
"oke apa pun yang ibu bilang ttg mata batin , aku blm sepenuhnya ngerti. Yang penting malem ini aku tdr sama ibu ya hehe.." Rengek risya. Bu Indri menggeleng dan tersenyum.
"ayolah bu,.." rengek rinsya.
"Ibu mau ke rmh teteh , teteh minta ditemenin soalnya ka iman dinas ke sukabumi 3 hari". Jawan bu indri. Rinsya menarik nafas panjang. Bu indri memiliki 3 orang anak. Ayang Anisa Putri adalah anak pertama bu indri dia menikah dengan seorang perwira polisi bernama Iman Al Rasyad dan memiliki 1 orang anak laki-laki bernama Daffa al rasyad. Anrisya Putri adalah anak kedua yang masih melanjutkan kuliahnya di sebuah akademi farmasi di Bogor. Dan yang terakhir Ghifari Herdiaputera yang masih duduk di bangku SMA kelas 2.
"Heeeeuh... " Rinsya pun menarik nafas panjang dan mencoba kembali ke kamarnya. Setelah meyakinkan dirinya bahwa tak kan ada yg terjadi di kamarnya rinsya pun masuk ke kamarnya.
"Mending gue mandi terus baca buku deh..." Rinsya pun mencoba menenangkan dirinya. Rinsya berjalan menuju jemuran kecil yng ada di pojok kamarnya.
"Makasih..." Rinsya pun tersenyum kepada sesosok wanita cantik yang mengambilkan handuknya. Setelah rinsya berbalik dan tersadar dia menghentikan langkahnya dan menelan saliva nya. "Tuh cewek tadi siapa yah?" Rinsya bersiap-siap berlari keluar kamar tapi telat pundaknya sdh dipegang oleh sesosok wanita cantik tersebut.
__ADS_1
"Ya Allah, knp gue jd lupa ayat kursi gini sih...." Rinsya pun memejamkan mata nya dan berbalik.
"Mba yang cantik mks td udah ambilin handuk saya, tp bisa jgn ganggu ga? Saya mau mandi..." Rinsya mengucapkannya tanpa membuka matanya.
"Hihihiihii...." Suara percis kuntilanak pun memekik di telinga rinsya. Rinsya lgsung bercucuran keringat dingin. Tp entah knp rasa penasaran rinsya memaksa dia untuk membuka matanya. Setelah dia membuka matanya ternyata sesosok wanita itu telah menghilang.
"Ya Allah itu setan knp lbh cantik dr gue, suaranya kenceng bgt..." Celetuk rinsya sembari mengelus dadanya. Dia menggunakan jurus kaki seribu berlari kembali ke ruang tv.
"Knp non teriak-teriak?" Tanya mba siti bingung yang liat rinsya teriak-teriak.
"mba itu ada setan cantik di kamar rinsya mba.." Jawab rinsya yg masih keringet dingin.
__ADS_1
"Setan cantik??" Tanya mba siti.
"Ibu mna?" Tanya rinsya. "Nyonya baru aja brngkt" Jawab mba siti, rinsya yg denger jawaban mba siti mengerutkan dahi. "Kok ga ngomong sm rinsya klau brngkt?" Sekarang giliran mba siti yang mengerutkan dahi.
"Tadi kan nyonya ke kamar non rinsya. Mba juga liat nyonya ngobrol sm non di dpn kamar. Abis itu nyonya pergi non.." Rinsya membuka mulutnya lebar mendengar ucapab mba siti. Rinsya kembali menelan salivanya.
"Mba siti malem ini tidur di kamar aku yah mba.." Rinsya ga mau membahas kejadian itu lebih jauh, saat ini dia sdh benar-benar ketakutakan.
"Knp mba tdr di kamar non rinsya?" Tanya mba siti, Rinsya tersenyum
"Gpp mba, pokoknya temenin aja. 2 jam lg ke kamar rinsya yah mba.." Rinsya ga mau membuat mba siti ketakutan jg. Mba siti hanya mengangguk.
__ADS_1
"Ya udah mba selesain kerjaan dl non" Mba siti pun kembali ke dapur, rinsya lebih memilih duduk di ruang tv sambil nonton sinetron. Rindya melirik jam yang ada di dinding ruang tamu. 'Baru jam 8 ; Batin rinsya' Dia kembali menarik nafas.Tiba-tiba jantung rinsya berdegub kencang seperti ada sepasang mata yg memperhatikannya...