikahan kami tiba-tiba Alina kembali masuk kedalam hidup mas Arga, dia bahkan kembali dengan membawa sepasang anak kembar bersamanya dan mengatakan bahwa itu adalah anak mas Arga. Hatiku hancur saat mendengar hal itu tapi aku tidak bisa melakukan apapun. aku sadar bahwa sampai dengan saat ini di hati mas Arga masih bertahta nama Alina. Terlebih saat ini Alina kembali membawa anak mas Arga dan yang membuatku lebih sakit lagi adalah saat mas Arga mengatakan akan menikahi Alina setelah tes DNA kedua anak Alina keluar. awalnya aku bingung bagaimana bisa Alina kembali dengan keadaan baik-baik saja sedangkan saat itu aku melihat mobil Alina rusak parah, tapi kata Alina dia berhasil selamat karena ada orang yang berhasil menyelamatkannya setelah terseret arus sungai. saat itu keadaanya cukup memprihatinkan karena seluruh tubuhnya dipenuhi luka tapi beruntung dia berhasil selamat walau dia sempat mengalami amnesia selama 5 tahun terakhir dan ingatannya baru pulih sebulan yang lalu itulah sebabnya dia baru kembali setelah 5 tahun menghilang.


1 Minggu setelah tes DNA itu keluar dan membuktikan bahwa kedua anak itu adalah anak mas Arga, aku merasa seakan tuhan lagi-lagi menguji aku dengan cobaan yang membuatku terkadang ingin menyerah. Tapi aku selalu bertahan setidaknya untuk kedua putra kembarku, Revano Alenzio Putra dan Devano Adelio Putra. kedua putra yang menjadi alasan aku masih tetap bertahan hingga saat ini.


Sehari setelah tes DNA itu keluar, aku harus menjadi saksi atas pernikahan kedua suamiku bersama Alina saudara kembarku sendiri. Aku dan Alina memang kembar tapi kamu bukanlah kembar identik, dan yang paling membuatku kecewa adalah dimana seluruh keluargaku bahkan mendukung pernikahan ini, mulai dari mertua, saudara ipar sampai kedua orang tua dan kedua kakak laki-lakiku. Ibuku bahkan mengatakan dengan gamblang bahwa sudah seharusnya aku membiarkan mas Arga dan Alina menikah karena mereka adalah pasangan yang saling mencintai tapi sayangnya harus terpisah karena kecelakaan 5 tahun yang lalu dan kini mereka sudah seharusnya kembali bersama terlebih dengan hadirnya kedua anak kembar mereka.


Ayahku mengatakan bahwa aku tidak boleh menjadi istri yang egois karena menghalangi kebahagiaan suamiku, tapi istri mana yang rela suaminya berbagi. Bukan hanya aku tapi semua wanita tidak akan ada yang mau membagi cintanya dengan wanita lain.

__ADS_1


Aku hanya bisa memendam semua rasa sakitku saat ini, aku terus memeluk erat kedua putraku dan mengatakan pada mereka bahwa semuanya akan baik-baik saja. yah, apalagi yang bisa aku lakukan selain menghibur kedua putraku saat ini. Dapat kulihat kekecewaan dari mata kedua putraku.


"Semua akan baik-baik saja, papa akan tetap sayang kok sama Revan dan vano walaupun sekarang ini papa juga punya anak lain dari mana Alina." Ucapku dengan tatapan mata sendu memandang wajah kedua putraku.


"Tante itu bukan mama aku sama Abang ma, mama aku sama Abang kan cuma mama aja." Jawab Devano sambil menghapus air mataku. Hatiku rasanya sakit melihat tatapan penuh luka dari putraku ini. sejak kecil dia selalu mengharapkan cinta dari ayahnya tapi sayang ayahnya tidak pernah menganggap mereka ada di dunia ini dan sekarang ayah mereka memiliki anak lain dengan wanita lain. aku bisa melihat tatapan terluka dari putraku setiap mereka memandang ayah mereka yang menemani anak lainnya bermain. Aku tau mereka cemburu setiap kali melihat ayah mereka mengusap kepala saudara mereka sedangkan mereka tidak pernah mendapatkan perlakukan seperti itu dari ayah mereka. Tapi aku tidak bisa berbuat apapun selain diam.


"Enggak boleh gitu sayang, sekarang mama Alina istrinya papa artinya sekarang dia juga udah jadi mama kalian berdua." Tegasku, dapat kulihat mata mereka berkaca-kaca menatapku. Aku tau bahkan sangat tau bahwa mereka tidak bisa menerima semua kenyataan ini. Tapi aku bisa apa?


"ma emang papa Pernah sayang ya sama vano dan bang Revan? kalau sayang kenapa selama ini papa selalu pukul vano dan bang Revan? papa juga selalu hukum vano dan bang Revan di gudang dan nggak di kasih makan kadang vano takut karena di gudang ada banyak kecoaknya, vano juga takut ada setan' karena gudangnya gelap banget. papa juga selalu marahin vano dan bang Revan, vano sama bang Revan juga sering banget lihat papa marahin mama bahkan sampe pukul mama juga. Ma apa papa emang sayang sama vano, bang Revan juga sama mama? kenapa kepala vano nggak pernah dielus sama papa kayak kak Anaya dan Kak Arkan. kenapa kening mama nggak pernah dikecup sama papa sedangkan Tante Alina selalu dikecup keningnya sama papa padahal kan Tante Alina bukan istrinya papa ma." Jawab Devano dengan air mata yang sudah membasahi pipinya, sedangkan putra sulungku Revano hanya diam memandang adiknya dengan tatapan sendu. Hatiku rasanya seperti disayat pisau tajam mendengar curhatan putra keduaku itu.


Sekarang aku merasa menjadi ibu yang jahat untuk kedua putraku karena aku tidak mampu memberikan kebahagiaan untuk mereka berdua. Haruskah aku menyerah saat ini dan meninggalkan semuanya. Tapi aku belum sanggup meninggalkan mas Arga, aku masih sangat mencintai mas Arga. aku berharap mas Arga dapat berubah dan belajar mencintai aku seperti halnya dia mencintai Alina. aku berharap dia bisa menyayangi kedua putraku seperti halnya dia menyayangi kedua anak Alina.

__ADS_1


"Ma apa mama mau hidup bertiga aja sama abang Revan sama vano? Abang janji ma akan selalu jagain mama sama Adik juga. kita hidup bertiga aja ya ma. Abang sama adik nggak apa-apa nggak punya papa ma. Abang udah nggak kuat kalau harus dipukul papa terus. Rasanya sakit banget ma." Ucap Revano dengan mata yang berkaca-kaca memandangku.


"vano juga ma udah capek kalau harus dipukul terus sama papa. vano nggak kuat ma, apalagi kalau harus dikurung di gudang lagi vano takut ma." sambung Devano.


Aku hanya bisa diam memandang kedua putraku, aku belum bisa memutuskan semuanya terlebih aku tidak memiliki uang untuk memulai hidup baru bersama kedua putraku.


"Tuhan apa yang harus aku lakuin saat ini?" Batinku menjerit melihat tatapan penuh luka kedua buah hatiku ini. dan tiba-tiba aku mendengar kata SAH dari orang-orang yang juga menjadi saksi pernikahan suami dan saudaraku hari ini. Air mataku tumpah melihat kebahagiaan mereka, hatiku menjerit sakit.


"Tuhan kuatkan aku menghadapi semua cobaan ini." doaku dalam hati sambil terus memandang nanar pemandangan yang penuh canda tawa itu.


Tepat hari ini, aku menyadari bahwa sebesar apapun usaha yang kulakukan untuk mas Arga itu tidaklah berarti apa-apa. tidak peduli seberapa besar cintaku untuk suamiku aku tidak akan pernah mendapatkan balasan atas cinta itu karena selamanya cinta hanya untuk Alina.

__ADS_1


seharusnya dulu aku tidak pernah setuju menggantikan Alina menikahi mas Arga. seharusnya dulu aku kabur saja disaat kedua orang tuaku memaksaku menikahi mas Arga. Tapi saat itu aku terlalu bodoh dan lemah.


__ADS_2