Cinta Yang Sederhana

Cinta Yang Sederhana
16


__ADS_3

reon berjalan tergesa, ia tiba-tiba masuk ke dalam ruang rawat inap sang papa. tapi tiba-tiba langkah nya terhenti ketika melihat orang yang tidak begitu asing di Indra nya .


“maaf ma reon tadi ada urusan sebentar ” ungkap nya lantas duduk di sofa dekat dengan sang mama .


“kebetulan orang yang dari tadi kita tunggu sudah berada di sini, maka mari kita lanjutkan apa yang tadi sempat tertunda ” lanjut seorang pria yang berpenampilan seperti seorang pak kyai di pesantren .


“baiklah , hari ini saya selaku orang tua dari putra saya akan benar-benar dengan senang akan adanya perjodohan ini,bahkan sebelum kelahiran anak-anak kita pak kyai ” papa tiba-tiba saja duduk di brankar nya , ia seperti sehat walafiat tidak seperti kemarin .


“maksud papa apa ya ?” reon mencoba bertanya dengan apa yang tengah terjadi antara keluarga nya .


“kamu akan papa jodohkan dengan anak pak kyai kamu paham kan ” tegas papa membuat reon diam-diam mengulum senyum nya , sesekali matanya mencuri pandang ke putri yang tertunduk .


“jikalau itu yang terbaik, maka dengan senang hati reon menerima nya pa ”


“sekarang kita akan membicarakan kapan tanggal yang tepat untuk pernikahan kalian ”


“bagaimana kalau Minggu depan pah, kan setelah nikah reon udah selesai kuliah, lagian kerjaan reon juga udah makin bagus ” usulnya membuat yang berada di sana tercengang dengan keputusan reon .


“apa tidak terlalu cepat nak ?” wanita dengan jilbab panjang nya itu bertanya dengan nada lembut pada reon .


“inn syaa Allah, Bu semua nya sudah saya pikirkan dengan matang, karena kalau sudah orang tua saya yang memberikan jalan , saya sebagai anak menurut Bu ”


“bagaimana nak ?”


putri hanya mengangguk saja dengan ikhlas, bagaimana pun ini adalah jalan takdir yang harus ia jalani . walaupun hatinya merasakan sakit yang amat luar biasa, sejujurnya dia sudah memiliki seorang yang sangat ia kagumi di pesantren sang Abi . tapi tiba-tiba Allah memberikan takdir yang berbeda untuk jalan hidup nya kedepan .

__ADS_1


“berarti Minggu depan adalah acara pernikahan kedua anak-anak kita ya pak ”


semua orang di sana tersenyum senang , papa kira reon akan menolak mentah-mentah perjodohan ini, tapi ternyata ini di luar kuasanya, sang papa justru sangat bangga dengan keberanian putra nya untuk memutuskan.


****


“serius loe di jodohin ama putri Yon?”


“yoi lah bro , ini kayaknya gue emang di berkahi sama hal-hal yang baik deh ” lanjutnya dengan bangga .


“loe serius putri beneran gak tertekan sama perjodohan konyol itu?”


“mana mungkin tai , loe aja yang kayak setan ngomong nya ”


mereka berempat masih asik mengobrol dengan santai dan senang , apalagi hanya hitungan hari reon akan benar-benar melepas masa lajangnya .


“put, ayo bicara sebentar ” reon berusaha meraih tangan putri tapi tiba-tiba tatapan wanita itu membuat reon seketika tersadar, kalau cewek galak itu memang sedang kesal .


“kamu sebenernya setuju gak sih put sama perjodohan kita , bukan nya sekarang kamu itu calon istri saya , kenapa kamu tidak mau saya sentuh ”


“calon bukan berarti istri, kita tidak tau apakah besok masih di berikan kehidupan oleh Allah besok, semua itu menjadi misteri, aku tidak mau mati dalam keadaan bermaksiat di hadapan Allah, aku ingin mati dalam keadaan Khusnul khatimah ”


“kamu kenapa ngomong nya kayak gitu sih put , gak baik tau ” lanjut reon yang masih berusaha menyentuh tangan putri, tapi dengan cepat ia menepis tangan pria yang kurang ajar dan sebentar lagi menjadi calon imam untuk nya .


“aku sudah menyukai seorang laki-laki di pesantren dengan terpaksa aku , menerima perjodohan ini , puas apakah kamu puas dengan jawaban saya ” putri menekankan setiap kalimat nya yang dimana itu membuat reon mundur perlahan .

__ADS_1


“hapus nama pria itu, aku yang akan selalu mengisi hati mu tidak ada bantahan put, aku akan mempercepat pernikahan kita berdua, aku tidak akan menunggu selama seminggu ”


“apa maksud mu, hati ku saja sedang di landa kegundahan dan sekarang kau ingin mempercepat pernikahan, ini bukan tentang sehari atau semalam, tapi ini tentang seumur hidup ”


“ya seumur hidup kita akan bersama”


“kakak memang benar-benar gila karena sudah di butakan oleh nafsu dunia , sampai sampai pandangan kakak begitu dangkal tentang akhirat ”


“kau belum tentu sebaik aku put ”


"astaghfirullah ,astaghfirullah" putri


“semoga Allah selalu memberikan pintu hidayah untuk kakak ”


“im waiting for this ”


“jangan paksakan sesuatu yang akan membuat kakak terluka dan lemah ”


“aku tidak akan terluka putri ”


“bagaimana kalau sampai akhir hayat ku , tak bisa menerima atau ikhlas dengan perjodohan ini ”


“aku akan poligami , kalaupun kau ijinkan hahahaha aku hanya bercanda, aku janji tidak akan poligami put ”


“aku permisi ” putri berlalu begitu saja meninggalkan reon yang menatap nya dengan nyalang .

__ADS_1


"itu yang paling aku takutkan selama ini, aku takut kamu membenci ku , aku tidak bisa di benci oleh mu " reon .


__ADS_2