
Risya yang baru saja pulang dari kampus langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk yang ada di kamar pribadinya.
"Knp hari ini kerasa cape banget yah, padahal aktifitas gue sama aja kaya kemaren - kemaren, hoaaaaam ngantuk" Risya mencoba memejamkan matanya untuk istirahat sejenak,
"Tok..tok..tok non dipanggil ibu" Terdengar ketukan pintu kamar risya yang diketuk oleh pembantu di rumah risya. Mba siti namanya.
"Iya mba, nanti risya ke bawah." Jawab risya seraya menarik nafas panjang sambil mencoba membuka matanya yang terasa lelah itu. "Ish, baru jg mau tidur. Heuuuh..." Risya berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya yang terasa lelah itu. Tiba - tiba risya terdiam mematung, dia merasa ada yang memegang pundaknya erat. Dia sadar bahwa di kamar itu hanya dia seorang diri.
"What?!!!" Risya mencoba menoleh perlahan sambil menguatkan dirinya walaupun keringat dingin mulai mengucur. Saat risya berhasil menoleh, tiba - tiba pundaknya terasa ringan kembali.
__ADS_1
"Gleeeek..." Risya menelan saliva nya dan...
"IBUUUUUUUUU........" Risya langsung berlari keluar kamar dan menuruni tanggga menemuinya ibu nya yang sedang nonton tv di ruang tengah.
"Kamu kenapa de?" Tanya Bu indri yang mengeritkan dahi melihat anak nya berlari dan engos-ngosan.
"Ih ibu kok malah senyum sih, beneran tau. Kayaknya kamar dede udah ga aman deh bu, panggil pak ustad aja deh bu.."
"Umur kamu berapa de?" Ibu bertanya pada risya dan memegang tangan risa untuk menenangkan. Risya adalah pribadi yang penakut.
__ADS_1
"19 tahun, masa umur anak sendiri ibu lupa.." Jawab risya sambil memindahkan chanel tv.
"Dulu sebelum ayah meninggal dan oma meninggal mereka pernah memberitau ibu sebuah rahasia ttg kamu de..." Risya langsung menoleh mendengar ucapan sang ibu.
"Rahasia apa bu?" Tanya risya penasaran.
"Entah bener atau enggak tapi sebenernya kamu mempunyai satu kelebihan untuk melihat sesuatu, dan oma bilang kelebihan kamu itu akan terlihat disaat usia kamu mulai dewasa, tapi oma ga nyebutin di usia berapa kamu bisa punya kelebihan itu. Dan ibu rasa, mata batin itu udah mulai ada." Jelas bu indri, risya menggaruk kepalanya yang sama sekali ga gatal itu saat mendengar penjelasan ibu. Tapi yang risya mengerti adalah.... "APA? MATA BATIN BU?!" Teriak risya yang baru sadar bahwa ibu nya baru menyebutkan MATA BATIN.
Oma Wati adalah ibu dari alm ayahnya Risya yang merupakan seorang yang taat beribadah. Dan mempunyai kelebihan untuk berkomunikasi dengan makhluk tak kasat mata, dan juga memiliki karuhun yang menurut sang oma adalah seekor macan belang putih yang jika menjelma berwujud wanita cantik berpkaian layaknya sorang Ratu dari sebuah Kerjaan zaman dulu. Tapi Risya percaya ga percya ttg itu semua, tapi selama oma wati masih hidup banyak bgt orang yang cm sekedar meminta solusi dr oma ttg masalah pribadinya. Biasanya oma akan menyuruh orang - orang itu untuk kembali keesokan harinya karena setelah oma wati mendengar masalah para orang itu oma akan masuk ke kamar nya untuk solat dan berzikir sepanjang malam. Tapi, setiap orang - orang itu memberikan upah/imbalan oma wati selalu menolak dan menyuruh mereka menyedekahkannya.
__ADS_1