
"Cha pulang kuliah hang out yuuk.." Ajak Ani yang melihat chacha merapihkan bukunya kedalam tas.
"Duh sorry deh ni hari ini gue ga bs beb, lu berdua aja sama fany yah."
" Mau kmn emang lu cha, buru-buru amat cha.." Fany dan Ani memperhatikan Chacha yang terburu-buru untuk plng.
"Bunda nyuruh gue buat cepet balik, katanya temennya alm bokap gue mau mampir ke rmh." Ayah nya chacha udah 4 tahun yang lalu meninggal karena darah tinggi dan penyakit lambungnya. Ayah nya chacha seorang pejabat di Kedutaan Indonesia untuk Amerika. Sebelum ayahnya chacha meninggal beliau sempat tinggal di Amerika selama 5 tahun krn kehidupan di Amerika yang selalu minum expresso di pagi hari dan jarang makan nasi yang menyebabkan penyakit di tubuh ayahnya chacha berkembang. 2 tahun plng dr Amerika Ayahnya chacha pun meninggal. Sedangkan Bunda Yanti adalah seorang Party planner yang mempunya EO besar di Bogor.
"Gue cabut duluan yah guys.." Chacha pun bergegas menuju parkiran mobil dan tak sengaja berpapasan dengan Fahmi .
"Balik mi?" Tanya chacha yang melihat fahmi terlebih dahulu.
"Eh elu cha, iya mau balik gue. lu juga?"
"Iya, Rizky sama Niko ga bareng lu?"
__ADS_1
"Enggak Mereka katanya mau jalan"
"Elu ga ikut?"
"Enggak, gue kan mau balik.." Chacha mencibir mendengar jawaban dari Fahmi.
"Lu sendiri tumben ga bareng sama Fany sama Ani?"
"Mereka juga mau jalan, jangan tanya knp gue ga ikut karena gue jg mau balik, hahaha.."
"Jih dasar, ya udah gue duluan yah cha." Fahmi pun berlalu dari hadapan chacha dan terlihat mobil pajero sport keluar dari parkiran kampus. Chacha teringat sama 2 sahabatnya yang tadi ngajak dia hang out. 'Apa mereka jalan brng Rizky sama Niko yah?' : Batin chacha. Chacha pun menyegerakan dirinya untuk pulang ke rumah. Soalnya kata Bunda Yanti Temen ayahnya Chacha adalah sahabat dari dulu waktu SMA dan selalu menyempatkan bertemu ayah di Amerika. Waktu meninggal ayahnya chacha mereka datang tapi hanya sebentar membuat chacha tak ingat yang mana sahabat dari ayahnya itu. Sesampe si rumah chacha lekas menemui bundanya yang lagi sibuk di dapur.
"Sore sayang, sana mandi terus bantu bunda yah. Om Hilabi dan keluarganya abis magrib dateng." Chacha mengangguk
"Oke bu bos.." Chacha langsung pergi ke kamarnya dan bergegas mandi. Keluarga Hilabi adalah keluarga turunan Arab yang memang keluarga itu bekerja di bidang pertambangan minyak yang ada di Libya. Tapi kata Bunda Yanti mulai sekarang mereka akan menetap di Indonesia karena ada anak perusahaan baru di Indonesia yang dipercayakan kepada Tuan Hilabi untuk mengelolanya. Waktu menunjukkan pukul 18.12 waktu magrib pun telah tiba chacha langsung menyegerakan solat magrib setelah itu chacha menemui Bunda Yanti untuk membantunya menyiapkan hidangan makan malam.
__ADS_1
"Bunda masak apa?" Chacha yang melihat Bunda nya sibuk mengaduk daging di atas penggorengan.
"Nasi kebuli sama Kari Sapi. Kebetulan kan kamu sama Ghifari ga suka daging kambing jadi bunda ganti pake daging sapi." Chacha hanya mengangguk dan melihat Puding yang ada di pojok meja dapur.
"Terus pudingnya mau diapain bunda?"
"Oh iya tolong kamu potong-potong yah cha, terus kamu susun ke piring yang ada di buffet nomer 2."Chacha pun melakukan apa yang Bunda yanti minta, memang Bunda Yanti antusias bgt dengan kedatangan keluarga Hilabi, pasalnya Bunda dengan nyonya Hilabi sangat akrab. Hidangan pun sudah tersaji di meja makan. Ghifari yang baru turun dari kamarnya langsung bergabung dengan chacha dan Bunda Yanti di ruang TV.
"Om Hilabi jadi dateng bun?" Tanya Ghifari yang duduk disamping Bunda.
"Jadi nak..." Tak lama terdengar suara mobil yang masuk ke garasi rumah chacha. Bunda Yanti tersenyum dan langsung menuju ke depan untuk membuka pintu. Chacha dan ghifari pun mengikuti Bunda Yanti.
"Assalamualaikum Mba Yanti..."Keluarga Salam Nyonya Hilabi. Bunda Yanti pun langsung memeluk Nyonya Hilabi
"Wa'alaikumsallam mba. Selamat datang di rumah saya Mas Anwar dan Mba Ajeng..."
__ADS_1
"Gimana kabar mu Yanti?" Tanya Tuan Hilabi , Bunda Yanti tersenyum.
"Baik mas. Oh iya ini kenalkan Anak Anak aku Chacha dan Ghifari mba mas.." Chacha dan ghifari tersenyum lalu mencium telapak tangan Tuan dan Nyonya Hilabi. Sesosok laki-laki yang baru turun dari mobil membuat chacha membelalakan matanya.....