
"Jadi udah brp lama lu ada didalam figura itu?" Tanya risya yang udah mulai bisa menerima kalau skrng dia berbicara dengan seorang arwah.
"22 tahun.." Risya menatap Laras yang sekarang sedang menundukkan kepalanya karena kesedihannya. Risya menarik nafas panjang dan mendekati Laras.
"Oke, gue bantuin lu keluar dari sana , apa yang gue bisa bantu?" Laras mendongakan kepalanya dan tersenyum.
"Kamu hanya perlu memecahkan figura itu dan membakarnya. Setelah itu tolong doakan saya.." Risya menatap Laras.
"Kamu ga mau yah?" Tanya Laras
"Gue cm lg bingung gmn caranya ngambil figura itu, aplg td lu bilang figura itu ada di belakang lemari rumah seberang. Sedangkan gue aja ga deket sama mereka.."
"Minta bantuan ibu kamu saja, saya sering melihat ibu mu berbicara dengan nyonya Hilabi." Risa teringat kalau ibu nya memang sering ikut dalam acara sedekah rutin bareng keluarga arab tersebut. Risya mengangguk
"Ya udh nanti gue coba minta bantuan ibu buat bisa masuk ke rmh nya pak Hilabi." Laras pun mengangguk
"Kalau bgt saya pamit dl, besok saya kembali lgi." Risya mengangguk dan Laras pun menghilang
"Bruuuk..." Risya membanting tubuhnya ke atas kasur.
"Dulu apa oma ngebantu hantu jg yah?" Risya menarik nafas
__ADS_1
"Bneran bisa gila gue!!" Risya melirik jam yang ada di kamarnya. Waktu sdh masuk waktu zuhur, risya pun segera mengambil handuk bergegas mandi dan menunaikan solat zuhur.
*
"Bu masak apa?" Tanya risya yang menghampiri meja makan.
"Tumis kangkung, sambel , ayam goreng sama tempe mendoan." Jawab ibu yg lagi nonton di ruang keluarga. Meja makan memang diletakkan tdk jauh dr ruang keluarga, memang rmh risa yang tdk bgitu besar tapi sangat nyaman karena ada kolam ikan di ruang keluarga yang membuat sejuk.
"Ghifari kemana bu?" Bu Indri masih saja fokus sama sinetron yang menceritakan ttg perselingkuhan itu.
"Ke rmh aldi." Risya yang melihat ibu nya sedang asik nonton langsung mengambil piring dan mengisinya dengan nasi sayur dan ayam jg tempe.
"Bu Kapan keluarga Hilabi adain sedekah lagi?" Risya pun memulai percakapannya.
"Jumat depan de. " Jawab iBu indri singkat
"Kalau mereka sedekah biasanya mereka yang buat atau beli bu?"
"Kadang masak kalau sempet. Kalau sibuk biasanya beli.."
"Masaknya di rmh mereka bu?"
__ADS_1
"Aduh de nanti aja tanya-tanya nya, ini lgi seru. Ibu lg nonton dl.. " Jawab ibu, Risya menepuk jidatnya, dan bergegas menghabiskan makan siangnya.
"Ya udah dede ke kamar lagi yah bu.." Ibu hanya mengangguk. Risya menarik kursi yang ada di kamarnya dan memposisikannya tepat di depan jendela kamar risya dmn skrng dia bisa jelas melihat rmh keluarga Hilabi.
"Gmn cara nya yah?" Risya terus menatap rmh keluarga Hilabi. Tak lama terlihat sebuah mobil Honda CRV masuk ke kediaman rmh Keluarga Hilabi. Terlihat sesosok pria ganteng yang memiliki paras orang aran kulit putih hidung mancung alis tebal dan postur yang tinggi.
"FAHMI??!!" Risya menatap sosok pria tersebut dan menyunggingkan senyumnya. Fahmi adalah anak tunggal dari Keluarga Hilabi, dan Fahmi adalah kk kelas Risya waktu dia SMP. Risya langsung mengambil hp nya dan menekan nomer ernes.
"Hallo.."
"Lu dimana nes?"
"Mcd sama ani. Kesini ga lu? Daritadi gue wa ga bls-bls , sue.."
"Mcd mana? "
"Lodaya, kesini engga sue?"
"Iya bawel gue kesana. Tunggu bentar"
Risya langsung mengganti bajunya dengan kaos oblong warna navy dan celana panjang jins serta mengikat buntut kuda rambut panjangnya. Risya memang lebih cuek dengan penampilannya.
__ADS_1