Cinta Yang Sederhana

Cinta Yang Sederhana
Rindu


__ADS_3

"*Nih hadiah dari pangeran loe." Di lihatnya Nesya mengeluarkan kotak biru berukuran sedang. Karena penasaran dengan cepat Nadia membuka kotak tersebut. Isinya bingkai foto bermotif rainbow dengan foto Nadia dan Reno saat mengikuti MOS SMP didalamnya. Terdapat sebuah kertas. Dengan segera dibacanya surat tersebut.


Dear Nadia,


Inget ga pertama kali kita kenalan? Pas itu loe nangis gara-gara di hukum sama kakak kelas. Dalam hati gue ketawa, kok ada sih cewek cengeng kayak gini? Hehe.. just kidding J. Loe dulu pernah bilang pengen liat pelangi tapi ga pernah kesampaian. Semoga loe seneng sama pelangi yang ada di bingkai foto. Mungkin gue ga bisa nunjukin pelangi saat ini coz gue harus ikut ortu yang pindah tugas. Tapi suatu hari nanti gue bakal nunjukin ke loe gimana indahnya pelangi. Tunggu gue dua tahun lagi. Saat waktu itu tiba, ga ada alasan buat loe ga mau jadi pacar gue. I Love You...


Salam Sayang,


Reno Purwanto


"Kenapa loe nggak mau nerima dia? Gue tau loe suka Reno tapi lo nggak mau nyakitin gue." sejenak Nesya tersenyum.


"Percaya deh, sekarang gue udah nggak ada rasa sama Reno. Dia cuma temen kecil gue dan nggak akan lebih." Ujar Nesya menyakinkan Nadia.

__ADS_1


"Thanks Sya. Loe emang sahabat terbaik gue." ucap Nadia tulus.


"Tapi gue tetap pada prinsip gue." Ucap Nadia yakin.


Nesya terlihat menerawang.


"Jujur, waktu gue tau Reno suka sama loe dan cuma nganggep gue sebagai temen kecilnya. Gue pengen teriak sama semua orang, kenapa dunia enggak adil sama gue. Tapi seiring berjalannya waktu gue sadar kalo nggak semua yang kita inginkan adalah yang terbaik untuk kita." senyum kembali menghiasi wajah mungilnya.


"Dan lo harus janji sama gue kalo loe bakal jujur tentang persaan lo sama Reno. Janji?" lanjut Nesya sambil mengangkat jari kelingkingnya.


Ingin rasanya Nadia menolak tetapi Nesya terlalu baik baginya. Dia sendiri tau sampai saat ini Nesya belum sepenuhnya melupakan Reno. Tapi Nadia juga tak ingin mengecewakan Nesya. Berlahan diangkatnya jari kelingkingnya.


"Janji.." gumam Nadia lirih.

__ADS_1


Satu satunya yang berhasil menciptakan cukup banyak kenangan, ya.. kamu, penyebab beberapa kesedihan dan bahagiaku terdahulu . Sudah lama ya tak tatap muka , masih bolehkah saya menanyakan kabarmu , Bagaiman Keadaanmu ? apa berat badanmu sudah bertambah atau masih sama seperti dahulu ? sudah sampai dimana kuliahmu ? lalu sibuk apa sekarang ? ahh .. andai pertanyaan-pertanyaan itu dapat ku uraikan dihadapanmu, tapi nyatanya kini kau telah merelakan ku .


Dulu, Berkali-kali kamu hilang lalu berkali-kali juga kamu datang kembali lalu ku sambut dengan rindu , kurang sabar apa aku yang terus dijadikan persinggahanmu yang kurang sabar


'


(?)Kini, Rinduku meradang , Tapi hanya bayangmu yang mampu ku kenang , Sapamu sudah tiada , selamat ya 🙂 atas keberhasilanmu melupa .Maafkan aku yang tanpa persetujuan telah merindukan mu sampai sedemikian ..


Masjid ini adalah saksi bisu dimana kita dipertemukan dibulan yang penuh rahmat yaitu dipertengahan bulan Ramadhan , sejak hari itu kita sering bertemu walau tak menyapa tapi setidaknya kenal wajah .


aku mendengar suara itu , yang menyejukan hati ini , aku mengenali suaranya walau tak pernah mendengarnya berbicara langsung padaku, dan ternyata itu " engkau" , rasa penasaran mulai datang , rasanya pengen banget kenal lebih dekat , tapi semua prosesnya memang tak secepat itu . bulan rhamadhan pun berakhir , namun sampai saat itu saya belum tau siapa namanya . pada hari raya Idul Fitri saat aku merapikan sajadahku aku melihatnya, ternyata allah mengizinkan saya untuk melihat wajahnya , cukup jelas memang , dan seakan takbir yang berkumandang membisikannya untuk melihat kearah ku , dia pun menoleh , namun ku langsung menundukan kepala ku ..


sebelum akhirnya aku gila karna terus memikirkannya, ku putuskan untuk bergegas kemasjid untuk shalat magrib , dan ternyata aku bertemu lagi dengan lelaki itu dan yang sangat mengejutkan ternyata dia guru ngaji anak-anak kecil .. subhanallah .. betapa layaknya ia untuk dikagumi .

__ADS_1


Sejak hari itu aku mulai berfikir apa ini rencan Allah ? tapi mengapa allah merencana kan ini ? yaa tapi itu adalah pertanyaan yang tak butuh jawaban karna Alllah itu maha bijaksana , aku akan tetap mengikuti rencana nya* .


__ADS_2