CINTA UNTUK ALEXA

CINTA UNTUK ALEXA
Bab 8


__ADS_3

Kini status Alexa sudah berubah, dia akhirnya tidak memiliki hubungan apapun lagi dengan Arga. setelah kemarin hakim menyatakan bahwa dia dan Arga resmi bercerai. Ada rasa lega di hati Alexa, akhirnya dia bisa terbebas dari pernikahan yang hanya bisa melukainya itu. Walau Alexa tidak memungkiri jika jauh di hati kecilnya dia juga sedih. tentu saja, siapa yang tidak merasa sedih jika pernikahan yang selama 5 tahun dipertahankannya dengan sekuat tenaga kini telah berakhir.


"udah siap?" Tanya Deswita, sekarang mereka berada di bandara. Alexa dan deswita juga kedua anak Alexa hari ini akan meninggalkan kota kelahiran mereka ini, kota yang menyimpan banyak luka untuk mereka. Kota yang menjadi saksi bisu penderitaan mereka.


"Hmm" gumam Alexa, lalu menggandeng tangan kedua putranya untuk memasuki pesawat.


"selamat tinggal, selamat datang hidup baru. semoga semua baik-baik aja ke depan." batin Alexa sambil memejamkan matanya. Alexa berharap semoga ini adalah awal kebahagiaan bagi dirinya dan kedua putranya juga bagi sahabatnya Deswita.


akhirnya mereka tiba di kota yang mereka tuju. Di kota inilah mereka akan memulai kehidupan baru. Alexa tersenyum memandang langit, dia berharap ini adalah langkah awal menuju bahagia. walau sekarang keluarga mereka tidak lengkap lagi, tapi itu tidak masalah. Alexa akan menjadi ibu sekaligus ayah untuk kedua putranya. Alexa akan berusaha sekuat tenaga untuk melindungi dan membahagiakan mereka.


"mama bahagia sekarang?" tanya devano sambil memandang wajah ibunya.


"mama bahagia, sangat bahagia." ucap Alexa sambil mengelus sebelah pipi devano.


"mama nggak boleh sedih-sedih lagi, sekarang mama harus selalu tersenyum. Abang akan berusaha sekuat tenaga Abang buat melindungi mama dan adik." ucap Revano sambil tersenyum hangat pada ibunya. mendengar ucapan sang putra tentu saja membuat hati Alexa menghangat.


"ayo sekarang kita jalan, taxinya udah ada." ujar Deswita sambil menggeret koper miliknya.


"ayo." ajak Alexa pada kedua putranya.

__ADS_1


Setelah mereka sampai, devano dan Revano tercengang memandang rumah baru mereka. Rumah ini besar dan asri. ada banyak bunga di sini.


"mama, Tante ini rumah baru kita ya?" tanya devano memandang kagum pada interior rumah baru mereka. Devano berpikir dia akan sangat betah di rumah ini, selain rumah ini indah rumah ini juga terasa hangat. Tidak akan ada lagi kekerasan pada mereka sekarang. Mereka hanya akan hidup dengan penuh kebahagiaan. Sedangkan Revano hanya diam, tapi matanya sibuk melihat-lihat rumah mereka ini. rumah ini jauh lebih hangat di bandingkan rumah lama mereka. mungkin saja karena di rumah lama mereka, setiap hari mereka harus menyaksikan pemandangan yang membuat hati mereka sakit. pemandangan keluarga baru ayah mereka, bukankah sangat miris.


"Tante seneng kalau kalian suka rumahnya." ujar Deswita sambil tersenyum.


"ini rumah Tante ya?" tanya Revano setelah mereka memasuki rumah baru mereka ini.


"ini rumah mamanya Tante, bagus nggak?" tanya Deswita sambil mencubit gemas hidung Revano. anak sahabatnya ini benar-benar tampan, pasti saat dewasa nanti dia akan jauh lebih tampan dari ini. semoga dia tidak akan menjadi pemuda playboy nantinya. semoga dia bisa menjadi pria yang setia.


"Bagus banget Tante, Revano suka." celetuk Revano sambil berlari mengitari rumah.


"Devan jangan lari-lari nanti kamu jatuh." teriak Alexa.


"maafin Ade yah ma." lirih Devano sambil menundukkan kepalanya. Dia takut ibunya marah padanya walau sesungguhnya ibunya ini tidak pernah sekalipun marah pada mereka berdua.


"iya mama maafin, tapi jangan di ulangi lagi ya. itu bahaya sayang, gimana kalau kamu sampai jatuh dan terluka. mama pasti sedih." ujar Alexa sambil mengusap kepala Devano dengan lembut.


"iya ma Ade janji." jawab Devano dengan senyum yang kembali mengembang menghiasi wajah tampannya.

__ADS_1


"non, makanannya udah siap, yuk makan dulu." ucap bi Tika yang tiba-tiba menghampiri mereka.


"iya bi, makasih ya." ucap Deswita. Dia menarik tangan Alexa dan mengajaknya keruang makan.


sesampai mereka di ruang makan, mereka segera makan dengan lahapnya. Terutama kedua putra Alexa, mereka benar-benar lahap. sepertinya kedua anaknya ini sangat kelaparan sampai makan seperti itu.


"pelan-pelan makannya bang, dek. nggak bakalan ada yang ambil ko itu." celetuk Alexa sambil tertawa kecil menyaksikan tingkah lucu kedua putranya ini. Rasanya dia sudah sangat lama tidak melihat pemandangan seperti ini, dulu walau kedua putranya bahagia tapi tetap saja mereka tidak sebahagia saat ini. Sepertinya keputusan untuk bercerai dari Arga memanglah keputusan yang tepat. sekarang dia tidak memiliki penyesalan apapun lagi. Asalkan bisa melihat senyum dan tawa putranya, Alexa sudah sangat bahagia. Baginya kebahagiaan kedua putranya adalah segalanya saat ini. Kemarin-kemarin anggaplah dia bodoh karena hanya memikirkan cinta konyolnya saja tanpa memikirkan kebahagiaan kedua putranya ini. Dulu dia terlalu naif hingga beranggapan bahwa kedua anaknya membutuhkan keluarga yang lengkap dimana ada ayah maupun ibu. Tapi faktanya itu hanyalah keegoisannya saja, karena kedua putranya tidak menginginkan hal itu. Keinginan keduanya hanya ingin hidup tenang Tampa penyiksaan lagi. Hidup tanpa bayang-bayang rasa takut akan di sakiti kembali.


Alexa berjanji dia akan berusaha sekuat tenaga untuk melindungi senyum kedua putranya ini dari siapapun termasuk ayah mereka. sudah cukup dia menjadi bodoh hanya karena cintanya yang tidak terbalas itu. Sekarang dia hanya ingin anak-anaknya bahagia saja. karena kebahagiaannya sendiri terletak pada kedua putranya.


usai makan siang, Deswita mengajak Alexa dan kedua putranya untuk memilih kamar mereka. di rumah ini terdapat 6 kamar tidur, 1 kamar sudah di tempati oleh BI Tika dan mang Ujang. 1 kamar merupakan kamar ibunya yang saat ini akan menjadi kamarnya pribadinya, dan masih ada 4 kamar lagi yang kosong.


"udah ketemu kamar kalian boy?" tanya Deswita.


"iya Tante, aku mau kamar yang ini aja." ujar devano dengan penuh semangat.


"kalau Revan mau kamar yang di sebelah kamar devano Tante." ujar Revano ramah.


"yah udah, mulai sekarang kamar-kamar ini jadi kamar kalian." ucap Deswita lalu menarik tangan Alexa.

__ADS_1


"yuk cari kamar buat kamu." ujar Deswita dengan semangat. sedangkan devano dan Revano hanya tersenyum saja melihat Tante dan ibu mereka. kedua anak itu bahagia melihat senyum ibu mereka. mereka berjanji akan selalu menjaga senyum sang ibu, dan tidak akan membiarkan siapapun merusak kebahagiaan mereka ini. Termasuk ayah mereka sendiri.


BERSAMBUNG


__ADS_2