Cinta Yang Sederhana

Cinta Yang Sederhana
14


__ADS_3

tidak ada maksud sedikit pun reon untuk melupakan penolakan demi penolakan yang sudah ia terima.


“udah lah bro, mending kita seneng-seneng lagi kayak dulu lah, udah lama loh kita nganggur” reon menatap sekilas wajah Fando yang cengengesan tanpa dosa ke arah nya .


“loe aja yang belum merasakan jatuh cinta, makanya loe ngomong kayak setan” lanjut Landa menyeruput jus nya .


“eh, lan ya yang ada nih ya , semua cewek yang ngejar gue ”


“berisik loe fan, ah.... males bat dah gue denger ocehan basi kayak loe” reon melempar kulit kacang di wajah Fando dan untung masih bisa mengelak.


saat di sela asik-asik nya mereka berbincang nampak dari kejauhan , putri tengah berjalan tidak jauh dari teman sebaya reon , dia adalah Ahmad Akbar , seorang laki-laki yang sangat agamis di kampus nya sekarang , bahkan dia juga seorang ustadz di pesantren keluarga nya .


“gak usah cemburu loe yon, katanya pem mop on”


“ngomong aja loe fand” Landa yang mulai geram dengan apa yang Fando katakan .


“hem.....kayaknya putri menyukai Akbar, liat aja ekspresi wajah nya kayak berbinar gitu”


“udah lah Yon, menghindar Saja!”


dia ngguki Landa toh semua gak mungkin terjadi kan kalau reon tidak menyimpan perasaan terhadap mahluk yang bernama perempuan .


“ya udah ,yuk lah kita party malam ini ”


“loe ngaku kalah Yon berarti?” Fando sudah tak sabar mendapatkan hadiah pertaruhan nya dengan Landa .


“ah....loe yon, yakin nih mau stop di sini, siapa tau kalian berdua jodoh lagi, tugas loe itu berubah”

__ADS_1


“eh....banci loe tuh bentar lagi udah mau kalah, mau apa lagi loe ” Fando tertawa mengejek Landa yang sudah pucat pasi .


“gila loe pada , mulai hari ini dan seterusnya gue mengharamkan Amer atau apapun sekelasnya ”


“beneran loe yon”


hanya anggukan yang mereka tangkap dari jawaban reon .


reon perlahan berjalan menuju meja putri dan Akbar .


“assalamualikum ,”.reon duduk di samping Akbar seraya merangkul nya . sekilas putri melihat wajah reon yang sedang tersenyum misterius .


“kak reon”


“hai Rere, dan putri ”


“ada yang bisa saya bantu?” pertanyaan Akbar membuat reon tergelak.


“ada apa”melepaskan rangkulan reon pada tubuhnya.


“nggak, cuman minta tolong ajarin aku mengenal tuhan ku dan juga tuhan nya ”


“maksudnya?”


“ajari aku Islam, ya kan put”


****

__ADS_1


nampak seorang laki-laki paruh baya menahan amarahnya yang meluap-luap saat ini, dia kira putra nya akan terkejut dengan apa yang akan dia berikan. ternyata malah dia yang di buat terkejut dengan kelakuan putra nya Sendiri .


“sejak kapan reon menjadi seperti itu?”


“yang aku tau pi, ini sudah berjalan selama beberapa tahun belakangan ”


“papi tidak mau tau, kamu harus panggil dia dan seret ke rumah utama,”


“baik pi” keluar dari ruangan kebesaran sang papi yang saat ini mereka masih berada di luar negeri dan memutuskan pulang hari ini ke tanah air .


***


“ambil lah,” menyodorkan kotak kado kecil pada putri ”


“maaf aku nggak bisa, kak reon mohon mengerti” mundur pelan


“pertemuan terakhir, anggap setelah ini kita adalah orang asing yang di paksa sering bertemu, aku menjalani hari ku seperti biasa begitupun sebaliknya ”


putri masih enggan menerima kado kecil dari reon .


“aman kok, aku janji gak akan ganggu kamu, aku juga tau kamu suka kan sama Akbar?” begitu sakit rasanya apa yang telah ia ucapakan untuk putri. wanita teristimewa daripada yang lain .


“assalamualaikum ” putri pergi sambil membawa kotak kecil yang di berikan reon .


banyak yang tidak kau tau , tentang perasaan ku yang sebenar untuk mu put .


aku akan ikhlas dan mencari yang baik kayak kamu . tapi jika di takdir kan bersama aku tidak punya kuasa untuk menahan nya . karena aku egois .

__ADS_1


reon bertempur dengan hatinya sendiri .


ada rasa sesak yang tidak tau di mana arahnya . semoga ini bukan pertanda buruk yang akan terjadi .


__ADS_2