
reon tengah berbaring santai di roftop kampus. karena saat ini ia bolos makul sesakali ia tersenyum penuh arti di sana .
“1....2......3.....blubh push.....” ia menyesap rokok nya lantas membantingnya ke bawah .
“bolos loe gak ideologis masa' gak ngajakin gue ?”
“apaan sih loe fan, gue lagi males debat mana Landa?”
“tauk” mengedikan bahunya acuh dan menyesap rokok nya .
“woy parasit, ngapain gak nungguin gue ” sambil menendang kaki Fando . ternyata tadi Fando dengan sengaja meninggalkan nya di toilet .
“sakit monyet, iya sorry” mengusap kakinya yang ngilu di tendang Landa yang begitu keras .
“loe bedua ,bukan nya tenang malah ribut aje , ngerusak mood tau kagak” reon menendang kaki kedua sahabatnya .
“sakit onta” Landa dan Fando kompak .
“ya,ya , ya makan tuh onta ” melempar bungkus rokok nya .
“buat kita nih?”
“buat dakjal aja”
“jadi kita bedua dakjal dong”
“bukan, cuman dukun santet”reon terkekeh geli melihat ekspresi wajah sahabat nya yang kesal .
“gue mau berhenti dari dunia gelap gue” suara reon tiba-tiba menghentikan aktivitas sahabatnya yang tengah menghisap rokok .
“maksud loe?”
“gue gak akan ngerokok,gak akan ke club dan yang paling penting gak akan bermain gila dengan perempuan manapun lagi”
“loe tobat?” kini Fando yang membuka pertanyaan .
__ADS_1
“yah ..gitu deh ”
“landa yok taruhan, kalo reon betah dengan apa yang di ucapin nya tadi , satu bulan gue Tantang loe yon, ”
“ok fan, kira-kira apa taruhan nya ?”
“kalo gue menang selama sebulan penuh loe bayarin gue wanita pemuas hahahah”
“otak loe mesum amat fand, kalo gue yang menang loe harus mau nurutin kemauan gue selama sebulan” lanjut Landa tak kalah sengit dan akhirnya mereka berdua berjabat tangan di saksikan oleh reon yang geleng-geleng kepala dengan pertaruhan kedua sahabatnya .
“emang sinting loe pada, mulai sekarang lie gak usah ngajak gue lagi ke tempat-tempat setan itu” berdiri dan meninggalkan dua manusia yang masih saling menatap sengit .
***
di sebuah toko buku terbesar di ibukota ,nampak putri sedang mencari buku yang akan menjadi bahan tugasnya di temani Rere yang tak pernah berhenti mengeluh dan menyeloteh.
“sabar re” hanya ucapan itu yang di ucapkan nya untuk sahabat nya yang masih terus saja menggerutu .
“kamu sih bisa aja sabar, nah aku auk ah males bgt ngerjain tugas setiap hari,aku juga butuh refreshing kali put”
“sayang” sambil senyum cengengesan .
“reon”
“hai kak reon” rere melambaikan tangan nya senang.
“lagi nyari buku apa?”
“bukan urusan mu” kambali menarik tangan Rere yang masih terpesona dengan ketampanan seorang reon .
“tunggu dulu” reon menarik tangan Rere yang di tarik putri, lantas mereka berhenti Rere yang masih di alam baka hanya mengagumi keindahan di depan nya .
“lepas nggak tangan kamu dari rere” .
“nggak” .
__ADS_1
dengan cepat Putri menangkis tangan reon dengan buku yang begitu tebal sampai ia mengasuh kesakitan memegangi tangannya yang memerah .
“kasar banget sih ayang ini” meniup pelan tangannya .
“kaka gak apa-apa kan” Rere sedikit mendekati reon .
“nggak apa kok , ooo iya nanti kirim nomor telepon putri ya padaku ”mengedipkan mata genitnya pada Rere .
“re ,cukup ayo pergi” wajah putri di penuhi amarah yang campur aduk membuat Rere seketika menciut .
“ayo lah sayang, pulang dengan ku saja ya” reon menarik tangan putri dengan keras dan membuatnya reflek menabrak tubuh reon seakan mereka tengah berpelukan.
“lepasin” putri berontak
“kak lepasin putri kak, gak enak di liatin orang ” rere mencoba untuk menyelamatkan putri .
“makanya gak usah Sombong dong out” melepaskan pelukan nya .
plak....... putri menampar wajah reon hingga nampak kemerahan .
“sekali lagi aku ingat kan sama kamu, jangan ganggu aku , paham kan” berlalu sambil menarik tangan, Rere keluar dari toko .
“ceh...... tungguin aja pas nanti momen nya aku pasti bisa mendapatkan cinta mu putri, aku akan berjuang”
“semangat ya ” seorang wanita yang tengah memilih buku memberi semangat pada reon .
“maksih mabak” tersenyum kaku
“panggil Yasa saja ” ucapnya langsung berlalu .
wanita cantik itu segera berlalu dari toko buku dan naik taksi online, dan itu juga tak luput dari pandangan reon .
“hem...masih ada ternyata yang mendukung aku hahahaj” ia juga berlari dari sana .
sengaja eneng Adain pertemuan Yasa sama reon karena mereka berdua adalah sama² pejuang cinta 🤣🤣, gak apa-apa kali ya 😌😌😌
__ADS_1
TBC♥️♥️