
Sesampainya didalam ruangan Kevin langsung duduk diikuti asistennya Doni
''Kenapa ??'' tanya Doni
''Gak papa biasa lah tadi pagi Mamah dateng ke apartemen''
''Wajar lah Vin namanya juga orang tua pastinya khawatir sama lo'' kata Doni
''Ccihhh basi'' acuh Kevin yang memang sudah benar benar jenuh
Dreerrrttt derrrrtttg
Dering ponsel Kevin membuat pemiliknya mengalihkan perhatiannya.
''Tasya??'' gumam Kevin melihat nama pada layar ponselnya
''Iyaa halo sayangg''
''............''
''Papa juga rindu putri cantik Papah ini''
''............''
''Bagaimana kalo minggu saja''
''..............''
''Janji''
''............''
''Oke by love you'' kata Kevin diakhir telefonnya
''Ada jadwal apa minggu ini??'' tanya pada Doni yang masih setia diruang kerja Kevin
__ADS_1
''Cuma ada acara makn golf dengan pak Surya''
''Batalkan saja, Tasya ngajak jalan jalan''
''Oke...''
.
.
Sementara dirumah Mama Diana
''Bagaimana Sayang ??'' tanya Siska pada anaknya
''Beres Mah, Papah mau ajak jalan minggu ini'' kata Tasya
''Bagus, ingat kata Mamah kamu harus ajak Papah pulang dan tinggal bersama kita kamu mau kan??''
''Mau dong Mah''
''Itu baru anak Mamah'' senyum terbit dibibir Siska
Meskipun tak pernah mendapat nafkah batin dari suaminya tapi sejujurnya Siska masih sangat mencintai Kevin dan juga karena semua fasilitas yang diberikan oleh Kevin membuatnya mampu bertahan sejauh ini meksi selalu diperlakukan buruk olehnya.
''Untung gw punya anak kalo gak mungkin gw udah diceraikan dari dulu sama Kevin'' gumam Siska dalam hati
Sambil mengelus rambut panjang putrinya dia jadi teringat jika sebenarnya Tasya bukanlah anak kandung Kevin.
Flashback
Saat malam pertama pernikahan mereka Kevin yang pergi dan mau tak mau dia pulang sendiri kerumah orang tau Kevin
Dengan penuh air mata dia mengadukan semua pada mama mertuanya
''Sabar ya Sayang, kamu harus pelan pelan menasehati Kevin nanti'' kata Mama Diana sambil memeluk menantu barunya itu
__ADS_1
''Iya mah, bantu Siska ya Mah'' mata Siska dengan tangisnya
''Pasti Mamah bantu''
Hingga terdengar ketukan pintu dari Luar
''Biar Mamah liat dulu siapa yang datang malam malam, kamu istirahat dulu ya'' ujar Mama diangguki oleh Siska
Saat Siska akan tidur tak disangka Mamah Diana datang dengan memampah Kevin yang tengah mabok berat sambil menyebutkan nama kekasihnya.
''Bantu Mamah Sis, sepertinya Kevin mabok berat'' ujar Mama Diana
''Sini Mah, biar Siska saja yang urus Mamah istirahat saja ini sudah malam'' kata Siska
''Ya udah makasihnya'kata Mama sebelum ahirnya meninggalkan kamar mereka
Melihat keadaan Kevin terlintas dipikiran Siska dengan tujuannya menikah dengan Kevin.
''Memang keberuntungan selalu berpihak padaku'' gumam Siska
Dengan hati hati Siska melepaskan semua pakaian Kevin, meski masih menyebutkan nama Tiara tapi tak bisa mengehentikan niat Siska
''Ciihh dasar bodoh hanya karena perempuan saja bisa gila kaya gini'' gerutu Siska
Hingga pagi menjelang Kevin dikagetkan dengan kondisi intim mereka yang sama sama tak berpakaian dalam satu selimut
''Lo ngapain disini !!??'' kata Kevin dengan nada keras
''Vin aku ini istri kamu jadi wajar kalo kita melakukan malam pertama'' kata Siska
''Gak, gw gak akan perna sudi menyentuh lo'' pernyataan Kevin begith menyakitkan didengar bahkan hingga Siska menitikan air mata
Dengan bergegas Kevin pergi kekamar mandi lalu setelahnya pergi dari kamarnya.
Disitulah pertama dan terahir Kevin satu ranjang dengan Siska
__ADS_1
Hinga satu bulan berikutnya Siska menunjukan kehamilannya dan itu sukses membuat Kevin syok merasa tak percaya dan sekaligus terikat dengannya sampai saat ini.
Flash back of