
2 hari telah berlalu setelah penyiksaan itu terjadi, kini kedua putra Alexa sudah mulai pulih. Alexa juga sudah mulai mengajukan gugatan cerai pada sang suami. Dengan meminta bantuan dan nasehat pada sahabat satu-satunya yang dia miliki akhirnya Alexa mengambil keputusan ini. Mungkin keputusan ini akan berat pada awalnya tapi Alexa yakin jika ini adalah keputusan terbaik untuknya dan kedua putranya. Alexa percaya dia pasti bisa melalui semua ini dengan baik, selama ada kedua putranya bersamanya Alexa yakin dia bisa melalui semua cobaan dalam hidupnya tidak peduli akan seberat apapun cobaan itu.
Kini Alexa tinggal menemui Arga untuk membicarakan tentang perceraian mereka, Alexa yakin Arga pasti akan sangat bahagia dengan keputusan ini. karena dengan bercerainya mereka berdua, Arga bisa menikahi Aline secara resmi. Dan setelah perceraian ini selesai Alexa akan membawa kedua putranya jauh dari kota ini dan memulai hidup baru.
"mas bisa bicara sebentar saja?" tanya Alexa sambil memandang Arga sendu. Mungkin setelah ini dia tidak akan melihat wajah pria ini lagi dalam hidupnya tapi itu tidak masalah. Alexa tidak ingin bersikap egois lagi. Lagipula sampai kapanpun Arga tidak akan pernah mencintai dirinya, jadi untuk apa Alexa terus mempertahankan pernikahan ini.
"saya sibuk." jawab Arga ketus, masih dengan memandang dokumen yang ada di tangannya.
"ini penting mas, tentang kita. Aku ingin cerai mas." ujar Alexa sambil memilin dress yang di pakainya. sejujurnya Alexa merasa takut pada Arga saat ini, terlebih tatapan mata Arga yang tajam itu. Seakan nyali Alexa menjadi menciut, keberaniannya tadi bahkan seolah menghilang entah kemana.
__ADS_1
"kamu ingin cerai dari saya? kamu yakin dengan keputusan kamu itu?" tanya Arga sinis. dia memandang Alexa tajam, andai saja tatapan bisa membunuh seseorang pasti saat ini Alexa sudah mati karena tatapan itu.
"aku yakin mas." ujar Alexa mantap, walau saat ini kedua kakinya bergetar hebat tapi itu tidak mengenyahkan keputusannya untuk berpisah dari Arga.
"Bagus, saya senang dengan keputusan kamu itu. Dengan begitu saya bisa menikahi Alina secara resmi." ujar Arga sambil tersenyum tipis. Alexa dapat melihat rona kebahagiaan dari raut suaminya itu. ah, sebahagia ini ternyata suaminya saat dia memutuskan perceraian mereka. Memang selama ini Alexa adalah orang yang tidak ingin bercerai dari Arga. walau sudah berkali-kali Arga meminta perceraian. Alexa berpikir bahwa pernikahan mereka masih bisa di selamatkan asalkan dia bisa sedikit lebih sabar lagi. ternyata Alexa salah, sampai kapanpun pernikahan yang dijalani dengan cinta sepihak itu tidak akan pernah bertahan. Bukan bahagia justru dukalah yang akan kita peroleh.
"jadi mau kamu atau saya saja yang mengurus Surai cerai itu?" tanya Arga kembali sambil memandang Alexa lekat. sebenarnya Alexa ini cantik bahkan dia lebih cantik dari Aline dan Arga mengakui hal itu hanya saja walaupun Alexa ini cantik tetap saja tidak mampu membuat Arga mencintai dirinya. miris sekali memang, tapi seperti itulah fakta yang ada.
"silahkan kamu ambil kedua anak itu, saya tidak membutuhkan mereka berdua." imbuh Arga sambil berdiri menghampiri Alexa.
__ADS_1
"Dan kamu juga tenang saja, saya akan memberikan kamu uang 10 milliar sebagai harta Gono gini kita." sambung Arga lalu berjalan meninggalkan Alexa. Alexa memandang sendu punggung suaminya yang sebentar lagi akan segera menjadi mantan suaminya itu. sejujurnya Alexa sedih, bahkan sangat sedih saat ini. Sepertinya hanya dia saja yang mengharapkan pernikahan mereka bertahan selama ini, miris memang. Tapi sudahlah, apa yang mau ditangisi memangnya. Alexa harus kuat karena mulai detik ini dia akan menjadi ibu sekaligus ayah untuk kedua putranya itu. Alexa bersyukur suaminya mau memberikan mereka uang sebanyak itu. dengan uang itu Alexa bisa membuat bisnis kecil-kecilan untuk menyambung hidup dirinya dan kedua putra tampannya itu.
setelah sang suami sudah tidak terlihat lagi, Alexa lalu pergi meninggalkan ruangan itu. Dia harus bergegas ke pengadilan untuk mengajukan gugatan perceraian mereka. Yah, lebih cepat lebih baik agar dia bisa membawa kedua anaknya segera.
dengan air mata yang bercucuran Alexa berjalan meninggalkan rumah mereka untuk mencari taksi. Kini pernikahan yang Alexa pertahanan selama bertahun-tahun itu sudah sirna hanya dalam waktu sekejap saja.
"berhenti mikirin yang nggak-nggak Alexa, kamu pasti bisa. kamu kuat, kamu nggak boleh selemah ini." hibur Alexa pada dirinya sendiri. lalu dia menghapus air matanya, dan tersenyum memandang langit yang hari ini begitu cerah. bukankah langit itu begitu indah, dia begitu biru dan penuh misteri saat sore hari dia akan menjadi jingga dan menambah keindahannya berkali-kali lipat. Akan tetapi langit juga akan menjadi sangat menakutkan di saat hujan akan turun. Warna birunya sampai terganti menjadi kelabu bahkan terdapat kilat yang memekakkan telinga. Di balik keindahan terdapat misteri yang membuatnya seolah kuat. Bukankah Alexa seharusnya menjadi seperti langit, bisa menjadi begitu indah bagi orang-orang yang tulus menyayangi dirinya dan bisa menjadi begitu menakutkan bagi orang-orang yang mencoba menindasnya. Alexa seharusnya tidak boleh lemah lagi, karena saat ini hanya dirinya satu-satunya yang bisa melindungi kedua putranya. Jika dia terus menjadi lemah seperti ini, bagaimana bisa dia melindungi kedua putranya itu. ah, semoga saja dia bisa. Alexa berpikir mungkin setelah ini dia akan sedikit belajar bela diri agar bisa melindungi kedua anaknya dari bahaya. Dia juga harus menjadi sedikit lebih tegas dan tidak mudah ditindas oleh siapapun. tekat Alexa kini sudah bulat, dia akan merubah hidupnya saat ini. Dia tidak perlu semisterius langit. Dia hanya perlu untuk menjadi kuat saja. dia ingin bisa menjadi orang yang bisa di banggakan kedua putranya suatu saat nanti. Bukankah akan sangat menakjubkan di saat kedua putranya mengatakan kepada orang-orang bahwa wanita hebat itu adalah ibuku. oh, memikirkannya saja sudah membuat Alexa bahagia luar biasa. Alexa diam-diam tersenyum memikirkan hal itu. semoga saja kali ini tuhan bisa sedikit lebih baik padanya. semoga saja dia dan kedua putranya bisa lebih bahagia setelah ini. semoga dia bisa menjadi ibu sekaligus ayah bagi kedua putranya.
"aku pasti bisa." semangat Alexa. Dia lalu berjalan kearah taksi yang dipesannya tadi.
__ADS_1
selamat datang hidup baru, selamat datang bahagia dan selamat tinggal duka. semoga kita tidak bertemu lagi setelah ini. jika seandainya kita bertemu aku pasti bisa menaklukkanmu dengan mudah. Karena kini aku tidak akan mengalah lagi padamu wahai derita, aku akan melawan sampai titik darah penghabisan. tekat Alexa pada dirinya sendiri.
BERSAMBUNG