
Disebuah taman seorang gadis cantik dengan tatapan sendu sedang menunggu pacarnya datang dengan gelisah untuk mengatakan sesuatu yang penting.
Hinga tak berselah lama kekasih yang ditunggk ahirnya datang.
''Hai sayang maaf lama ya, ada urusan mendadak tadi'' sapa Kevin sambil mencium kening sang pacar.
''Iyaa gak papa, aku juga baru datang kok'' kata Tiara
''Kamu kenapa ko gelisah gitu si?' lanjutnya lagi
''Gak papa kok''
''Ra....... sebenarnya ada hal penting yang ingin aku katakan sama kamu'' kata Kevin tiba tiba
''Apa ? kamu jangan bikin aku takut gitu dong'' ujar Tiara yang dapat melihat bahwa semua tidak baik baik saja.
''Kemaren mamaku menjodohkan ku sama anak temennya'' kata Kevin sendu.
Deg
Jantung Tiara seakan berhenti mendengar ucapan Kevin, belum dia mengatakan tujuannya ingin bertemu dengan Kevin tentang kehamilannya ini. Kini malah dia yang dikejutkan dengan pernyataan Kevin.
''Terus?'' kata Tiara cemas dengan keputusan Kevin nantinya
''Aku bingung Ra, aku udah bilang sama mama kalo aku gak cinta sama dia kalau aku mencintai kamu tapi mama tetep maksa aku buat nikah sama dia. Sekarang aku gak tau harus gimana lagi Ra'' ujar Kevin sambil meraup wajahnya
''Apa kamu tetep mau memperjuangkan hubungan kita atau menyerah?'' tanya Tiara padanya
Hanya mendapat gelengan kepala dari Kevin
''Aku sendiri gak tau harus gimana Ra, aku sangat mencintai kamu aku bersumpah untuk itu tapi aku juga gak bisa melawan keras mama, hubungan tanpa restu juga tidak akan bahagia '' bimbang Kevin.
Orang tua kevin memang sedari awal tidak merestui hubungan mereka karna Tiara hanyalah gadis biasa yang jauh kasta keluarga mereka, tapi Kevin masih mencoba mendapat restu hingga ahirnya ia malah dijohkan dengan anak temannya dan jika Kevin menolaknya maka dia tidak akan dianggap anak lagi oleh mamanya.
Seketika air mata yang ditahan Tiara jatuh juga mengetahui jika hubungannya dengan Kevin akan berahir disaat dia sedang hamil.
''Vin gimana kalo aku nanti hamil?' kata Tiara ahirnya mengungkapkan apa yang ada pada hatinya meski tidak secara langsung.
Perkataan Tiara membuat Kevin terdiam dan menoleh padanya.
''Jangan bicara seperti itu, kita cuma melakukan sekali pasti tidak akan sampai hamil, buktinya sampai saat ini kamu baik baik aja'' Kata kevin cemas jika mungkin saja itu benar terjadi.
__ADS_1
''Kan aku bilang seandainya Vin'' kata Tiara dengan nada bergetar
''Aku gak tau apa yang akan aku lakukan seandainya itu benar Ra, ini aja aku bingung banget harus bagaimana apagi jika kamu sampe hamil beneran''
''Aku sepertinya juga belum siap jika memiliki anak'' lanjutnya
Deeg
Seketika perkataan Kevin membuat Tiara bingung bagaimana jika nanti dia tau dan tak mengakui anaknya atau berbuat yang macam macam pada kandungannya.
Tanpa berfikir panjang Tiaara sendiri yang ahirnya memutuskan hubungan mereka.
Karena bayangannya adalah anak yang sedang dikandungnya, dia takut calon anaknya kenapa napa.
Tidak papa dia hidup sendiri merawat dan membesarkan anaknya dari pada dia harus membunuh darah dagingnya itu pikirnya.
''Vin, mungkin lebih baik hubungan kita sampai disini saja. Kamu menikahlah dengan wanita pilihan Mamamu'' kata Tiara sambil menjatuhkan air matanya.
''Kenapa kamu mudah sekali bicara seperti itu Ra'' taya Kevin kaget dengan perkataan Tiara
''Terus gimana? kamu sendiri juga gak bisa melawan Mamamu kan? kamu sendiri juga gak yakin bisa memperjuangkan hubungan kita kan?'' todong Tiara dengan berbagai pertanyaan
Membuat Kevin terdiam membenarkan kata Tiara, tapi sejujurnya dia tak bisa hidup tanpa cintanya itu
''Jika mau diperjuangkan ayo kita sama sama berjuang tapi jika kamu saja bingung lebih baik kita cukup sampai disini, kita jalani hidup masing masing mulai sekarang'' kata Tiara dengan air mata yang semakin deras mengalir kemudian dia berdiri dan pergi dari hadapan Kevin dengan hati hancur sehancur hancurnya.
Dan Kevin masih berdiam diri ditempat tidak menjawab perkataan Tiara dan tidak mengejarnya, hatinya masih bimbang antara dia dan Mamanya.
Masih teringat jelas awal mula pertemuannya dengan Tiara
flashback
Beberapa tahun yang lalu saat Kevin berkunjung ke sebuah Sekolah Menengah Atas untuk sosialisasi kampus disana lah dia bertemu dengan Tiara gadis cantik dan ceria yang mencuri perhatiannya, hingga ahirnya Tiara mendapat beasiswa kuliah di kampus yang sama dengan Kevin, saat masa pengenalan mahasiswa disana Kevin selalu curi curi kesempatan untuk lebih dekat dengan Tiara hingga suatu saat mereka resmi pacaran.
Selang beberapa taun mereka pacaran hubungan mereka baik baik saja, bahkan sangat romantis hingga banyak yang iri melihatnya.
Tibalah pada suatu hari dimana orang tua kevin mengetahui hubungan mereka dan menolaknya mentah mentah karna status sosial di antara keduanya yang jauh berbeda.
Namun Kevin masih mencoba meluluhkan hati orang tua nya, dengan membicarakan hal baik tentang Tiara kepinteran ,kesopana, tata kramana segala yang baik kevin ceritakan tapi semua sia sia hingga ahirnya mereka menjodohkan Kevin dengan anak temannya.
''Ma Kevin gak bisa sama Siska, Kevin sudah punya Tiara yang kevin cintai Ma'' kata Kevin dengan memohon pada sang Mama
__ADS_1
''Apa yang kamu lihat dari dia Kevin, dia gak pantas bersanding dengan keluarga kita'' sombong Mama Diana
''Ma Tiara itu pinter, baik, sopan santun, dewasa,keluarganya juga baik Ma'' ujar Kevin masih terus membujuk Mamanya
tapi sang Mama Diana tetap tak memperdulikannya bahkan mungkin tak mendengarkan celotehan anaknya.
''Jika kamu masih berhubungan dengan dia, kamu silahkan pergi dari hidup Mama'' gretak mama
''jangan pernah temui mama lagi, karna mama tidak punya anak yang pembangkang sepertimu'' lanjutnya lagi kemudian sang mama pergi meninggalkan Kevin yang terus saja memanggil namanya
flashback of
.
.
.
Setelah pergi dari taman Tiara berjalan dengan tatapan kosong membayangkan hidup dengan calon anaknya tanpa suami, bagaiman membesarkannya.
Dan yang terpenting sekarang bagaiman acara dia mengatakan kepada sang kaka bahwa dia hamil diluar nikah pasti akan sangat mengecewakan dan memalukan untuk keluarganya.
Tiara hanya hidup bersama kaka laki laki dan adik perempuannya, kedua orang tuanya sudah tiada sejak Tiara SMP.
membayangkan wajah kecewa sang kaka dan adiknya itu saja sudah membuat hatinya sakit.
Tak terasa kini tiara sudah berhenti didepan sebuah rumah sederhana, tempatnya dia, kaka dan adinya berteduh.
langkah kaki kian berat melangkah saat diambang pintu, hanya air mata yang dapat jatuh tanpa bisa dicegah.
ceklekkk....
...----------------...
hai haii terimakasih 🙏🙏sudah mampir ke cerita ku ya jangan lupa dukung selalu dan ikuti ceritanya.
dan jangan lupa untuk
like
comen
__ADS_1
terimaksih🙏🙏🙏