
seorang pria paruh baya yang sangat reon sayangi terbaring lemah di brankar . beberapa kali ia mengutuk kebodohan nya sendiri tentang apa yang sudah terjadi .
“maafin reon mih, ” masih memohon untuk di maafkan mami nya .
“loe udah keterlaluan Yon, loe udah buat papi marah besar dan sekarang papi, serangan jantung nya kambuh lagi”
reon meremas rambutnya kasar,ia begitu frustasi karena semua kelakuan nya di ketahui oleh keluarga nya dan terutama papi yang memiliki riwayat penyakit jantung ..
“reon, mami benar-benar kecewa sama kamu ” wanita paruh baya yang amat sangat di sayangi nya itu menatap dengan sendu .
“mi, reon janji gak bakalan buat hal kayak gitu lagi dan Reon Jani kalo papi udah siuman reon akan mengabulkan apapun yang papi mau” bicara dengan nada tegas .
nampak jari jemari sang papa bergerak pelan ketika reon yang berada di samping brankar nya .
“papi, ” lirih reon sambil menunduk memegang tangan sang papi yang tengah menatapnya dengan tatapan sedikit sendu .
“pi,are you okay” mami mendekati suaminya dan reon perlahan mundur .
“papi, akhirnya Papi siuman juga , langsung aku panggilkan dokter farel ya” Gerald mendekati sang papi .
“tidak perlu, kalian istirahat lah ini masih sangat malam” nada suara pria paruh baya itu melemah sesekali menatap reon yang masih menunduk .
“maafkan reon Pi, reon gak akan ngulangin semuanya reon janji ” bersimpuh di lantai menyesali perbuatannya .
“hem”
suasana kembali hening karena Mami Dan kakak nya tengah tertidur sedang reon masih duduk melamun di sofa tanpa tertarik hanya sekedar rebahan atau hanya mengecek ponselnya yang sudah hampir 22 jam tidak di sentuhnya sama sekali .
***
__ADS_1
“menikahlah reon” tegas papi sambil bersandar di brankar .
reon tak bisa lagi menahan beban tubuhnya dia terduduk lesu, bagaimana dengan putri? akan kah perjuangan nya akan berakhir? .
reon tidak mungkin menikahi wanita ****** itu, tidak reon tidak bisa tapi dia sudah berjanji akan menuruti apapun Yang papi nya inginkan .
“ta-tapi pi, ak..” kembali berdiri meski berat .
“nanti sore mereka akan datang” mengalihkan tatapan nya dari reon .
***
mata reon memerah ia memacu Mobil nya keluar dari rumah sakit. yang terpenting sekarang dia harus bisa menenangkan pikiran nya yang sedang kacau bahkan hancur berkeping-keping .
"aku gak mau nikah sama Maya, dia hanya wanita ****** "
"aku harus kabur, tapi....."
“sial” ia memukul setirnya berkali-kali. akhirnya ia putar arah Dan kembali menuju rumah besarnya.
“maya!” reon berteriak menggelegar di seluruh ruangan .
“tu - tuan muda aaa apa yang membuat anda memanggil maya” kepala pelayan mulai gugup .
“di mana Maya?”
“di - apartment tuan muda”
“sialan ****** itu”
__ADS_1
reon kembali keluar menuju apartment nya .
BRAK................
reon membuka pintu dengan kasar, di lihat nya Maya tengah tertidur pulas di sofa .
Tanpa babibu reon menarik tubuh Maya hingga ia terjatuh .
“ada apa?” dengan nada ketakutan Maya menatap wajah reon .
“dasar ******, apa yang telah kau katakan pada orang tua ku?” reon membentak Dan mengapit rahang Maya dengan kuat
“akh.... aku tidak tau tuan apa yang kau bicarakan”
“dasar ******, aku tau kau itu di suruh seseorang Dan dia membayar mu dengan banyak kan dasar wanita murahan ”kemudian ia menarik Maya menghempaskan tubuh ketakutan itu di atas ranjang .
“ap_apa yang tuan lakukan” reon suda meenghimpit tubuh Maya di atasnya dengan sekali gerakan ia merobek semua apa yang Maya kenakan . sedangkan Maya yang kaget tidak bisa bicara lagi . dengan gerakan kasar reon melumati bibir seksi Maya.
“emph....em.....” Maya memukul mukul dada reon .
“dasar jalang” reon menapar wajah Maya keras .
“ku mohon lepaskan aku tuan”
“tidak semudah itu bitch”
reon mulai melakukan penyatuan dengan kasar di tubuh Maya sehingga Maya menjerit sekuat-kuatnya .
“akh.....akh......he.......bitch” reon menapar-nampar wajah Maya . hingga saat itu Maya sudah tak sadarkan diri . sedang reon
__ADS_1
masih menghentak kasar tanpa memperdulikan kondisi wanita yang menjadi teman ranjang nya hingga pada menit pelepasan pun reon masih menggeram .