
Disisi lain, di kediaman Arga saat ini suasananya sangat tenang. Tidak seramai biasanya saat masih ada Alexa dan kedua putranya di kediamannya ini. Sekarang hanya tinggal dia, Alina dan kedua anaknya bersama Alinalah di sini. Ketiga orang yang selalu di anggap sebagai benalu oleh Arga itu sudah pergi jauh dari kehidupan Arga.
Tapi entah mengapa Arga merasa ada kekosongan di hatinya saat ini. Dia merasa seolah ada yang menghilang dari dirinya tapi dia tidak tau itu. Berkali-kali Arga menghela nafas sampai Alina merasa heran dengan tingkah suaminya itu. Sedikit aneh saja menurut Alina, karena seharian ini suaminya itu tampak sangat murung tidak seperti biasanya.
"kamu kenapa mas? kok aku perhatiin dari tadi kamu bengong aja lihatin makanannya. lagi ada masalah ya?" Tanya Alina khawatir.
"Mas, mas Arga." panggil Alina, sedangkan Arga masih sibuk dengan lamunannya sampai-sampai dia tidak mendengar panggilan istrinya itu.
"Mas Arga." teriak Alina sambil mengguncang bahu Arga. Dia sedikit kesal dengan suaminya itu, dia sudah memanggilnya berkali-kali tapi tidak di hiraukan oleh Arga. Entah apa yang sedang Arga pikirkan saat ini, membuat Alina kesal saja.
mendengar teriakan istrinya, membuat Arga terkejut. Dia bahkan sampai tidak sengaja menyenggol gelas hingga pecah. Membuat Amarah Aline semakin menggebu. Terlihat dari wajahnya yang sudah mulai memerah saat ini. Tapi walau marah, Aline mencoba untuk berpura-pura tersenyum seolah semua baik-baik saja. Dia tidak ingin menghancurkan imagenya sendiri hanya karena amarah. Dia tidak ingin mengubah pandangan Arga tentang dirinya, dia ingin Arga tetap menilainya sebagai wanita baik hati, polos dan lugu.
"Maaf sayang, mas nggak sengaja." sesal Arga.
__ADS_1
" ngga apa-apa kok mas, aku cuma khawatir aja sama mas. nggak biasanya mas kayak gini. mas sakit atau lagi ada masalah di kantor?" tanya Alina serius. Jika dia menjadi seorang aktris pasti Alina akan mendapatkan penghargaan sebagai pemeran wanita terbaik karena aktingnya ini. Dia memandang Arga penuh dengan sorot kekhawatiran, padahal dalam hatinya terdapat amarah yang membara karena rasa kesalnya pada Arga yang sudah mengabaikan dirinya.
"cuma masalah kecil kok, nggak usah khawatir. mas pasti bisa kok atasin semuanya. Sekali lagi maafin mas ya sayang, maaf karena udah buat kamu khawatir." ucap Arga memandang Alina dengan sorot penuh penyesalan.
"iya mas, sekarang mas makan ya. aku nggak mau loh sampai mas jatuh sakit karena terlalu stres dan makan nggak teratur." Nasehat Alina sambil memegang tangan Arga. melihat kekhawatiran dan perhatian istri yang dicintainya ini tentu saja membuat hati Arga berdesir hangat. Betapa beruntungnya dia mendapatkan wanita seperti Alina ini.
Tidak ingin membuat istrinya semakin khawatir padanya, Arga akhirnya memakan makanannya. Walau sebenarnya dia tidak memiliki nafsu makan saat ini. Entahlah Arga juga bingung dengan dirinya sendiri.
Setelah makan malam mereka usai, Arga meminta izin pada istrinya untuk pergi keruang kerjanya. Dia beralasan ada pekerjaan penting yang saat ini tidak bisa ditundanya. Padahal dia tidak memiliki pekerjaan saat ini, hanya saja dia ingin kesana untuk menenangkan diri. Arga tidak mengerti dengan dirinya sendiri, bukankah dia tidak mencintai Alexa. Tapi mengapa setelah perceraian itu usai dia merasakan sakit yang teramat di dalam hatinya. mengapa dia merasa ada yang hilang dari hatinya, mengapa dia merasa hidupnya saat ini begitu monoton dan kosong. Padahal Alina dan kedua anaknya ada bersamanya saat ini.
Sejujurnya Arga sedikit merindukan rasa masakan Alexa. Padahal selama ini dia bahkan hampir tidak pernah mau memakan masakan Alexa. Hanya satu kali saja dia merasakan masakan mantan istri yang tidak dicintainya itu. Tepat sehari sebelum sidang perceraian mereka. Alexa meminta Arga untuk makan malam bersamanya dan kedua anaknya. Hanya mereka saja tanpa ada Alina dan kedua anaknya. Alexa hanya ingin mengenang kenangan terakhirnya bersama Arga dan tentu saja saat itu Alexa memasak. Awalnya Arga menolak memakan masakan Alexa, tapi setelah mantan istrinya itu memohon akhirnya dia luluh dan mulai memakan makanan itu. Setelah memakan makanan itu tentu saja Arga terkejut, ternyata masakan Alexa sangatlah enak. Arga jadi merindukan masakan mantan istrinya itu sekarang.
Berkali-kali Arga menghela nafas kasar, dia merasa kesal saat ini. Kenapa dia harus memikirkan wanita itu sebenarnya, Arga merasa dirinya sudah gila. Tidak seharusnya dia memikirkan wanita lain, itu bisa menyakiti istrinya.
__ADS_1
Tidak ingin semakin di buat pusing hanya karena memikirkan mantan istrinya, Arga akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamar mereka. Dia membutuhkan pelukan istri tercintanya itu sekarang, dia juga merasa sangat merindukan Alina. Arga berpikir mungkin dia harus meminta jatahnya malam ini. semoga saja tamu bulanan istrinya itu sudah selesai, dia benar-benar membutuhkan hal itu sekarang. Mungkin dengan itu pikirannya bisa kembali jernih dan waras. Tidak seharusnya dia memikirkan wanita lain sedangkan dia sudah memiliki istri. Arga seolah lupa jika dulu sebelum menikahi Alina. Dia bahkan sering memikirkan Alina bahkan di tengah percintaannya dengan Alexa pun yang di sebut Arga adalah Alina bukanlah Alexa. Arga seolah mengalami amnesia atas segala hal yang terjadi selama pernikahan dirinya dan Alexa dulu. Arga bahkan tanpa kompromi langsung menikahi Alina sebagai istri kedua tanpa membicarakannya dulu pada Alexa. Dia bahkan dengan teganya menampar Alexa hanya karena Alexa menolak dirinya berpoligami dulu. Lagipula wanita mana yang dengan suka rela memberikan suaminya pada wanita lain bahkan walaupun itu adalah saudarinya sendiri.
Ceklek
Alina menoleh saat mendengar pintu kamarnya terbuka. Dia tersenyum hangat pada Arga kala Arga menghampirinya. Dipeluknya pinggang ramping Alina, sambil di ciumnya ceruk leher Alina yang sudah menjadi candu baginya. Mengetahui fakta bahwa suaminya saat ini sedang menginginkan dirinya, Alina mulai berbalik dan mengalungkan tangannya di leher Arga.
tidak tahan melihat wajah cantik istrinya, Arga langsung mencium bibir ranum Alina. di lumatnya bibir tipis itu atas dan bawah sebelum akhirnya mereka mengarungi indahnya percintaan mereka malam ini. Mereka berdua seakan larut dalam gairah membuat Arga melupakan segala beban pikirannya yang sejak tadi pagi membuat kepalanya seolah akan pecah.
Usai percintaan panas itu, Arga memeluk tubuh Alina yang hanya terbungkus selimut. Di kecupnya kening Alina dengan penuh cinta lalu Arga menempelkan keningnya pada kening Alina.
"Makasih sayang, I Love You." ucap Arga lalu mengecup bibir Alina kembali.
"sama-sama mas, I love you too." jawab Alina sambil tersenyum. Dia sangat bahagia saat ini, karena sekarang Arga sudah resmi menjadi miliknya satu-satunya. Bukan hanya Arga, tapi seluruh harta Arga juga sekarang hanya akan menjadi miliknya dan kedua anaknya saja. Diam-diam Alina tersenyum licik, tapi hal itu tidak disadari oleh Arga karena pria itu sudah tenggelam dalam mimpinya.
__ADS_1
BERSAMBUNG