Cinta Yang Nyata.

Cinta Yang Nyata.
Kemunculan Sang Maung


__ADS_3

Setelah menunggu kurang lebih 15 menit Om Arul akhirnya dateng juga, Om Arul bukan ustad yang kebanyakan memakai sarung baju koko dan peci. Dia dateng ke rumah Risya mengenakan celana jins dengan kaos oblong longgar dan sepatu kets yang membuat tampilannya jauh dari figur ustad.


"Assalamualaikum.." Salam Om Arul seraya membuka sepatunya. "Wa'alaikumsallam om, ayo masuk om" Jawab Ernes, om arul tersenyum dan mengangguk. Setelah menanggalkan sepatunya dengan rapih om arul mengahampiri ernes, ernes langsung mencium tangan om nya sedangkan ani dan risya hanya menerima salam jauh dengan kedua telapak tangan dirapatkan. "Ini yang namanya risya om, yang tadi ernes ceritain di telp" Risya hanya tesenyum manis, om arul menatap risya dengan tatapan aneh dan tiba-tiba memundurkan langkahnya karena kaget. "Astagfirulloh.." Ucap Om Arul


"Kenapa om?" Tanya Risya kebingungan.


"Enggak apa-apa, lalu dimana kamar kamu risya?" Tanya om arul, risya pun menceritakan kejadian yang dia alami saat semalem dan juga ttg mba siti yang melihat ibu berbicara pada risya di depan pintu kamar risya sblm ibu brngkt dan juga cerita mba siti yang mengira bahwa kamar risya terkunci, tak luput sepasang mata kucing yang menatap risya sejak pagi dari jendela kamar. Risya mempersilahkan om arul untuk memasuki kamarnya terlebih dahulu yang diikuti ernes ani lalu dirinya. Risya menelan salivanya. Om Arul langsung menuju pojok kamar risya yang terdapat jemuran kecil tempat dmn dia berkomunikasi dengan nyonya kunti. Om Arul pun membacakan ayat-ayat suci sembari mengadahkan tangganya selayak orang berdoa. Ani yang sudah mulai ketakutan memilih untuk pamit ke ruang dapur menemui mba siti dengan alesan mau meminta air minum untuk om arul.


"Risya, ada yang mau om kasih tau sama kamu, tapi om ga tau ini berita baik atau buruk buat kamu." Jelas om arul setelah menyelesaikan doanya, risya mengangguk


"Jadi begini, kuntilanak yang ada disini dan makhluk-makhluk yang ada disini ternyata berasal dari berbagai tempat sekitar rmh kamu, mereka tertarik dengan wangi tubuh mu dan energi yang ada di dalam tubuh mu.." Ernes menatap risya, dan risya mengangkat bahu

__ADS_1


"Maksudnya gimana om?" Tanya errnes penasaran


"Risya ini mempunyai suatu kelebihan dan kelebihan itu sedang menujukkan kepada makhluk-makhluk disekitar risya bahwa kelebihan risya itu skrng telah hadir" Risya dan ernes mengeritkan dahi.


"Masih ga ngerti om.." Jawab risya "Sini om perjelas" Om arul menyuruh risa untuk memejamkan mata dan menarik nafas panjang , om arul mengusap mata risya perlahan sambil membacakan ayat quran.


"Sekarang kamu buka mata kamu pelan-pelan.." Risya membuka matanya perlahan dan...


"NGACO lu mana ada harimau sya?!" Risya tetep ga mau keluar dari kolong meja dan tetap menutup matanya.


"Om, itu harimau knp ada di kamar risya. Suruh pergi om, ini bukan lapangan sirkus gitu om, et daaaah" Om arul yang mendengar ucapan risya tertawa dan menarik tangan risya keluar dari kolong meja.

__ADS_1


"Gak apa-apa sya, dia karuhun kamu. Maung putih belang, dari turunan nenek kamu " Risya membuka matanya dan menelan salivanya. Risya mencengkram tangan om arul, om arul langsung melepaskan cengkraman risya dan menyuruhnya menghampiri sang karuhun.


"Om tapi risya takut om, takut diterkam." Om arul menggeleng dan terus menuntut risya menuju harimau putih yang disebut karuhun itu.


"Sekarang coba kamu usap lembut kepalanya.." Perintah om arul, risya mengangguk dan berusaha mengikuti arahan dari om arul. Risya perlahan-lahan menggapai kepala sang karuhun dan berhasil mengusapnya. Seketika....


"Ngoaaaaaaaam...!!!"


"Arrrgghhh om sieeeeeeeeun.." Sang karuhun mengaum sangat kencang tentunya hanya om arul dan risya saja yang medengarnya. Ernes cuma melihat risya dan om arul yang melakukan kegiatan yang ernes tak mengerti sama sekali.


Tiba-tiba sang harimau pun langsung menundukkan kepalanya kepada risya tanda penghormatan. Risya tersenyum tipis

__ADS_1


"Iya-iya, ya udah sekarang kamu harimau pergi dari kamar saya yah, disini bkn lapangan sirkus. Saya mau nyaman lagi di kamar saya.." Mendengar ucapan risya sang harimau berbalik dan menghilang...


__ADS_2