
2 hari setelah pengusiran oleh Om Arul sekarang mata batin risya bner-bner sudah terbuka. Risya pun sdh mulai terbiasa dengan kehadiran si maung klau muncul di kamar risya. Hari ini adalah hari minggu, waktunya risya menikmati waktu istirahatnya di rumah.
"Bisa gila gue kaya gini. Mana ada orang waras yg mau melihara harimau di kmar tidurnya?!". Risya melirik si maung yang sdang dalam posisi duduk berada di sisi pojok kanan kamarnya. Karena penasaran risya beranjak dr kasur nya dan mencoba mendekati si maung dan duduk tepat di hadapan si maung.
"Kamu bisa bicarakah?" Tanya risya, sang mau mendongakkan kepalanya dan memposisikan tubuhnya untuk dibelai risya. Risya pun lgsung membelainya. "Tentu saja saya bisa. " Risya tersentak kaget mendengar sang maung berbicara.
"Ka kamu mengerti bahasa saya?" Tanya risya.
"Saya mengerti bahasa dan ucapan kamu atu"
"Atu? Nama saya risya bkn atu.."
"Kamu adalah turunan dr Pajajaran Lama yang mewarisi ku untuk melindungi mu. Setelah Sang Atu meninggal kamu lah penerusnya. Atu adalah panggilan kami untuk para keturunan Pajajaran Lama yang kami lindungi" Risya mengerutkan dahi
"Nenek mu adalah Atu ku sebelumnya.." Rinsya membuka mulutnya.
"Oma?!" Sang maung mengangguk. "Tapi saya ga mau seperti oma yg selalu disibukkan dengan para orang-orang yg meminta bantuannya.."
"Kamu akan segera mengerti Atu." Sang maung berbalik dan menghilang tepat didepan lemari baju risya. Risya menarik nafas panjabg.
__ADS_1
"Katanya saya Atu km, bahkan km ga pamit ke saya sblm km menghilang. Aarrrgh Gila gue kaya bgini.." Risya mengambil ponselnya dan melihat ada bbrp pesan dari Ernes. Risya yg sedang malas melakukan apa-apa mengabaikan pesan ernes. Tiba-tiba 'Wuuuuuuushhh..' Sebuah angin kencang berhembus di telinga dan pundak risya. Risya pun merasa ada sesuatu.
"Permisi...." Risya menoleh dr arah suara
"Si siapa km? knp bisa ada di kamar saya? " Sesosok wanita cantik berkebaya merah , percis seperti wanita yg sedang berada di acara 21 April.
"Maaf saya menganggetkan kamu. Saya Laras , tidak sengaja saya terbawa kemari krn energi mu yang kuat."
"Kamu hantu apa manusia?"
"Hantu." "Kok bisa nongol di siang hari?"
"Oke. Terus km mau apa kesini?"
"Mau minta bantuan kamu.." Risya menepuk jidatnya dan menarik nafs.
"Minta bntuan tuh sama polisi jgn sama gue mba.." Jawab risya. Laras mendekati risy dan duduk dismping risya membuat risya semakin menujukkan keringat dinginnya.
"Saya tau kamu wanita baik, tolong saya untuk lepas dari penjara foto itu".
__ADS_1
"Penjara foto? Gue aja ga ngerti apaan itu. Lagian gmn car gue ngelepsin lu nya. Gue tau penjara nya jg enggak."
"Penjaranya ada di rmh yang ada diseberang rmh kamu itu." Risya mengerutkan dahinya dan beranjaak ke arah jendela untuk melihat rmh yng ada didepn rmhnya.
"Rumahnya keluarga arab itu? Gmn carnya mereka menjarain lu. Sedangkan setau gue mereka itu taat bgt ibadahnya." Rmh yang ada di depan rumahnya itu milik keluarga turunan arab yg dikenal sebagai keluarga dermawan. Karena setiap hari jumat mereka selalu mengadakan sesekah dan santunan anak yatim di masjid komplek rmh mereka.
"Bukan mereka yang menjarakan saya. Tpi penghuni lama yng menjarakn saya. Keluarga arab itu tidak tau kalau di belakang lemari besar yang ada dibelakang rmh itu terdapat figura foto milik penghuni lama yg memenjarakan saya."
"Tgg deh. Elu bilang dipenjara, tp knp sekarang lu ada ditempat gue? terus ngapain lu minta tolong gue kalau lu sendiri bisa keluar dr penjara itu?" Tanya risya semakin bingung.
"Saya bisa keluar hanya disaat matahari terbit sampai terbenam. Setelah itu saya akan secara otomatis kembali ke figura tersebut."
"Knp lu bisa dipenjara, dan karena kesalahan apa?"
"Dulu saya hidup bersama laki-lak yang memiliki ilmu supranatural. Dia laki-laki baik yang benar mencintai saya. Tapi takdir berkata lain, saya meninggal kecelakaan saat saya mau menghadiri acara di balai desa. Mobil saya kehilangan kendali dan menabrak pohon besar yg menyebakan saya teelempar dan tewas di tempat."
"Tgg Laras. Jadi kamu itu arwah gentayanga gt?!" Laras mengangguk. Risya menelan salivanya.
"Iya. Arwah saya yg harusnya sudh tenang dipanggil oleh Asep, laki-laki yang mencintai saya. Dia memenjarakan arwah saya di figura tersebut. Saya hanya bisa keluar disaat waktu yang dia tentukan. Setelah Asep meninggal saya pun tetap terkurung di figura tersebut."
__ADS_1