
Risa pun tiba di Mcd dngan cepat. Dia butuh bantuan kedua sahabatnya untuk menjalankan rencananya. Risya mencari keberadaan kedua sahabatnya tersebut
"Sya...!" Panggil Ani, Risya pun tersenyum dan langsung menghampiri keduanya.
"Drmn aja sih lu sya dr pagi di chat kagak nyaut nyaut.." Risya hanya tersenyum mendengar ucpn ernes.
"Lagi gabut dia sya, gara-gara episode naruto blm keluar yang baru" Jelas Ani risya mencibir.
"Bukan naruto ni tapi baruto anaknya naruto ih." Jawab ernes
"Lah sama aja kali nes mau naruto kek baruto ke tato ke ttp aja kartun kan?"
"Beda Aniiii"
"Udah deh cuma karena tato doang kalian pada ribut begini."
"BARUTO Risya BUKAN TATO!!!" Risya menutup mulutnya mendengar omongan Ernes. Ani tertawa lebar
"Mending gue pesen dl deh" Risya pun memesan kentang goreng uk besar Mcburger dan 1 cola uk medium.
"Ni lu inget sama Fahmi kk kelas kita waktu SMP ga?" Tanya risya memulai percakapan.
"Iya inget, kalau ga salah rmh nya depan rmh lu itu kan?" risya mengangguk.
"knp emang?"
"Gue mau ngajak dia buat reuni 3 angkatan SMP kita." Ernes langsung meletakkan laptopnya.
"Reuni sya?" Risya menganggukin jawaban dari pertanyaan ernes.
"Sejak kapan lu mau ikut andil soal reuni SMP kita sya? Dateng aja lu ga pernah"
Tanya ani yang cepat dianggukin tanda setuju dari ernes.
__ADS_1
"Semenjak gue ketemu Laras..." Jawab risya, "Laras?!!!" tanya ernes dan ani berbarengan.
"Laras kakak kelas kita yg minta gue buat ngadain acara reuni itu."
"Oooh. Terus kapan rencanaya?" Padahal risya pun ga yakin apa mereka pnya kk kelas bernama Laras.
"Gue jg blm tau, makanya gue minta bantuan kalian hahaha..." Ani menepu jidatnya dan ernes langsung kembali dengan laptopnya. Sepertinya risya ditolak.
"Ayolah guys, Kalian inget kan kalau Fahmi itu dulunya Ketua Osis, ada bagusnya kita minta bantuan dia buat bikin acara reuni SMP."
"Ya udah gue sih ayo aja, tapi kan kita ga bgt deket sama Fahmi sya.?" Ernes mengangguk tanda setuju lagi dengan ucapan ani.
"Iya gpp, toh dia jg ga mungkin ngusir kita atau marah - marah sama kita cm karena kita minta bantuan dia kan?"
"Ya udah oke. Emang lu punya nomernya?" Tanya Ani, Risya menggeleng. Ani hanya mencibir dan menyeruput cola nya.
"Terus mksd lu kita harus nyamperin dia gt?" Sekarang giliran risya yang mengangguk tanda setuju dengan ucapan ernes.
"Kapan?"
"Ish, mendadk amat. Kita kan harus merangkai kata dl buat ngomong sama dia sya.."
"Lu kira mau baca puisi sampe merangkai kata. " Ernes menatap ani , ani hanya memajukn bibirnya.
"Udah mending sekarang kalian ikut gue ke rmh Fahmi." Ajak Risya, Ani dan Ernes mau ga mau mengikuti risya. Ani seperti biasa dibonceng oleh Ernes karena tadi pagi ernes memang menjemput ani ke rmh. Risya cm ingin cepat bisa membantu Laras agar dia bisa terbebas dr hantu gentayangan itu. Udah itu jg karena Risya gaa tega mendengar pengakuan Laras yang tak bisa kembali ke alamnya dengan tenang. Mereka pun memarkirkan kendaraan mereka di rumah Risya.
"Yuuuuk....!" Ajak Risya begitu mereka nyampe rmh.
"Langsung? Kagak masuk dl ke rmh lu gt sya?" Tanya ernes , Risya menggeleng. Ani menepuk pundak Ernes dan menyuruhnya untuk mengikuti Risya. Setibanya di rumah Fahmi mereka lgsung mengetuk pintu.
"Asslamualaikum..."Ucap salam Risya dan Ernes. Tapi tak ada jawaban
"Assalamualaikum..."Risya dan ernes kembali mengucap salam
__ADS_1
"Ga ada di rumah kali sya.. " ucap ani, tapi risya ga yakin dengan ucapan ani karena melihat mobil Fahmi masih terparkir di garasi rmh itu. 'Wuuuuushhh'
Tiba-tiba angin dingin menghembus di pundak risya , dia pun menoleh ternyata Laras.
"Kalau kamu hanya mengetuk pintu tidak akan terdengar. Karena jarak dari ruang tamu sangat jauh dari ruang utama." Jelas Laras
"Lalu gmn?" Tanya risya berbisik, Laras menujuk ssbuat tombol yang ada di tmbok sebelh kiri pintu rumah. Laras pun menghilang.
"Ini ada bel.." Ucap Risya, Ani dan ernes cm tersenyum tipis. Setelah Risya memencet bel 2x tak lama keluar seorang laki-laki. Yaps dia adalh Fahmi
"Assalamuaikum kak.." ucap salam mereka ber3.
"Wa'alaikumsallam sya. Ada apa?" Jawa salam Fahmi, risya menatap Fahmi ga percaya kalau fahmi kenal sama dirinya. Padahl ini kali pertama risya ke rmh Fahmi bahkan risya ga prnh negur Fahmi di sekolah maupun di rmh.
"Anu ka , hmmm ada apa yah?" Risya menelan salivanya tanda grogi, dia baru tau kalau fahmi seganteng itu.
"Anu apa?"
"Kita mau minta bantuan ka fahmi buat acara reuni 3 angktan SMP kita ka" Akhirnya ani yng menjelaskn karena sikap risya yng tiba-tiba seperti orang bodoh.
"Termasuk angkatan saya?" Ani mengangguk.
"Maaf ka boleh kita duduk ga? pegel euy" Fahmi pun mempersilahkan duduk setelah mendengar gerutu dari ernes . Ani dan risya mencibir
"Iya dari angkatan kita , angkatan ka Isma dan angkatan ka fahmi. " Ani pun menjawab pertanyaan ka fahmi yang sempat terganggu oleh ernes tadi.
"Oh , apa yang saya bisa bantu?" Ani pun menyenggol lebgan risya, risya menatap Ani dan tersenyum tipis. Ani menarik nafasnya.
"Kita mau minta tolong untuk kk jadi koordinator untuk angkatan kk dan memastikan brp orang yang bisa ikut dalam acara reuni." Jelas Ani , tiba-tiba Laras muncul di hadapan risya dan menyuruh risya mengikutinya.
"Hmmm ka boleh aku ikut ke kamar mandi ga?" Tanya risya untuk mencari alesan.
"Boleh , km lurus aja nanti belok kanan sya. Agak jauh kamar mandi nya deket taman belakang." Risya mengangguk , Risya pun mengikuti Laras menuju tempat yang sepertinya mau risya mengetahuinya.
__ADS_1
"Ini, dibelakang lemari ini." Wajah pucat Laras terlihat jlas, risya memandang lemari yang ada dihadapannya. Risya menggaruk kepalanya yang ga gatel.
"Risya.....?!" Deg....