CINTA UNTUK ALEXA

CINTA UNTUK ALEXA
BAB 7


__ADS_3

Usai mengurus Surai perceraiannya Alexa lalu menemui sahabatnya dan juga pengacara yang disewa oleh sahabatnya itu untuknya. Alexa bahagia, di tengah deritanya tuhan begitu baik dengan mengirimkan sahabat seperti Deswita. sahabat yang menyayangi dirinya dengan tulus dan Tampa pamrih.


"Des, sorry ya lama." ujar Alexa lalu duduk di sebelah Deswita.


"nggak apa-apa kok, santai aja." ujar Deswita sambil tersenyum hangat.


"kenalin Lex, ini pak Anton pengacara yang aku sewa buat bantu proses cerai kamu dan pak Anton kenalin juga ini sahabat saya yang ingin memakai jasa bapak untuk membantunya mengurus perceraiannya." sambung Deswita sambil memperkenalkan pak Anton dan Alexa.


"salam kenal pak, mohon bantuannya." ujar Alexa sambil menjabat tangan pak Anton.

__ADS_1


"salam kenal juga mba." ucap pak Anton sambil tersenyum.


setelah mereka selesai membicarakan masalah perceraian itu, lalu pak Anton memutuskan untuk pulang. rasanya Alexa sedikit lega setelah mendengar semua hal yang di sampaikan pak Anton mengenai perceraiannya kelak.


"gimana perasaan kamu sekarang Lex? lebih baik atau gimana?" tanya Deswita memandang Alexa penasaran.


"rasanya sedikit lega, bohong kalau aku bilang nggak sedih karena sejujurnya aku sedih banget. pernikahan yang aku pertahankan selama ini pupus di tengah jalan. Tapi kalau aku tetap memilih bertahan kasian juga sama anak-anak Des." jawab Alexa sendu. Tentu saja siapapun pasti akan merasa sedih jika ada di posisi Alexa saat ini. Terkadang cinta memang mampu membuat seseorang menjadi lemah dan juga bodoh. itulah yang dirasakan Alexa saat ini.


"iya aku mau kok, kita bakalan buka lembaran baru di sana. kita harus kuat setidaknya untuk anak-anak kita." hibur Alexa sambil mengusap bahu Deswita dengan lembut. mendengar sang sahabat Deswita tidak mampu menahan gejolak di dadanya, dia menangis tersedu-sedu sambil memeluk Alexa sedangkan Alexa hanya bisa menepuk-nepuk punggung sahabatnya ini berharap semoga sahabatnya ini bisa melalui semuanya dengan baik. Yah, sahabatnya ini positif hamil setelah kekasih bajingannya itu berhasil mengambil kehormatannya. bukannya bertanggung jawab kekasihnya itu justru menyuruh Deswita untuk menggugurkan janin tidak berdosa itu. Bahkan dengan teganya dia mengatakan bahwa dia hanya menjadikan Deswita sebagai bahan taruhan selama ini, jika dia mampu menaklukkan Deswita dan mampu meniduri Deswita maka dia akan mendapatkan sebuah mobil. dengan teganya pria itu juga mengatakan bahwa sebenarnya selama ini dia sudah memiliki seorang kekasih dan kekasih pria itu tidak lain adalah sepupu Deswita sendiri, Rani namanya. Rani memang tidak terlalu menyukai Deswita selama ini, hal itu dikarenakan Rani selalu merasa iri pada Deswita. Pintar, cantik dan menjadi idola sejak masa senior high school dulu. maka dari itu Rani juga menyetujui kekasihnya mengikuti taruhan itu untuk menghancurkan Deswita. bukankah mereka sangat kejam, sampai Alexa tidak habis pikir bagaimana bisa ada dua manusia jahat seperti itu seolah dia melupakan fakta bahwa suami dan saudari kembarnya juga tidak kalah jahatnya. Bahkan mungkin mereka jauh lebih jahat di bandingkan kekasih dan sepupu Deswita.

__ADS_1


"tapi kamu akan tetap pertahanin dia kan?" tanya Alexa sedikit was-was. Alexa khawatir kalau sahabatnya ini akan memilih membunuh anak yang di kandungnya itu.


"aku tetap akan pertahanin dia Lex, biar gimanapun dia tetap anak aku darah daging aku. nggak peduli gimana dia bisa hadir di rahim aku, aku tetap sayang sama dia. sama seperti kamu mulai sekarang aku akan jadi ibu sekaligus ayah buat dia." ujar Deswita sambil mengusap perutnya dengan lembut. senyum tulus terus terpatri di wajah cantiknya.


"aku seneng dengar keputusan kamu Des, aku akan bantuin kamu sebisa mungkin nanti. kamu jangan pernah sungkan ya sama aku. seperti kata kamu tadi, kamu masih punya aku sebagai sahabat kamu. aku nggak akan pernah tinggalin kamu Des." ujar Alexa dengan mata berkaca-kaca memandang Deswita sedih. sejujurnya Alexa sedih dengan nasib sahabatnya ini, Alexa tidak menyangka kalau sahabatnya ini akan memiliki nasib yang tidak kalah menyedihkan dari nasibnya sendiri.


"terus nanti kalau dia udah lahir, apa kamu akan kenalin dia sama ayahnya?" tanya Alexa


"enggak, mungkin ini terdengar egois tapi sampai kapanpun aku nggak akan pernah kenalin dia sama ayah kandungnya. kalaupun seandainya dia tanya siapa ayahnya aku akan jawab dengan jujur sama dia kalau dia nggak punya ayah, ayahnya nggak pernah menginginkan dia ada bahkan pernah ingin membunuh dia. mungkin ini terdengar egois dan jahat sebenarnya tapi aku nggak mau ngasih harapan palsu sama anak aku. aku nggak mau bohongin dia dengan bilang kalau ayahnya lagi kerja, itu hanya akan buat dia semakin berharap. aku takut kalau harapan itu akan membuat dia kecewa nanti saat dia tau ayah yang dia tunggu-tunggu itu nggak pernah pulang. mungkin aku egois, karena misahin dia sama anaknya. tapi bagi aku kesempatan hanya ada sekali, saat kita menyia-nyiakan kesempatan itu maka kesempatan itu nggak akan datang lagi. aku nggak suka kasih kesempatan kedua buat orang. bagi aku kalau orang itu udah nyakitin aku maka nggak akan ada lagi kesempatan buat dia bahkan walau dia mohon-mohon di kaki aku." ujar Deswita panjang lebar. Deswita ini memang memiliki karakter yang keras, saat dia sudah mencap orang itu buruk maka selamanya akan selalu buruk. Mungkin hal itu di dasarkan pada pengalaman Deswita sendiri, dulu saat Deswita masih kecil ibunya pergi meninggalkan sang ayah karena sang ayah yang kerap melakukan kekerasan terhadap sang ibu, ibunya pergi dengan dengan membawa Deswita yang saat itu masih berusia 2 tahun. tapi setelah beberapa tahun sang ayah datang kembali di hidup mereka dengan mengatakan bahwa dia akan berubah. Ibunya memberikan kesempatan kedua tapi sayang kesempatan itu di sia-siakan oleh sang ayah. Pada akhirnya ibunya meninggal dunia karena menyaksikan perselingkuhan sang suami. Ibu Deswita terkena serangan jantung saat itu dan nyawanya tidak bisa di selamatkan lagi. Beruntung ibu Deswita memiliki banyak bisnis selama ini sehingga Deswita tidak perlu merasakan susahnya hidup walau sang ayah tidak bertanggungjawab padanya. Ayahnya saat ini sibuk dengan ibu dan saudara tiri Deswita. itulah sebabnya Deswita tidak suka memberi kesempatan kedua pada orang yang sudah menyakitinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2